
Miko tidak lagi didinaskan jauh kali ini, sehingga membuka peluang tetap bisa menemui Hana. Segera ia menyebet gadgetnya dan mengirim pesan untuk Hana.
"Pagi Han.., nanti aku rencana cari makan dengan anggota ke rumah makan dekat rumah keluargamu. Bagaimana klau nanti aku antar menu makanan kesukaannmu (Bisteak Daging) kerumahmu?! Tenang kalau sampai rumah Renaldi aku bilang pada penjaga dari jasa go food". Tutur Miko dalam pesan menawarkan idenya
"Tidak perlu mas! merepotkanmu saja." Balasnya
"Sudahlah!" Balas singkatnya
Kedua penjaga rumah Renaldi sudah memiliki tugas rangkap untuk menjaga rumah sekaligus mengawasi nona mudahnya.
"Aku akan berjaga dirumah, jika mbak Hana ada pergerakan keluar kamu harus menikutinya!" Tuturnya pada penjaga 2.
"Oke siap!" Sahut penjaga 2.
Tengah Hari yang cukup cerah. Terlihat Hana mondar-mandir melihat dari balik jendela ruang tamu, memastikan Miko tidak benar-benar datang sebagai seorang go~food.
"Maaf mas! Anda hendak menemui siapa?! Ujar penjaga 1.
"Saya hanya mengatarkan pesanan mbak Hana pak." Ujar Miko meyakinkan pak penjaga
Tiba-tiba terlihat lagi ada penjaga lagi yang menghampiri Miko. Seketika Miko menatap lama penjaga itu dan baru ingat, bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang mendatangi rumahnya tempo lalu.
"Kamu?! Ucap Miko tanpa sadar.
__ADS_1
"Lebih baik tuan tidak menggunakan modus pengantar makan untuk menemui nona kami!" Ucap penjaga 2 geram.
"Mas Miko?! Terima kasih lain kali tidak perlu repot-repot!" Ujar Hana yang menyadari ternyata Miko sudah memasuki beranda rumahnya.
Kedua penjaga terlihat tenang tapi tetap kaku memasang mimik datar seakan tidak terjadi apa-apa.
"Kamu tidak hendak mengusirnya kan?! Tanya Hana geram pada kedua penjaga rumahnya.
"Tidak non!"Sahut keduanya.
"Si*alan! Mereka pandai sekali berbohong pada Hana".Ucap Renaldi dalam hati.
"Mas langsung balik? apa mampir dulu?! Tanya Hana membuyarkan lamunan Miko.
Kedua penjaga terlihat tersenyum menyeringai mendengar kata-kata Miko.
"Ya sudah hati-hati mas!"
"Oke! jaga dirimu baik-baik Han!" Ujarnya sebelum meninggalkan Hana.
"Kau pikir apa gunanya tuan mudah mengaji kami?! Ujar salah satu penjaga.
"Ssttt! tidak sopan berkata seperti itu." Tutur Hana pada kedua penjaga.
__ADS_1
"Maaf non, kami hanya berkata benar!" Cetusnya
"Sudahlah! kalian itu membuatku pusing saja". Ujar Hana kesal pada kedua penjaganya
*( Awas dimakan Hana pak penjaga yang terhomat wkwkw dia kan sedikit sensitif)
Tanpa pikir panjang Hana masuk kerumah dan mencari ibu Saras yang tampak tenang menyaksikan TV sejaligus mengecek laporan keuangan salah satu restonya.
"Bu ayo makan kita makan berdua, aku membawa "Steak Daging Panggang", cobalah!" Pinta Hana pada bu Saras.
"Sudah.., nak Hana makan dulu biar dede bayinya sehat." Ujar bu Saras sambil mengelus bahu menantunya dengan lembut.
####
Disela bekerja laki-laki ini tetap mengawasi istrinya melalui penjaga rumahnya.
"Pak, tadi mas Miko datang kemari membawa bungkusan makanan untuk mbak Hana." Bunyi pesan dari penjaganya
"Kenapa tidak kau usir?! Balas Renaldi terlihat marah.
"Kami hendak mengusir! malah mbak Hana menemuiny, namun tidak terjadi apa-apa karena mbak Hana hanya menerimanya dan bertrimakasih. Lalu mas Miko pun langsung pergi." Tutur penjaga itu dalam pesanya.
"Oke! terusi awasi mereka jangan sampai mereka bertemu lagi!" Tegas Renaldi dalam pesan terakhirnya.
__ADS_1