
Dengan bahagia dan penuh semangat laki-laki itu membawa mobilnya melaju ke salah satu cafe langganannya untuk bertemu dengan kekasihnya tidak lain nona "Cantika Vey."
"Sayang, gimana acara pernikahanmu dengan wanita itu?" Tanya Vey yang sudah tau mengenai pernikahan kekasihnya tapi ia bodoh amat karena tau kekasihnya tak pernah mencintai istrinya.
"Sudah jangan bahas itu, yang penting aku menemuimu saat ini sayang." Ujar Renaldi
*(Hadeh ga tau malu banget sih kamu non ..tuh kan suami orang)
Tanpa disadari keduanya sedang diawasi oleh mata-mata utusan Ibu Saras.
"Padahal istrinya tuan muda manis baik masih aja berhubungan dengan mbak Vey yang jelas-jelas terkenal atitude nya buruk." Ujar mata-mata dalam hati.
*(Manusia-manusia ya begitulah bang banyak maunya ga pernah puas)
"Sayang bukanya itu suami Hana ya?" Ujar Lexa kekasih Sherly.
"Mana sih?" Tanya Sherly penasaran.
"Itu lagi duduk disofa merah sambil dipeluk cewek". Kata Covid sambil memberi isyarat pada Sherly mengenai dua pasangan yang tidak begitu jauh dari bangkunya.
"Ya ampun itu bener Renaldi suami bebih Hana." Cetus Sherly sedikit shock dan heboh.
"Bentar biar aku fotoin n beri tau Hana, ini ga bisa dibiarin dasar hidung belang!" Ujar Sherly tanpa tau permasalahan yang sebenarnya mengenai keduanya.
Cekrek...cekrekk... Send to Hana
Hana pun memperoleh pesan dari Sherly dan membukanya.
__ADS_1
"Han, ini benar suami mu kan?" Isi pesan Sherly dalam fto kirimannya.
"Apa yang harus aku katakan pada Sherly." Pikir Keras Hana.
"Oh itu mantan kekasihnya mungkin hari ini hari terakhir mereka bertemu biarkan saja!" Jawab Hana meyakinkan Sherly.
"Tapi Han bagaimana pun dia suami mu tidak sepantasnya di muka umum berlaku seperti itu" Ujar Sherly dalam pesan.
"Biarkan saja!" Jawab singkat Hana.
Sherly sedari tadi bingung karena merasa ada yang disembunyikan Hana padanya.
"Lain waktu tanyakan secara langsung apa yang terjadi pada Hana!" Perintah Covid kekasihnya.
"Iya aku rasa ada yang tidak beres dengan pernikahan mereka." Ucap Sherly.
"Ren kamu darimana saja?" Tanya ibunya
"Bukanya tadi aku sudah beritahu ibu." Jawabnya.
"Kamu pergi menemui Vey kan?" Tanya Ibunya.
"Ibu bicara apasih bukannya ibu tidak menyukainya, lalu kenapa tiba-tiba bicara mengenai Vey?"Tutur Renaldi pada ibunya.
"Ini apa kalau bukan kamu bertemu dengannya?" Ujar ibunya menyodorkan foto di handphonenya.
"Ibu maafkan aku, tapi ibu taukan aku menyukai Vey bukan wanita kampungan itu." Ujar Renaldi.
__ADS_1
"Hentikan Ren! ibu tidak suka kamu menyebut istrimu seperti itu." Ujar Bu saras dengan terlihat marah.
Renaldi pun diam lalu meninggalkan ibunya sendiri diruang tamunya. Ketika menuju kamar ia pun tak menemui sosok Hana dikamarnya.
"Kenapa aku bicara seperti itu pada ibu?" Ucap Renaldi menyesali semua perkataanya.
"Wanita itu juga kemana lagi." Kata Renaldi sembari mencari sosok Hana.
Hana yang berada dihalaman taman belakang rumah mencoba menjelaskan semua yang terjadi pada Sherly lewat VC(Video call).
"Dia sedang Vc siapa? Apa mungkin kekasihnya?" Pikir Renaldi menerka-nerka.
"Sudah ya nanti dulu da da emuachh". Ucap Hana sebelum menutup VC dengan Sherly karena mengetahui Renaldi melihatnya.
"Siapa yang kamu telfon?" Tanya Renaldi ketus.
"Bukan urusanmu!" Sahut Hana tidak kalah ketus.
Tiba-tiba Renaldi menahan tangan Hana yang hendak pergi membuat Hana sontak kaget lalu terpeleset ke rerumputan taman.
"Ayo bangun aku bantuin!"Ujar Renaldi sambil mengulurkan tangany dan tertawa.
"Tidak perlu terima kasih!" Jawab Hana ketus.
"Ternyata dia lebih manis dan lucu ketika marah." Pikir Renaldi dalam hati lalu tersenyum sendiri tak kuat melihat ekspresi Hana tadi.
"Dasar laki-laki tak berprasaan!" Maki hana pada Renaldi.
__ADS_1