"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Hanyalah Tipuan


__ADS_3

Apapun yang kita miliki hanyalah sebuah ilusi. Karena semua hanyalah tipuan warna dan bentuk keadaan. Bahkan rasa cinta yang katanya tak bisa luntur dan takkan pernah hilang apalagi tergantikan.


Kotak berisi sejuta rasa kembali berduka. Mencoba berkali-kali mencari kekuatan dan kesabaran yang tiada batasnya. Mendung tetap menyergap dan bertata teratur memaksa untuk turunkan rintiknya. Tangan selembut tisue mencoba untuk menyeka.


"Aku baru menyadari tidak semua catatan ekspektasi kehidupan itu sesuai dengan tulisan penulisnya." Pikir Hana mencoba menerima kenyataan bahwa ia harus bisa bijak mengenai perasaannya sendiri.


Renaldi masih terpatung disudut pintu kamar melihat apa yang sebenarnya tidak suka ia lihat. Bagi Renaldi kesedihan istrinya adalah kesalahannya.


"Sayang kenapa kamu bersedih?apa aku berbuat salah padamu atau mungkin ada yang mengganggu mu?" Tanya Renaldi hati-hati


"Mas apa yang datang lebih awal itu pemenang?"Tanya Hana sambil bersandar di bahu Renaldi.


"Tidak selalu sayang, yang datang belakangan tapi ia memberi perubahan besar maka ia bisa dijadikan pemenang." Tutur Renaldi secara realistis


"Benar mas" yang datang lebih awal tidak selalu mendapat pintu terbuka, namun yang datang tepat waktu dipersilahkan masuk tanpa menunggu pemilik kunci membukanya." Hana berkata-kata dengan legah.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti sayang, apa de'dek yang memintamu?" Tanya Renaldi sedikit bergurau.


"Bukan ayah " Bunda sendiri yang bertanya tadi de'dek bobok didalam." Ucap Hana berlagak seperti de'dek dalam perutnya.


Bel pintu berbunyi tampak wanita yang tidak terlalu tinggi wajah bersih dan sedikit cempreng ketika bicara. Sherly bekunjung kerumah Hana secara mendadak membuat Hana bertanya-tanya apa gerangan miss Heboh kemari.


"Mendadak sekali ! kalau kemarin bilang kesini pasti aku bisa menyiapkan banyak untukmu Sher." Ucap Hana sambil merapikan taplak meja ruang tamunya.


"Sudah Han tidak perlu repot-repot! ketika Hana mengeluarkan beberapa cemilan.


"Biar Hana sendiri bu yang buatkan untuk Sherly"Ucap Hana sembari menuju ke ruang dapurnya.


Tampak seperti Boom yang akan melesat beberapa detik. Hana yang sudah kembali membuatkan dia minum pun muncul dari balik pintu tengahnya.


"Han sebenarnya aku mau memberitahu mu mengenai hal yang sangat penting. Mas Miko ternyata masih hidup dan aku sempat kaget ketika melewati rumahnya ia tampak duduk diteras rumah sambil melamun, pikirku halusinasi ternyata benar ia selamat dalam kejadian 3 tahun lalu Han." Jelas Sherly pelan-pelan takut banyak yang mendengar.

__ADS_1


"Aku sudah tau Sher." Sahut Hana singkat.


"Lalu kamu tidak berniat menemuinya?" Tanya Sherly hati-hati.


"Belum Sher masih mempersiapkan diri, karena menjelaskan keadaan yang seperti ini pun perlu hati-hati takut melukainya." Tutur Hana bijak dalam mengatasi masalah


"Baiklah kamu bisa menghubungiku jika butuh teman menemuinya karena aku takut kamu serba salah menjelaskan kenyataan padanya, jadi aku siap membantu!" Pinta Sherly memberi ide.


"Tumben ide mu masuk akal sayang." Ujar Hana sedikit menyindir Sherly yang kebanyakan halu.


"Iya dong efek makan lontong balap dibeliin ibuk tadi pagi hehe". Canda Sherly


"Jadi pingin lontong balap nie, ahh tanggung jawab kamu Sher!" Goda Hana memanfaatkan situasi.


"Kamu pingin sekarang Han, memang beli dimana aku beliin!" Tanya Sherly polos yang percaya pada Hana.

__ADS_1


"Masih ga berubah kamu Sher, menggemaskan!" Cetus Hana.


__ADS_2