"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Jadwal kontrol


__ADS_3

Jadwal kontrol kehamilan. Tidak mau kalah andil Renaldi tak pernah absen untuk mengantar istrinya kontrol, mungkin ini yang dinamakan prioritas tanpa batas.


*(Sweet banget sih aku juga mau kalau punya suami yang kek gitu eaakkk)


"Ayo kalian sarapan dulu!"Pinta bu Saras.


"Iya bu." Keduanya menyahut.


"Han, ini makanlah buah peer yang sudah ibu potong kecil-kecil!" Ujar bu Saras pada menantunya.


"Baik bu.., terimakasih." Ujar Hana sambil memeluk mertuanya dan mencium lembut rambut belakang mertuanya.


"Hhmm,.." Renaldi mencoba mengalihkan kemesraan mereka berdua.


"Kenapa Ren.., masakan ibu terlalu pedas?" Tanya ibunya.


"Tidak bu, malah enak sekali!" Ujarnya sambil melirik gemas Hana.


Hana dan ibu hanya bisa geleng-geleng menahan tawa akibat tingkah Renaldi.


"Ibu kami berangkat dulu ya, hati-hati dirumah!" Pinta Hana pada ibu Renaldi tidak lain mertuanya.


"Tenang, ada dua srigala di depan yang akan menjaga ibu." Jawab ibu Saras santai dengan maksud mengandalkan penjaga setia dirumahnya.


Keduanya segera masuk mobil dan melajukan kendaraannya melintas disepanjang perumahan elite.

__ADS_1


"Jatahku mana?" Renaldi membuka bicara saat suasana jalan raya lenggang.


"Jatah apa mas?"Tanya Hana pura-pura tidak tau.


"Pura-pura tidak tau! kalau begitu nanti saja aku beritahu." Kata Renaldi santai.


"Nanti saja?? apa yang akan dilakukan monster kesayanganku ini kira-kira?" Hana bertanya-tanya dalam batinya.


Mobil Renaldi berhasil menyibak ratusan meter untuk sampai ke dokter kandungan terbaik dikota XX , walau dokter kandungan itu laki-laki tapi beliau dokter terbaik dikota ini.


"Pak Renaldi dan ibu Hana langsung masuk saja, sudah ditunggu dokter Andi diruangannya!" Ucap customer service.


"Terimakasih mbak." Sahut Hana


"Sama-sama."Sahutnya


*(singkat ceritanya seperti itu ya para reader)


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Hana heran melihat tingkah keduanya.


"Iya dokter Andi ini tetanggaku dulu, sebelum pindah keluarganya pamit pada ibu dan ayah akan membeli rumah di dekat rumah neneknya." Tutur Renaldi menjelaskan pada istrinya.


"Oh pantas kalian sepertinya akrab sekali!" Ucap Hana ikut senang.


"Bentar aku priksa istrimu dulu pak gula aren." Ujar dokter Andi.

__ADS_1


"Kau menyebalkan!" Ujar Renaldi pada Andi.


"Becanda, gula kan manis itu kontras tapi arennya yang kurang cocok untukmu." Jelas Andi sedikit menyebalkan.


"Sudahlah, pastikan kau memeriksa istriku dengan benar!" Pintanya memastikan Andi segera memeriksanya.


"Siap tuan!" Sahut Andi.


"Bagaimana orang sekonyol dia bisa jadi dokter terbaik?" Tanya Renaldi dalam hatinya sembari tersenyum melihat Andi memeriksa istrinya.


"Lihatlah Ren, baby mu laki-laki sehat pula!" Perintah Andi.


"Ya jelas aku merawat istriku dengan baik." Ucapnya sedikit sombong.


"Tenang aku percaya padamu, bahkan aku belum pernah melihatmu absen untuk mengantarnya kontrol." Tambah dokter Andi.


Dokter Andi pun menyerahkan hasil USG dan memeberikan beberapa vitamin untuk istrinya minum setiap hari.


"Jaga kandunganmu baik-baik ya sayang!" sembari memeluk Hana dan mencium sedikit lama bibir istrinya.


"Mas hentikan malu!" Ujar Hana kesal


"Aku kan sudah memberitahumu ketika di mobil tadi, apa kau tak ingat?" Kata Renaldi dengan santainya.


"Ternyata itu maksudmu tadi, menyebalkan!" Jawab Hana malu-malu

__ADS_1


Dokter Andi yang melihat kemesraan keduanya pun ikut tersenyum bahagia.


__ADS_2