
Sesampainya diruang kerja kantornya tampak Rere membawa kue untuk Hana.
"Mbak Hana cobain enak, aku sendiri yang buat loh!" Ujar Rere menyuruh Hana mencicipi kue buatannya.
"Enak pandai sekali kamu membuat seperti ini." Puji Hana pada Rere.
"Terima kasih mbak Hana, itu aku coba resep barunya chef XX yang terkenal di youtube loh".
"Baguslah aku jadi sering-sering jadi pencicip kue nih." Ucap Hana sambil tersenyum jail.
"Tenang pasti akan ada testi selanjutnya." Ujar Rere.
"Tapi gratiskan? wkwkw". Sahut Hana becanda.
"Gratis buat mbak Hana yang lain ngutang".
Ujar Rere membuat rekan lainnya protes.
Drrt,.. drrrt... notif from Vey
__ADS_1
"Aku ga rela mas Renaldi ninggalin aku han, aku harus bagaimana?" Isi pesan Vey.
"Maaf mbak Vey tapi mas Renaldi pun tak mau mendengar sedikit pun saran dariku." Balas Hana.
"Aku udah serahin apapun yang aku punya ke Renaldi Han, bagaimana mungkin aku sanggup ditinggalkan begitu saja." Pesan Vey.
"Maksudnya mbak Vey apa?" Tanya Hana polos di pesannya.
"Aku bahkan pernah tidur dengan Renaldi bahkan sering, sekarang dia main pergi saja." Pesan Vey yang mencoba menyulutkan kobaran cemburu juga kesal pada Hana.
"Benarkah mas Renaldi seperti itu aku tak menyangka, kenapa rasanya sakit ketika tau mas Renaladi seperti itu." Ucap Hana dalam hatinya tanpa membalas lagi pesan dari Vey.
DISISI LAIN VEY....
Vey sudah mengerti takkan mungkin bisa mengambil hati Renaldi lagi, namun itu tak membuat ia berhenti memberi bumbu racun yang akan membuat hubungan Renaldi dengan Hana tidak harmonis.
Seperti biasa Hana pulang sekitar jam 5 sore begitu juga Renaldi.
Sampai dirumah terlihat Renaldi selesai mandi dan Hana pun bergantian mandi.
__ADS_1
"Kenapa muka Hana terlihat bete gitu ada apa denganya?" Tanya Renaldi pada dirinya sendiri.
Makan malam bersama tidak sedikit pun Hana melirik Renaldi sesekali dia mengangkat wajah hanya untuk melihat ibu Saras.
"Ada apa sebenarnya dengan dia, apa mungkin dia PMS?" Pikir Renaldi bertanya-tanya dengan perubahan sikap Hana.
Pekerjaan keduanya pun selesai diruang kerja masing-masing tapi tak ada satupun yang angkat bicara saat hendak tidur.
"Kenapa aku kecewa saat aku tau mereka pernah tidur berdua, seharusnya aku sadar mereka saling mencintai dan aku sebagai wanita bodoh hampir saja aku menaruh rasa padanya, bodoh sekali!" Ujar kesal Hana dalam hatinya.
Tiba-tiba tangan Renaldi memeluk Hana sangat erat dan mencium rambut Hana lembut, tapi beberapa kali Hana berhasil melepaskan diri dan menyingkirkan tangan Renaldi.
"Dia kenapa sebenarnya, mengapa terlihat sangat sebal terhadapku?" Pikir Renaldi dalam pikiranya.
Hana pun bangun memastikan Renaldi benar-benar tidur lalu mengambil album kecil yang berisi foto kekasihnya yang telah lama pergi di rak bukunya.
"Mas andai saja kau disini, mungkin aku akan merasakan menjadi wanita yang beruntung karena dicintai orang yang tulus sepertimu." Ucap Hana sambil memeluk foto Milik Miko dan menciumnya sambil menangis.
Renaldi yang pura tidur mengerti foto siapa yang sedang dipeluk istrinya sambil menangis.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba dia menangis apa hanya sedang merindukan kekasihnya yang sudah pergi atau jangan-jangan dia memiliki masalah lain namun enggan menceritakannya kepada siapa pun." Pikir Renaldi dalam hati.
*(Ga kuat deh guys nikahnya sama kita tidurnya sama orang lain akiitt sabarr ya non Hana)