"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
BERTEMU


__ADS_3

Sudah hampir dua tahun lebih lamanya mereka tidak bertemu, akhirnya waktu itu pun tiba juga. Dua sejolly pun akhirnya bertemu. Hana dan keluarga Miko yang sudah hampir satu jam menunggu kedatangan Miko pun sudah tak sabar menyambutnya.


"Pangeran kodok ku, aku rindu". Ujar Hana berlari. menghampiri Miko sambil melingkarkan tanganya seraya memeluk Miko dengan erat.


"Han, aku sayang kamu bagaimana kabarmu?" Berkata pelan dengan membalas pelukan hangat Hana.


Orang tua Miko pun ikut menghampiri sambil heran melihat Hana yang sangat paham dengan kekasihnya. Terlihat dari awal langsung mengenali Miko yang nampak ada perubahan pada kulitnya akibat pendidikan militer yang Miko peroleh.


"Nak, bagaimana keadaanmu?" Ayah Ibu sampai tidak mengenalmu karena kulitmu yang excotic ini". Peluk ibu Miko sambil meledek putranya.


"Ibu kalau meledek bisa saja".Jawab Miko.


"Jagoan ayah pasti lelah sekaligus lapar, ayo pergi cari makan dulu!" Sahut ayah Miko yang berada dibelakang ibunya.


Mendengar ayahnya berbicara tanpa pikir panjangg Miko pun bergerak langsung memeluk ayahnya.


"Ayah?! aku sangat rindu omelan darimu". Ucap Miko dengan sedikit manja, lalu meneteskan air mata.


"Jagoan kog cengeng, yang terpenting bagi kami kamu baik-baik saja dan bahagia". Tutur ayah Miko sembari membala pelukan putranya.


Keluarga bahagia pun segera berjalan menuju mobil dan melaju menuju resto dekat dengan stasiun XXX.

__ADS_1


~BEBERAPA MENIT SETELAH MEMESAN~


"Ini hidanganya, silahkan dinikmati!" Ucap pelayan penghantar makanan.


"Terima kasih, dengan senang hati". Jawab Miko tanpa basa basi.


"Mas Miko semangat sekali, ketahuan kalau sedang lapar." Ejek Hana sambil tersenyum jahil.


"Karena sudah mengejek ku, kamu harus suapin aku!" Rengek Miko tanpa tau malu.


"Curang mas Miko, yaudah sini aku suapin!" perintah Hana kesal.


*(Hadeh gini nih yang bikin para reader juga baper)


"Sudah ndang dihabiskan makanya! ga malu sama orang-orang?" Ujar Hana menahan malu dengan sikap Miko.


Acara makan-makan pun telah usai. Kini Miko dan keluarganya mengantar Hana pulang. Rindu yang selama ini mereka rindukan akhirnya berujung temu.


"Miko pergi mandi sana!" Perintah ayah Miko sesampainya dirumah.


"Siap Ayah, tumben langsung nyuruh mandi." Gumam Miko.

__ADS_1


"Gimana ga nyuruh mandi, badanmu kayak ga mandi sebulan Mik." Ledek ayahnya.


"Ayah kalau ngeledek sukanya". Protes Miko ketika diledek ayahnya.


Miko pun lari mengambil handuk langsung menuju kamar mandinya.


"Ayah, bantuin ibu angkat koper Miko ke kamar!" Kata ibu meminta tolong pada suaminya.


"Iya buk, sini biar ayah yang bawain!" Pinta suaminya yang juga ayah Miko.


Tampak Miko keluar dari kamar mandi dan disambut ayah dan ibunya.


"Istirahat dulu nak kalau masih lelah" Ujar ibunya yang sedari tadi mengeluarkan barang dari koper Miko.


"Iya bu habis ini." Sahut Miko sambil mengeringkan rambutnya.


Sesampainya di kamar Miko pun menjatuhkan dirinya di atas kamar tidur. Entah sudah berapa lama ia merindukan kamarnya yang tetap rapi dan bersih walau tak ditempati. Tentu siapa lagi kalau bukan ibunya yang membersihkan dan merawatnya.


"Terima kasih Ayah Ibu kalian sudah merawatku dengan sangat baik." Ucap Miko dalam hatinya


Begitulah keadaan keluarga sempurna Miko yang menjadi idaman setiap keluarga yang melihatnya. Ayah dan ibunya yang sabar juga tegas mendidik anak semata wayangnya.

__ADS_1


__ADS_2