
Matahari pun terlelap. Suasana masih tampak ramai dengan lalu lalang kendaraan. Hana duduk di bangku menunggu martabak bungkus pesanannya selesai.
"****** aku, kenapa kak Miko juga ada disini." Gumam lirih sambil memalingkan muka berharap orang yang dimaksud tidak melihatnya.
"Hai, sendirian saja kamu?" Sapa Miko
"Iya". Ucap singkat Hana
"Maaf sebelumnya, apa pesanku mengganggu mu?" Tanya Miko hati-hati
"Nggak kog."Jawab Hana dengan singkat, padat ,dan jelas.
"Kamu yakin! Apa cowok kamu ga marah gitu?" Miko melempar pertanyaannya lagi.
"Aku ga kepikiran punya cowok, jadi mana mungkin ada cwok yang marah." Jawab Hana dengan ketus.
Cukup lama perbincangan terjadi Hana yang sedari tadi berharap pesanannya segera selesai dan pergi meninggalkan percakapan yang cukup kaku dan cangguh menurutnya. Akhirnya bapak penjual martabak menghampiri dan memberikan bungkusan sesuai pesanannya.
"Ini mbak Hana, apa mau pesan minuman cup juga ?" Tanya bapak penjual martabak sambil menghampiri Hana.
"Ndak pak ini saja. Terimakasih."ucapnya ramah sambil tersenyum.
"Gila ! .. kenapa dia manis sekali."Puji Miko dalam hati.
"Kak Miko, aku duluan ya ?" Sapa Hana pada Miko sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"mmm..iy iya, Hati-hati ya!" Jawab Miko yang tergagap akibat bangun dari kota mimpinya.
Sudah tampak menghilang punggung yang tadi masih terlihat dari meninggalkan warung Martabak.
"Mas suka sama mbak Hana ya ?" Bapak penjual martabak yang sedari tadi ingin melemparkan pertanyaannya, akhirnya meluncurkan pertanyaannya juga.
"ehh apa pak, eh nggak kog bapak bisa aja?" Tersentak dari lamunanya sambil salah tingkah.
"Hana itu adek kelas saya disekolah". Pungkas Miko.
Sesampainya dirumah Hana memakan martabak yang ia beli bersama keluarganya. Setelah selesai ia pun tidak lupa sholat terlebih dahulu dan segera mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kenapa tadi harus ketemu kak Miko? apalagi aku jarang banget bales chat dia, untung saja dia ga tanya alasanku ga balas dia". menarik nafas dalam-dalam sambil berbicara sendiri tentang hal yang berkecamuk difikiranya.
"Kak Miko, OMG aku harus jawab apa nggak ya?" Hana bingung dan bergumam harus menjawab atau tidak.
"Malam juga".😊 Balas Hana singkat.
"Lagi sibuk kah?". balasan chat dari Miko.
"Nggak kog, baru aja selesai ngerjain tugasnya". balas Hana.
Terlihat gelisah diwajah Hana karena belum juga mendapat balasan dari Miko.
"Mau dia tak membalas apa peduliku, kenapa aku jadi kesal begini ya?" mencoba bertanya dengan dirinya sendiri. Hana
__ADS_1
Satu jam kemudian...
"Ping!"
"Ping!"
"Maaf aku ketiduran, sudah malam kamu tidur gih!" Miko membalas dengan penyesalan karena telah membuang kesempatan berharga mendapakan balasan chat dari Hana.
"Drrrt, drrt, ..ping!"
"Drrt, drrt, ..ping!
Hana pun terbangun setelah tertidur menunggu balasan Miko dan membaca pesannya.
"Iya gpp kak, tadi aku juga ketiduran memunggu chat dari kakak". balas Hana.
"Night princess Hana, moga mimpi indah". membalas pesan dengan mimik malu tapi tulus.
"Night too Pangeran kodok, peace". balas hana sambil tersenyum melihat layar ponselnya.
Akhirnya dua sejolly itu pun mulai sedikit menyadari adanya kenyaman diantara mereka. Awalnya Hana yang acuh dan tidak berpikir sejauh ini memberikan perasaannya.
Disisi lain Miko yang diam-diam telah menyukai Hana dari awal ia masuk dan mengikuti MOPDB.
Gadis yang dimata dia ceria, tapi sangat cuek dengan lawan jenisnya. Itulah awal ia menyukai Hana.
__ADS_1