
Hana terbangun dari tidurnya, ia merasakan seakan berat diperutnya. Ternyata tangan Renaldi memeluk Hana erat.
"Ya ampun dikira aku guling apa?" Gumamnya lirih lalu melepaskan tangan Renaldi dari pelukanya.
"Aku harus mandi lalu pergi menemui ibu Miko pasti ibu Miko akan senang melihatku kesana." Ucap Hana bersemangat.
Ketika selesai mandi ia pun keluar mengenakan handuk menuju almari berharap Renaldi masih tidur.
"Dia kelihatan menggemaskan sekali ketika hanya mengenakan handuk." Ujar Renaldi yang masih malas-malasan untuk bangun.
Hana pun menoleh memastikan Renaldi masih tidur pulas dan segera mengganti pakaiannya. Tanpa disadari Renaldi pura-pura tidur dan menyaksikan istrinya berganti pakaian.
"Untung saja sih monster belum bangun." Gumam lirih Hana.
"Mau pergi kemana dia hari libur begini? pakai acara dandan cantik begitu jangan-jangan mau menemui kekasihnya tidak bisa dibiarkan." Pikir Renaldi sembari bertanya-tanya.
Renaldi pun bangun dan mandi setelah itu berniat membuntuti Hana yang difikir menemui kekasihnya.
"Bu Hana pamit kerumah ibunya teman Hana ya bu beliau pasti sedih kehilangan putranya." Ujar Hana.
" Iya Han, kenapa tidak minta diantar Renaldi saja?" Tanya ibunya.
__ADS_1
"Tidak usah bu Hana pergi sendiri saja." Tuturnya.
Ibu Saras pun tau siapa yang dimaksud ibu temannya tidak lain ibu mantan kekasihnya yang sudah meninggal, tapi bu Saras tidak terlalu menghawatirkan itu karena tidak mungkin laki-laki itu hidup lagi mengambil Hana dari putranya.
"Bu Renaldi mau pamit juga." Ucap Renaldi.
" Mau kemana kamu Ren?" Tanya ibu heran.
"Aku mau mengikuti Hana bu." Bisik Renaldi pada ibunya.
"Sejak kapan kamu peduli dengan istrimu?"Tanya ibu ketika Hana sudah keluar dari pintu menuju garasi.
Tampak sepedah Hana terpakir di depan sebuah toko kain.
"Buat apa dia beli kain?" Pikir Renaldi bertanya-tanya.
"Sepertinya ibu Miko suka Warna cream jadi dipadukan dengan putih sepertinya bagus, yasudah aku ambil ini sajalah." Ujar Hana sambil memilih beberapa kain untuk ibu Miko tidak lupa membawa kain warna pink dengan paduan putih untuk ibu Saras.
"Pak tolong bungkus yang ini ya!" Pinta Hana.
"Ini mbak totalnya "Lima Ratus Dua Puluh Ribu" semuanya." Ucap penjual kain.
__ADS_1
"Ini pak terima kasih." Sahutnya segera pergi.
Wanita itu keluar dari toko kain segera menuju rumah ibu Miko.
"Assalamuallaikum, ibu apa ada dirumah." Panggil Hana sambil mengetuk pintu.
"Nak Hana." Jawab ibu Miko saat membuka pintu langsung memeluknya.
"Siapa ibu itu, sepertinya bukan kerabat Hana bahkan aku tidak pernah melihatnya." Ujar Renaldi sambil mengawasi istrinya dari dalam mobil.
Hampir dua jam Renaldi menunggu sepertinya Hana dan ibunya Miko sangat asyik mengobrol sampai-sampai Renaldi mengantuk menunggunya.
"Ibu Hana pulang dulu ya, kalau kangen sama Hana bisa hubungi Hana!" Pinta Hana.
"Iya nak ibu sudah menganggapmu putri ibu sendiri, semoga kamu bahagia dengan pernikahnmu ini." Tutur ibu Miko
"Terima kasih bu, semoga ibu sehat selalu." Ucap Hana sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Hana pun pulang tidak lupa mampir ke makam Riko dan ibunya.
"Apa yang dia lakukan dimakam? apa dia pergi ke makam ibunya tapi dia pergi ke makam yang berbeda sepertinya itu juga makam kerbatnya." Terka Renaldi pada Hana.
__ADS_1