"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Ingin Sekali


__ADS_3

Hangat menerawang dari celah-celah jendela ruang tidurnya. Masa kelam itu menciptakan jarak lintas terjauh dari peredarannya. Bergegas menerabas alur jalanan menuju rumah yang akhir pekan kemarin laki-laki itu datangi.


"Sher,.. bantu aku menemuinya aku mohon!"Kata Miko sungguh-sungguh meminta Sherly mengabulkan permintaannya.


"Kak bagaimana kalau aku menyuruhnya kesini dengan alasan ada syukuran dirumah, mungkin saja ia mau mepertimbangkan datang."Tutur Sherly memberi idenya yang lumayan bagus.


"Baiklah lakukan kalau menurutmu itu akan berhasil !" Perintah Miko untuk menghandle semuanya.


"Oke siap!" Sahut Sherly sambil mencoba menghubungi Hana.


#####


Ring...Ring...Ring ~ notif Mis heboy


"Halo Sher, ada perlu apa menelfonku?" Ucap Hana melalui telfon selulernya.


"Han dirumahku ada syukuran kemari, ayolah!"Sahut Sherly mencoba membujuk sahabatnya.


"Ya sudah aku juga lagi tidak kemana-kemana." Jawabnya ditelfon.


"Beneran ya kesini, aku tunggu!" Pinta Sherly pada Hana.


"Oke!" Cetus Hana sebelum mematikan telfonnya.


####


"Gimana? Hana bisa kesini?" Tanya Miko beruntun pada Sherly.


"Berhasil !" Sontak Sherly kegirangan sampai hendak memeluk Miko.

__ADS_1


"Maaf kak." Kata Sherly segera melepas pelukannya.


"Iya Gpp, lain kali jangan begitu hehe."Ucap Miko sedikit becanda.


Cuaca hari ini cukup cerah lalu lalang kendaraan akhir pekan nampak terlihat sesak. Mobil Hana melaju dengan kecepatan standart menyesuaikan kendaraan lain.


"Kak Hana sudah di teras rumah, sembunyilah!" Perintah Sherly mendorong Miko agar segera bersembunyi.


"Sembunyi dimana?" Tanya Miko bingung.


"Kamar mandi cepat!" Perintah Sherly menunjuk arah jalanmenuju kamar mandinya.


Beberapa menit Hana mengentuk tapi belum juga dibuka oleh Sherly. Hana pun mencoba mengetuk untuk ke-empat kalinya.


"Kamu lama sekali sih Sher, mana katamu ada syukuran? Pasti kamu bohongi aku ya kan karena kamu kangen pingin ketemu aku, ngaku!"Oceh Hana sedikit kesal apa yang telah dilakukan Sherly.


"Kalau memang ada yang ingin bertemu denganku, mana orangnya? Tanya Hana kesal.


"Ada Han, tapi berjanjilah untuk tidak kesal dan marah padaku!" Pinta Sherly sembari memohon dengan tulus.


"Sudahlah Sher jangan bercanda kamu sedang sakit? disini tidak ada siapa-siapa bukan, bahkan tadi bibi saja dirumah bude mu aku pun sempat bersalaman dengan beliau."Tutur Hana merasa Sherly kurang enak badan sambil menyentuh dahi Sherly dengan punggung tangannya.


####


"Yang benar saja tuh bocah nyuruh aku ngumpet di kamar mandi, apalagi aku alergi dingin. Oke Gpp demi Hana aku rela."Gumam Miko sedikit kesal dengan ide Sherly.


Bahkan ia rela merasakan nyeri bahkan ngilu pada tulang-tulangnya sebab udara dingin sembab yang ada ditempat itu. Bibirnya sedikit memutih dan giginya bergetar bertautan beberapa kali.


####

__ADS_1


"Sebenarnya aku menyembunyikan Mas Miko dikamar mandi". Ujar Sherly


"Hmm Apa! kamu sudah gila kamu suruh dia ngumpet dikamar mandi, bisa-bisa dia..."Hana tak melanjutkan kata-katanya segera beranjak berdiri menuju ruang kamar mandi Sherly.


"Iya...tapi, aku lakukan ini.." Kata-katanya tidak dilanjut dan menatap penuh rasa bersalah.


Hana mengetuk beberapa kali pintu kamar mandi dan mendapati laki-laki keluar dari balik pintu dengan wajah pucat dan lemas. Seketika itu langsung memeluk Hana.


"Sudah lama kita tak pernah bertemu tuan putri , kamu terlihat masih peduli padaku bahkan masih sangat mempedulikanku." Tutur Miko lirih dan menggigil akibat kedinginan.


Mereka bertiga kembali keruang tamu. Sherly segera pamit membuatkan teh hangat untuk Miko.


"Han?" Miko berusaha terdengar tenang,"kamu kenapa tidak mau menemuiku?"


"Bukan tidak mau aku hanya,.."Kalimat Hana mengantung ketika melihat Sherly kembali dengan membawa nampan berisi segelas teh hangat.


"Maaf mengganggu kalian! aku hanya mengantarkan teh ini." Ucap Sherly sebelum meninggalkan keduannya.


"Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu?" Tanya Miko dengan lembut.


"Aku bahagia mas, kamu tak perlu kuatir mengenaiku". Jelas Hana agar Miko tidak berfikir yang tidak-tidak.


"Kamu tidak sedang berbohong bukan padaku? katakan saja kamu tak bahagia dengannya, aku siap menikahimu! bahkan aku tidak mempermasalahkan bayi yang ada dikandunganmu anak kamu dengan Renaldi."Miko bersih keras meminta Hana kembali dan menerima apapun yang terjadi padanya.


"Aku memang mencintaimu mas tapi itu dulu sebelum aku menerima tawaran menikah, namun setelah aku berusaha ihklas dan percaya kamu benar-benar meninggalkanku! aku bisa sedikit demi sedikit menempatkan suamiku dihatiku."Tutur Hana meyakinkan Miko.


"Aku minta maaf membuatmu berfikir aku meninggalkanmu! mencampakkanmu! bahkan membuat kamu menderita karena kabar kematianku."Kata Miko yang tidak tau harus berkata apalagi pada Hana.


"Tidak apa mas, yang terpenting kamu sekarang baik-baik saja." Tutur Hana legah melihat Miko menerima semua pengakuan dan kenyataan yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2