"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Sampai kapan??


__ADS_3

Seperti potongan kue yang mengundang puluhan bahkan ribuan serangga, entah yang besar maupun yang kecil tergantung kastanya. Pemuda itu tampak mencari sesuatu yang telah dipesan ibunya. Membuka daftar dan meletakkan satu per-satu barang dikeranjangnya.


"Andai kejadian itu tak menimpahku, mungkin hingga detik ini kau akan bahagia bersamaku."Batinya tidak sanggup menerima kenyataan pahit.


Miko melewati beberapa stand pakaian dan melihat kedua pasangan menaiki eskalator tampak bercanda bahagia tanpa ada unsur sara atau ke tidak bahagiaan pada salah satunya.


"Han, benarkah itu dirimu? apa benar kau bahagia dan mencintainya?! Miko sulit percaya dengan apa yang dilihatnya.


####


"Mas hari ini sesak sekali pengunjungnya? bagaimana tadi kalau kita belanjanya dipasar tradisional, bisa-bisa aku ngantri saja tetapi tidak dapat yang aku cari." Tutur Hana pada suaminya.

__ADS_1


"Cari aman saja, lagian kamu suka sekali belanja di pasar tradisional yang lumayan terbuka, becek, kadang banyak sekali dikerumuni orang hanya untuk memilih dan melihat tapi tak membelinya?!" Ucap Renaldi sesuai kenyataan yang ia lihat.


"Mereka berjualan karena memang kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ada juga yang meluap keuntugan sekaligus. Beda dengan di supermarket atau mall-mall besar, mereka membuka stand dengan cara menyewanya untuk mencari keuntungan yang maksimal karena mereka juga menjualnya dengan harga dua kali lipat dari biasanya." Dengan penuh semangat menjelaskan pada suaminya tanpa sadar ada laki-laki yang mematung tidak jauh dari keduanya saat hendak menaiki eskalator.


"Iya-iya kamu memang istri yang sangat peduli dengan sesama, sampai nalar kepedulianku tak sampai sepertimu!" Renaldi melingkarkan tanganya kepunggung istrinya.


Hana pun tersenyum melihat suaminya yang keras kepala dulunya, namun kini berbeda Renaldi selalu menerima dan mendukung apa yang menjadi pendapat Hana.


"Kamu kenapa sih sayang dari tadi senyum-senyum gitu, pasti ada udang dibalik batu?! Tanya Renaldi menggoda istrinya.


"Yaudah ayo! kamu ambil semua baju ditokonya juga gpp!" Kata Renaldi sambil menarik istrinya ke stand Mode pakaian wanita.

__ADS_1


####


Sesampainya dibasement Miko mecari mobilnya dan segera menginjak gas untuk segera keluar dari tempat itu, tempat dimana hatinya seakan runtuh melihat apa yang dilihatnya disana.


Lambaian dedaunan disepanjang jalan seakan menertawainya, semakin tak tertahan mengusung mendung ikut berkumpul. Hujan siang itu, hanya dia yang mampu merasakanya.


"Nak kamu kenapa?" Tanya ibunya mendapati putranya pulang dengan mata sembab.


"Tidak mengapa bu, ini pesanan yang ibu minta." memberikan pada ibunya lalu segera meninggalkan ibunya sendiri diruang tengah.


Banyak dari sekian quote bahkan kata kebanyakan orang, bahwa laki-laki adalah pemimpin tidak boleh lemah atau sampai menangis. Ketahuilah setiap presepsi orang berbeda-beda. Terkadang seseorang tidak bisa menjelaskan perasaan terlukanya melalui lisan dan tulisan saja, melainkan murni mengikuti perasaan emosionalnya. Menangis salah satunya, terlihat lemah tapi tangisan murni dari hasil emosionalnya 90% tulus.

__ADS_1


"Apakah Miko belum juga bisa menerima kenyataan tentang Hana? sampai kapan ia menghukum perasaannya sendiri?!" Ibu Miko bertanya-tanya dalam batinnya.


Mungkin cepat atau lambat waktu akan merubahnya, jika saja ia sedikit lebih leluasa menerima kenyataan pahit ini. Hana Kekasih yang selama ini menyayanginya, mencintainya, dan menemaninya dari awal usahanya sampai mendapatkan apa yang ia inginkan. Kini hanya sebuah ilusi dihidupnya, walaupun nyata adanya.


__ADS_2