"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Mulai Menunjukkan Perasaannya


__ADS_3

Di meja kerjanya tersusun rapi laporan dan kertas-kertas kerjanya. Tiada orang yang tau isi laci tersebut, bagaimana bisa tau?! kunci laci itupun selalu ia bawa kemana-kemana.


"Mungkin aku hanya bisa menyimpan fotomu disini, karena mungkin ini tempat aman yang kumiliki." Ujarnya


"Mbak Sher.., bisa aku minta laporan keuangan bulan kemarin?" Tanya rekan kerjanya.


"Oh iya ini, ambilah !"


"Hayo mantengin foto siapa hayo?! Ujar rekan kerjanya menggoda Sherly.


"Ssstt! kecil-kecil ga boleh keppo urusan orang dewasa." Ujarnya pada rekannya yang bisa dibilang masih lebih muda darinya.


"Berproses tidak masalah toh mbak? hehe." Sahutnya.


"Yowes-yowes, sembarang sing penting koe seneng!" Kata Sherly dengan logat jawanya.


*(artinya diatas "yaudah, terserah yang penting kamu bahagia!" )


"Kak, andai saja kaka tau selama ini aku menyimpan perasaan ini sendiri." Ucap batinya


Sepertinya dia terlalu pandai menutupi perasaannya, mungkin memang mencintai orang yang mencintai sahabatnya adalah pembodohan karena bagaimanapun hasilnya akan buruk.


Kini sudah beda critanya, Sahabat yang dicintai oleh orang yang ia cintai telah menemukan sosok pangeran yang sudah menjadi takdirnya. Jadi apa tidak boleh jika ia memulai perasaannya kembali seperti semula.

__ADS_1


####


HARI ULANG TAHUN MIKO...


"Selamat ulang tahun ke-27 tahun mas, semoga rezekinya lancar dan cepat dipertemukan jodohnya." Ujar Hana dalam pesan yang telah dikirimnya ke Miko.


"Terima kasih tuan putri, aku yakin kamu tidak lupa hari ulang tahunku." Balasnya.


"Mas pernah ga sih mas, kamu sadar ada seseorang yang mencintaimu diam-diam ?" Tanya Hana dalam pesanya.


"Kalau Yang pernah mencintai dengan baik dan tulus aku tau Han, itu pun tanpa kamu tanya." Ujarnya.


"Memang mas tau?!


"Kenapa kamu bertanya begitu, tentulah kamu Han!" Balas Miko.


Kata Hana serius.


"Lalu siapa lagi?"


"Mas juga kenal baik dengannya, begitu pun aku sangat mengenal baik dirinya." Hana memberi kode-kode agar Miko sedikit sadar siapa yang dimaksudnya.


"Maksudmu siapa,? aku benar-benar tidak tahu Han, apalagi kalau itu mengenai selain kamu." Balas Miko tegas dan tidak ingin tau lagi.

__ADS_1


"Apa maksudmu Han apa kau ingin aku segera melupakanmu?" Kata batinnya


####


Sampailah dipagar kuning keemasan. Sempat mematung lalu memutuskan tetap masuk. Dia hanya akan memberikan bungkusan kado, bukan akan ke kandang harimau, tapi kenapa hati dan pikirannya seakan gugup dan kacau antara benar atau tidak memutuskan untuk kemari.


"Selamat siang bu.., apa Sherly menggangu?" Ucapnya ketika melihat ibu Miko sedang merangkai bunga imitasi di teras rumah.


"Nak Sherly, tumben kesini apa ada perlu dengan Miko?" Tanya ibu Miko tanpa sungkan.


"Tidak bu..,! Sherly hanya mengantar bungkusan untuk mas Miko sebagai kado untuknya."


"Ya ampun, ternyata kamu juga tahu nak ulang taun Miko."


"Terimakasih atas kadonya nak Sherly." Ujar ibu Miko pada Sherly.


"Sama-sama bu, Sherly pamit dulu ya?" Kata Sherly lembut.


"Tidak mampir dulu, ngobrol-ngobrol sama ibu." Tutur ibu Miko menawarkan Sherly untuk bertamu sedikit lama.


"Sherly mau lanjut kerja bu, ini tadi Sherly jam istirahat mampir kesini." Jawabnya.


"Ya sudah lain kali mampir-mampir kesini!" Pinta ibu Miko.

__ADS_1


Sherly pun pamit meninggalkan ibu Miko sendiri di teras rumah. Tampak ibu Miko heran karena tidak biasanya Sherly kerumahnya, apalagi tanpa Hana.


"Sudahlah! apa salahnya nak Sherly kesini sendiri, mungkin juga nak Hana masih repot dirumahnya." Ibu Miko yang juga masih berharap Hana yang akan menjadi menantunya.


__ADS_2