
Pembukaan pendaftaran Polisi Bintara. Laki-laki itu berusaha keras berlatih karena itu adalah cita-cita yang lama di mimpikanya.
"Han.. Aku ingin kamu terus nemenin aku sampai nanti aku wujud in semua impianku, kamu mau kan?" Tanya Miko dengan kesungguhannya.
"Siap komandan! Apapun impianmu aku akan mendukungmu." Jawab Hana dengan penuh keyakinan.
"Aku pastikan tidak mengecewakan mu, percayalah!" Tutur Miko pada Hana menunjukkan kesungguhannya.
" Ya Sudahlah" Feat Fade2Black
~ Bondan Prakoso~
Ketika mimpimu yang begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)
*reff:
Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything?s gonna be OKAY
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
__ADS_1
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang_##
Akhirnya keduanya saling berkomitmen untuk mempertahankan hubungan mereka dan menggapai cita-cita mereka masing-masing.
"Iya sayangku 😌". Ucap Miko seraya menggoda kekasihnya.
"Ihh apaan sih, sejak kapan panggil aku gitu". jawab Hana dengan wajah merona tersipu malu.
"Lha barusan aku panggil apa?" tanya Miko.
"Sayang..". jawab Hana singkat.
"Iya tenang, aku juga sayang kamu kog hehe." Ungkap Miko yang secara langsung membuat Hana sadar atas pertanyaan jebakan itu.
"Curang dasar pangeran kodok !" Jawab Hana sebal sambil menjewer telinga Miko.
__ADS_1
Matahari mulai sudah hampir diatas kepala, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berhenti berlari. Miko pun mengajak Miko pergi ke salah satu resto untuk mengisi perut.
"Ayo mampir ke resto dulu, pasti kamu lapar bukan." Kata Miko tanpa pikir panjang dan menarik tangan Hana.
"Tau aja kalau perut mulai berontak." Jawab Hana tanpa malu-malu.
"Kamu lucu kalau lagi laper, pasti bakal kangen saat-saat bersama mu." Ujar Miko dengan bahagianya.
Mereka pun menuju tempat pemesanan dan memilih menu yang mereka sukai. Miko pun membayar pesanan yang telah dipesan dan Kasir pun memberi nomer meja pada mereka.
"Kamu mau duduk di sebelah mana Han?" Tanya Miko.
"Terserah kamu ajah, asal duduknya sama kamu ndan." Sahut Hana yang sedikit mengombal wkwkw.
*(Hadeh ! bucin-bucin apalah daya yang jomblo WAKAKAKK)
"Udah mulai berani gombal ni yee." Goda Miko sambil menggandeng Hana berjalan ke meja yang dia tuju.
"Kan kamu ndan yang ajarin."Jawab Hana ga kalah pintar.
Cukup lama mereka berbincang, akhirnya pesanan mereka pun tiba.
"Ini pesanan mas/mbak, boleh saya ambil nomer mejanya?" Kata pelayan resto sambil mengambil nomer meja.
"Terimakasih, silahkan!" Jawab Miko dengan ramah.
"Aku benar-benar tidak salah jatuh cinta padanya, dia baik, sopan, dan tetunya sangat bisa manis". Gumam hmHana dalam hatinya.
Makanan pun sudah ludes dilahap keduanya. Hari yang indah mereka lewati bersama, akankah bertahan lama.
"Sudah kenyangkan tuan putri?" Tanya Miko.
__ADS_1
"Sudah pangeran kodok, kamu pengertian sekali." Sahut Hana.
"Oke, waktunya kita pulang."Berkata sambil menggandeng tangan Hana.