
Selama pendidikan kurang lebih dua tahun jarang sekali mereka berkomunikasi. Hana pun sibuk dengan kuliahnya saat ini, banyak tugas yang harus dikerjakan.
*(Bagaimana akhirnya kelanjutan hubungan mereka?)
"Drrt,..drrt, Sayang aku boleh telfon?" Tanya laki-laki dalam pesanya.
Satu jam kemudian juga belum ada balasan akhirnya jam isturahat Miko pun habis. Hana pun baru saja keluar dari kelas menunjukan mata kuliah hari ini selesai.
"Ya ampun.., pangeran kodok tadi mengirim pesan sekaligus video call." Gerutu Hana setelah melihat pesannya.
"Maaf sayang, tadi aku ada mata kuliah." Balas Hana yang sedikit merasa bersalah.
Sebelum pulang kuliah seperti biasanya teman kuliah Hana mengajak makan bersama atau sekedar ngobrol masalah tugas.
"Kamu kenapa Han, kelihatan sebal gitu?!" Tanya salah satu teman Hana.
"Nggak pa pa kog, Btw kalian liat Sherly anak prodi manajemen ga?" Tanya Hana mengalihkan pembicaraan.
"Kayaknya tadi anak manajemen masih ada kelas." Tutur teman kuliahnya.
"Oh begitu ya" Sahut Hana
Disebuah kota XXX lelaki itu termenung memikirkan kekasihnya yang sibuk sendiri dengan rutinitasnya, sedang ia jarang sekali bermain gadgetnya karena takut dimarahi komandannya.
"Sedang apa dia? apa disana asyik ngobrol dengan laki-laki teman sekuliahnya" Pikiran Miko yang mulai berkecamuk tentang Hana.
"Kalau ternyata ada yang membuat dia nyaman bagaimana, ahh sudahlah tidak mungkin!" Masih dengan pemikirannya laki-laki itu mengaruk kepalany yang tidak gatal.
Semakin hari semakin membuat mereka bosan dengan jarak hingga membuat mereka saling curiga dengan pemikiran masing-masing. Padahal untuk sebuah hubungan diperlukan saling percaya bukan.
__ADS_1
"Kapan kamu pulang sih pangeran kodok, Aku lama-lama kesal dengan semua ini." Pikir Hana.
"Atau kamu disana sedang dekat seseorang, mana ada wanita yang menolakmu kalau itu benar terjadi." Masih dalam fikiranya untuk menerka hal-hal yang menyedihkan menurutnya.
Bulan yang terang memyambut dinginya malam. yang satu dibelahan mana tak membuat mereka goyah akan komitmenya.
"Maaf sayang baru balas, gimana kuliahny lancar?" Balasan Miko yang baru sempat membalas Hana.
"Alhamdulillah sayang, kamu juga lancar urusanya?" tanya Hana dalam pesanya.
"Alhamdulillah lancar, kangen kamu aku VC (video call) ya?" Balasan Miko yang sedang menahan rindu.
Selang hampir dua jam melepas rindu melalui video call akhirnya mereka saling berpamitan.
"Sayang udah malam nih udahan ya? kamu tidur gih pasti udah ngantuk!" Tutur Miko di video call.
"Ya kamu juga ndang istirahat gih, jangan lupa cuci muka dan doa!" Ucap Hana pada Miko.
"Night too pangeran kodok ku, emuaach". Sahut Hana diakhir Video call nya.
"Bertahan" puisi karya Uchy
Masih dengan rasa yang sama
Rasaku enggan berpaling darimu
Mungkin esok ketika petang datang
Kujadikan kamu secercah sinar
__ADS_1
Jadilah alasanku untuk bertahan
Dimana kepercayaan satu-satunya harapan
Tetaplah tinggal..
Tetaplah bertahan..
Denganku seorang saja tuan
Walau karang tak mampu menahan terpa ombak
Walau pun samudera lebih luas dari laut
Tetaplah bersamaku..
Gengamlah tanganku jagan kau lepas _#
Begitulah kadang bosan, rindu menjadi satu saat orang yang kita sayangi berada jauh dari kita. Satu hal yang menjadikan dasar suatu hubungan yaitu saling percaya dan tentunya saling menjaga hati satu sama lain.
.
.
.
.
_#_#_#_#_#_Hallo guys_#_#_#_#_
__ADS_1
Semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku
Terimakasih. Selamat membaca di bab selanjutnya😉