
Disebuah resto yang bernuansa klasik sesuai namanya klasik. Terlihat wanita cantik yang umurnya sekitar setengah abad bersama laki-laki muda tidak lain adalah putranya "Renaldi Mahendra".
"Itu mereka sudah datang."Ujar wanita itu sambil melambaikan tangan ke arah dua wanita yang ditunggunya.
"Oh seperti itu wanita pilihan ibu , sedikit kampungan dandanya saja kayak bocah begitu." Gumam Renaldi dalam hati.
Hana dan bibinya punbersalaman dengan ibu Saras tidak lain adalah ibu Renaldi.
"Ren kenalin ini bibi Sita yang pernah ibu ceritakan ke kamu yang jadi adek kelas sekaligus kerabat jauh ibu." Ujar bu Saras pada Renaldi.
Renaldi pun tersenyum dan bersalaman dengan kedua wanita tersebut, yaitu Hana dan bibi Sita.
"Kenapa sepertinya aku mengenal laki-laki ini sebelumya, tapi dimana?"Pikir Hana bertanya-tanya.
"Han kenapa kamu bengong?" Ucap bibi Sita pada Hana yang melamun.
"Oh tidak bi!" Jawab Hana yang terbuyar dari lamunanya.
"Nak Hana sudah selesai kuliahnya?" Tanya ibu Saras.
"Sudah bibi, dua bulan lalu selesai wisudah." Jawab Hana seadanya.
"Kog panggil bibi, panggil ibu saja!" Pinta ibu Renaldi.
"Iya maaf bu." Ucap Hana segera
__ADS_1
"Ibu kenapa pakai acara menyuruh wanita kampungan itu panggil begitu, jangan-jangan ibu mau jodohin aku sama dia haduh ogah." Ucap Renaldi dalam hati.
*(Woy mas jangan asal menghina! inget jatuh cinta tau rasa )
"Nak Hana sudah punya calon?" Tanya bu Saras
"Tidak punya bi oh bu." Jawab Hana sedikit gelagapan.
Bu Saras pun tersenyum karena beliau sudah tahu semua mengenai Hana dari mulai kisah cintanya sampai hal-hal detail mengenai dirinya dari Sita bibinya.
"Bu dari tadi kita sudah banyak mengobrol, tapi sedari belum menghidangkan makanan." Cetus Renaldi yang sedari tadi ingin menghentikan ibunya menjadi wartawan dadakan.
*(Dasar kamu Ren wartawan juga profesi yang baik kalee)
"Ya ampun iya saking asyiknya ngobrol." Ucap ibunya yang merasa sungkan belum menghidangkan sesuatu.
Dua pelayan pun bergegas mendatangi meja lalu menawarkan hidangan istimewah yang ada diresto.
"Ya sudah cepat siapkan untuk tamu spesial kita!" Pinta bu Saras
"Iya bu Saras." Ujar dua pelayan lalu meninggalkan tempat.
Sambil menunggu Chef terbaik yang ada diresto. Dua pelayan itu asyik gosip nyonya dan tuan mudanya.
"Manis ya wanita tadi?" Tanya pelayan 1
__ADS_1
"Udah manis kelihatan kalem lagi." Tambah pelayan 2
"Jangan-jangan itu yang mau dijodohkan sama Mas Renaldi." Ucap pelayan 1 menduga-duga.
"Kalau pun iya beruntung sekali sih monster dapet berlian merah." Ujar pelayan 2
"Sudah jangan ngomongin mereka, kalau ketahuan mampuslah kita." Tutur pelayan 1
Makanan pun selesai dihidangkan mereka pu. menikmatinya.
"Bagaimana nak, enak masakannya?" Tanya Saras pada calon menantunya.
"Enak bu bumbunya terasa pas di lidah." Jawab Hana tulus.
"Kamu tau kan nak mengenai perjodohan kamu dengan putra ibu?" Tanya Saras pada Hana terus terang
"Uhuk, uhuk.." Belum juga menjawab Hana sudah batuk-batuk tersedak.
"Minum dulu han!" Pinta bibi sita
"Iya bu saya sudah diberi tahu oleh bibi Sita." Ujar Hana.
"Alhamdulillah kalau begitu, Renaldi juga sudah ibu beritahu sebelumnya." Tutur Ibu Renaldi.
"Lalu kapan mereka akan menikah mbak?" Tanya bibi Sita.
__ADS_1
"Secepatnya Sit, karena lebih cepat lebih baik." Ujar bu Saras.