
Seperti biasa Hana bangun pagi membantu bu Saras. Rumah sebesar istana itu tidak memiliki pembantu, karena penghuninya pun sedikit. Lagian ibu Saras adalah tipikal orang pekerja keras dan rajin, namun kini beruntung memiliki menantu cantik, baik juga rajin.
"Pagi bu, sini biar Hana bantu menyiapkan sarapan." Pinta Hana pada mertuanya.
"Pagi menantu ibu, ini tinggal masak sayur saja dan jangan lupa buatkan suami mu susu untuk sarapannya!" Ujar bu Saras senang.
"Baik bu laksanakan" Jawab Hana sambil mencuci sayuran.
"Ibu bahagia sekali memiliki mantu sepertimu nak, sudah cantik, baik, dan rajin pula." Puji ibu Saras pada Hana.
"Ibu bisa saja, ini sudah tugas Hana bu seharusnya Hana yang merasa beruntung memiliki mertua sebaik ibu." Ujar Hana tulus.
"Ibu yakin Renaldi sangat beruntung memiliki istri sepertimu, dan memiliki keturunan dari wanita selembut dan sebaik kamu." Ujar bu Saras pada Hana.
"Semoga saja bu." Ucap Hana sambil menelan ludah karena ibu saras menyindir mengenai keturunan.
"Renaldi itu terlihat acuh dan angkuh, namun sebenarnya penyayang dan baik hati hanya saja cara menunjukkannya secara langsung tidak begitu bisa." Tutur Ibu saras menceritakan perihal putranya.
"Baik seperti apa kadang saja ia seperti monster ." Pikir Hana dalam hati.
__ADS_1
"Sudah selesai bu Hana mandi dulu." Ucap Hana pamit untuk mandi.
"Ya sudah kamu mandi dulu, jangan lupa bangunkan suami mu!" Pinta ibu Saras mengingatkan Hana.
"Siap bu." Sahut Hana.
Dalam langkah menuju kamarnya Hana berfikir keras bagaimana cara membangunkan monster karena biasanya mas monster (Renaldi) bangun sendiri.
"Mas bangun mas Renaldi banguuun!" Ucap Hana sambil mengoyang badan Renaldi.
"Apaan sih?" Tanya Renaldi malas-malasan
"Masih ngantuk!"Ujar Renaldi sambil menarik Hana dalam pelukanya.
"Mas aku ga bisa nafas ni, sudah hentikan cepat bagun!" Pinta Hana kesal.
Diruangan lain tampaknya bu Saras mendengar Hana berteriak kesal karena ulah putranya, hal itu membuat bu Saras bahagia sambil tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Semoga kalian selalu bahagian dan tetap dalam lindungannya, aamiin."Gumam bu Saras lirih sambil berdoa untuk kebaikan keduanya.
__ADS_1
Keduanya pun sarapan bersama ibu Saras tanpa sekata apapun, hingga akhirnya bu Saras membuka pembicaraan mengenai acara liburan sekaligus honey moon romantis.
"Setau ibu selepas pernikahan kalian sibuk dengan pekerjaan masing-masing, lalu kapan kalian mau honey moon?" Tanya ibu Saras membuat Hana sedikit tersedak.
"Hati-hati klau makan!" Ujar Renaldi memberikan air putih Hana yang dekat tangannya ke tangan Hana.
"Maaf mungkin aku sedikit terburu jadi sampai tersedak." Tutur Hana meyakinkan keduanya.
*(Bilang ajah sih Hana malu-malu kucing sekaligus kaget dengan kata- kata Honey Moon oleh mertuanya wkwkw)
"Lucu sekali kamu Han digoda ibu begitu saja kamu jadi nervous gitu, apalagi kalau beneran aku ngajak kamu honey moon." Pikir Renaldi senang pada tingkah Hana yang salah tingkah ketika mendengar kata Honey Moon.
Mereka pun selesai sarapan dan mencuci tangan, Hana dan Renaldi pamit berangkat kerja kepada bu Saras.
"Bu Hana berangkat dulu ya, ibu hati-hati dirumah!" Pinta Hana sambil mencium punggung tangan mertuanya.
"Ya baik nak, jangan ngebut hati-hati dijalan!" Ujar bu Saras pada Hana.
"Renaldi juga berangkat ya bu." Ujar Renaldi sembari mencium punggung tangan ibunya.
__ADS_1
Melihat itu ibu Saras terharu karena jarang sekali putranya berpamitan sekaligus mencium tangan ibunya. Semenjak ada Hana ia sering kali berpamitan mencium tangan ibunya terlebih dahulu.