
Empat bulan kemudian Hana merasakan keanehan dalam dirinya. Sudah hampir dua bulan ia belum kedatangan tamu membuat ia kuatir pada kesehatanya. Kerap kali Hana merasakan lelah padahal tidak bekerja berat.
"Bu sudah hampir dua bulan Hana tidak kedatangan tamu, Hana takut ada masalah di kesehatan Hana." Ujar Hana pada ibu mertuanya.
"Ayo ibu antar priksa, kamu mandi dulu!" Perintah ibu Saras kuatir pada Hana.
"Baik bu." Sahut Hana segera sebelum berangkat mandi.
Terlihat Renaldi baru bangun dan melihat istrinya sudah berdandan rapi menggunakan kemeja santai dan rok warna millo.
"Sayang bukanya kamu bilang izin kerja hari ini karena tidak enak badan, lalu mau kemana sudah berdandan cantik?"Tanya Renaldi mendekati istrinya.
"Aku mau priksa ke Rumah Sakit karena sudah hampir dua bulan aku tidak kedatangan tamu, aku takut ada masalah di kesehatan ku." Tutur Hana pada suaminya.
"Kenapa malah diantar ibu, aku kan suami mu biar aku antar saja." Cetus Renaldi kesal karena Hana tidak menyuruh Renaldi yang mengantarnya.
"Bukan begitu mas kan kerja, lagian aku tidak sedang sakit parah." Tuturnya
"Apa aku harus menunggu istriku sakit parah baru aku mengantarnya, sudah tunggu aku selesai mandi!" Pinta Renaldi pada istrinya.
"Hmmm berlebihan sekali padahal aku hanya merasa kecapekan saja akhir-akhir ini." Ucap Hana dalam hati.
__ADS_1
Hari ini Renaldi menyuruh Heru untuk mengatasi semua pekerjaan yang ada di kantor dan mengantar istrinya periksa kesehatan.
"Mas yakin mau mengantarku?" Tanya Hana pada Renaldi sungguh-sungguh.
"Tidak mungkin aku becanda sayang bulan lalu kamu ingin pergi belanja bahan pembuatan bucket bunga untuk usaha mu di kota XX , aku bilang akan mengantarmu karena libur kerja sebenarnya aku tak libur hanya saja menyerahkan tugas ku pada Heru.
"Ternyata mas Renaldi perhatian dan sweet terkadang aku tidak menyadarinya." Pikir Hana beruntung memiliki suami seperti Renaldi Mahendra.
"Apa tidak ibu saja yang mengatar nak?" Tanya ibu pada putranya sekali lagi.
"Biar Renaldi yang mengantar, ibu juga ikutlah!" Pinta Renaldi pada ibunya.
Bukan main bahagia dan bersyukurnya ibu Saras melihat putranya begitu menyayangi ibu dan istrinya. Ternyata tidak salah ibu Saras memilih Hana sebagai menantunya.
Mereka pun masuk langsung menemui dokter Tina diruangannya. Dokter Tina menyambut mereka dengan hangat.
"Bu Saras apa kabar?" Ucap dokter Tina sambil mencium punggung tangan bu Saras yang tidak lain mantan guru SMU nya.
*( Tenyata guys bu saras terkenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup sukses tidak lain juga pensiunan guru SMU di sekolah XX benar-benar menakjubkan)
"Baik nak Tina, bagaimana dengan keadaan mu?" Tanya bu Saras kembali.
__ADS_1
"Alhamdulillah bu juga baik." Tuturnya.
"Siapa yang sakit bu?" Tanya dokter Tina pada bu Saras.
"Ini menantu saya katanya sudah hampir dua bulan tidak kedatangan tamu, dan akhir-akhir ini sering merasa lemas." Ujar bu Saras menjelaskan keluh menantunya.
"Oh ini menantu ibu, cantik dan manis sekali saya pikir anak ibu sekilas mirip dengan ibu." Ucap dokter Tina sambil melirik Renaldi dan Hana.
*(Kacau bagaimana malah menantu yang mirip dengan mertuanya bukan anak yang mirip ibunya wkwkwk)
Dokter Tina pun menyuruh Hana berbaring lalu memeriksanya. Setelah pemeriksaan selesai dokter Tina pun memberi penjelasan mengenai yang dikeluhkam Hana.
"Tidak terjadi apa-apa bu dengan mbak Hana, hanya saja mbak Hana harus banyak istirahat apalagi diusia kandungannya yang masih muda sekitar 2,5 bulan hal ini wajar terjadi." Tutur dokter Tina pada bu Saras sembari tersenyum
"Apa kamu hamil sayang, terima kasih tuhan kau mengabulkan doa-doa ku." Ujar Renaldi sembari sujud syukur.
"Memang kamu doa seperti apa sayang?" Tanya Hana menggoda suaminya.
"Aku berdoa segera menjadi seorang ayah untuknya." Ucap Renaldi menunjuk perut istrinya.
Kata-kata Renaldi membuat seisi ruangan tertawa bahagia..
__ADS_1
#########
Terima kasih para reader telah membaca ceritaku 🙏🙏🙏