
Miko masuk kerumahnya yang penuh dengan aroma masakan ibunya, ia pun bergegas menghampiri ibunya dan memastikan masakan apa yang ibunya masak hari ini.
"Sudah pulang nak, tadi Sherly kemari menitipkan sesuatu untukmu."
"Memangnya dia kemari sendirian?" Tanya Miko dengan semangat berharap Hana bersamnya tadi.
"Iya sendiri, tadi bungkusannya ibu taruh di kamarmu." Terang ibunya mengenai bungkusan yang dititipkan padanya.
Segera ia menuju kamarnya dan membuka isi bungkusannya, namun belum sempat ia membuka tiba-tiba ibunya memanggilnya.
"Miko, mandi habis itu makan!" Perintah ibunya.
"Baik bu." Segera bergegas meleps baju kotornya dan menuju ke kamar mandi.
Usai berganti baju Miko menuju ke meja makan dan ibunya pun menyiapkan makan untuk anak semata wayangnya.
"Masakan ibu memang paling top!" Ujarnya
"Bilang saja kamu sudah lapar sekali dari tadi!" Goda ibunya
"Ibu tau saja." Ujarnya.
Setelah makan ia kembali ke kamar dan melanjutkan membuka isi bungkusan tadi. Hampir beberapa menit matanya terjaga dan pikirnya kembali mencerna apa yang dikatakan Hana padanya.
"Apa ini yang Hana maksud?" Miko bertanya-tanya.
Sebuah buku diary dan sekotak jam tangan. Apa maksudnya ia memberi buku diarynya pada Miko dan tidak biasanya ia mengirim kado. Walaupun dulu juga sering ia sekedar mengucapkan di wall FB tapi baru kali ini Sherly mengirim bungkusan kado sekaligus diary.
"Aku baru tau diam-diam dia menyukaiku, tapi bagaimana bisa ia menyukai kekasih sahabatnya sendiri." Ujar Miko
"Ternyata dia lebih dulu menyukaiku sebelum aku mengejar Hana, tapi begitulah cinta kita tak bisa memaksa untuk memilih memberi cinta pada orang yang juga mencintai kita." Tutur Miko dalam hatinya.
__ADS_1
"Wahai Sahabatku" cermin
Wahai Sahabatku
Jangan kau lukai hatinya
Aku tak rel bila kau sakiti dia
Sungguhku cinta dia
Wahai Sahabatku jangan kau pernah tinggalkan diriku
Jangan Pernah Kau sakiti HatinyA
Dan jangan pernah Kau buat dirinya bersedih
Tolong Jaga Dirinya Wahai Sahabatku
Ku tak ingin Melihatnya Bersedih Karena Cintamu
Wahai Sahabatku
Jangan kau lukai hatinya
Aku tak rel bila kau sakiti dia
Sungguhku cinta dia
Wahai Sahabatku sesungguhnya ku mencintai dirinya
Tetapi Dia Memilih dirimu Wahai Sahabatku Cinta Tak dapat Dipaksa
__ADS_1
Aku Relakan Dirinya Menjadi Kekasihmu Wahai Sahabatku
Walau Disini Ku Rasakan Sakit Hatiku
Tapiku ingin Melihatnya Bahagia
Wahai Sahabatku
Jangan kau lukai hatinya
Aku tak rel bila kau sakiti dia
Sungguhku cinta dia
Wahai Sahabatku
Tolonglah Jaga Dirinya
Aku Relakan Dia Jadi Kekasihmu
Walau Sakit Hatiku_#
"Maaf Sher, sampai detik ini dihatiku hanya ada Hana." Ujar batinya.
Biar waktu yang meluruskan semua. Biar keadaan mengajarkan cinta dan menyadarkan begitu berartinya sebuah perasaan.
####
"Aku siap jika nanti kak Miko menolakku, setidaknya aku sudah jujur mengenai perasaanku." Kata Sherly cemas
Entah apa yang membuat Sherly seberani ini mengutarakan perasaannya, mungkin karena ia merasa takkan menyakiti siapapun termasuk sahabatnya Hana.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu mendadak pengakuanku?! bukankah hati kak Miko sedang kacau memikirkan kenyataan hubungannya dengan Hana, aduh benar-benar payah!" Gumamnya sambil mengetuk-mengetuk lembut dahinya dengan jemarinya.
Karena kekesalannya, ia pun membenamkan sebagian mukanya kedalam bantal dan tanpa sadar ia tertidur. Karena merasa lelah seharian bekerja sekaligus memikirkan apa reaksi laki-laki yang ia cintai ketika melihat diary tentang dia dan perasaannya.