"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Masih Bimbang


__ADS_3

Jam 2 siang terlihat begitu ramai saudara dan kerabat orang tua Miko telah berkumpul di kediaman Miko untuk menyambut kembalinya Miko.


"Apa aku harus kesana juga menyambut Miko? tapi aku tak sanggup melihat Miko sedih karena tau aku sudah menikah". Ujar Hana dalam mobil yang ia bawa sendiri untuk melihat kedatangan Miko dari jauh.


Terlihat dari luar kaca mobil sosok laki-laki yang selama ini Hana rindukan, bahkan ia sering menyempatkan datang ke makam yang entah itu makam siapa sebenarnya.


#######


"Bu kenapa Hana tidak kemari, tolong ceritakan bagaimana Hana ketika kepergianku?" Tanya Miko pada ibunya.


"Tentu saja ia sangat terpukul sama seperti ibu, dia sering sekali datang ke makam yang dipikir makam itu makam mu". Ujar ibu pada Miko.


"Aku ingin sekali menemuinya bu, aku rindu sekali denganya". Ujar Miko penuh semangat.


"Besok saja sekarang kamu lelah, lebih baik istirahat dulu!" Pinta ibunya.

__ADS_1


"Oh ya apa Hana marah padaku sampai tidak membalas pesanku atau mungkin dia tidak percaya aku selamat dari kejadian itu". Tutur Miko terus menerka- menerka.


"Mungkin saja ia masih sibuk dengan pekerjaannya".Tutur ibu berusaha menutupi tentang kenyataan Hana.


"Kenapa aku merasa ada yang disembunyikan ibu padaku, apa mungkin Hana sudah memiliki pacar atau kekasih baru". Pikir Miko sedih.


Terlihat sembab dimata indahnya yang berusaha keluar tapi ia coba tahan, kini batinnya sungguh bimbang antara kenyataan yang membawa pangerannya kembali dengan selamat. Disisi lain sosok suami yang berusaha mencintainya dengan caranya sendiri kini sudah menjadi malaikat penolong hatinya yang pernah hancur dan sunyi.


"Maafkan aku mas Miko, sekalipun hujan begitu deras matahari pun mampu mengeringkanya. Begitu pula manusia berusaha berkali-kali tetap tuhan yang berhak menentukan". Ucap Hana dalam hati lalu segera membawa mobilnya untuk pulang kembali.


"Nak kamu ada masalah apa, ibu perhatikan kamu sering menangis apa Renaldi yang membuatmu menangis?" Tanya ibu Saras sungguh-sungguh pada Hana.


"Tidak apa bu". Ucap Hana sambil segera menangis dalam pelukan mertuanya.


"Ceritalah pada ibu biar hatimu tenang!" Pinta bu Saras pada Hana.

__ADS_1


"Bu mas Miko". Kata-kata Hana terhenti karena sulit bicara ketika tangis isaknya mulai terdengar.


"Sudah-sudah jangan menangis nanti bayimu juga akan menangis".Bujuk Mertuanya untuk menenangkan Hana.


"Ternyata mas..mas Miko masih hidup bu , selama ini yang selalu Hana datangi makamnya bukan benar2 makam mas Miko ternyata mas Miko selamat dari kejadian itu". Kata Hana sedikit tenang sambil mencoba menceritakan yang terjadi.


"Seharusnya kamu senang ternyata Miko masih bisa selamat dan sehat. Tidak ada yang lebih penting dari itu kalau kita menyayanginya". Tutur ibu Saras pada Hana.


"Iya bu itu sudah merupakan mukjizat yang luar biasa tuhan berikan pada mas Miko aku pun ikut senang". Ujar Hana yang masih tampak sedih diwajahnya.


"Ibu mau kamu lebih mencintai apa yang ada pada dirimu terlebih dahulu agar benar ketika kamu memberi cinta pada orang lain". Ucap ibu Saras sambil memeluk Hana lagi.


*(Mungkin yang ibu Saras cantik mau katakan adalah agar seseorang mencintai dengan baik dan benar makan ia juga harus mencintai dengan baik dan benar dirinya terlebih dahulu)


####_Author minta doa baiknya ya####

__ADS_1


Semoga dilancarkan segala urusanya baik dunia maupun akhirat biar imbang ya 😊❤


__ADS_2