"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
TERPAKSA


__ADS_3

Pernikahan telah usai digelar mereka pun sah menjadi sepasang suami istri. Ibu Renaldi pun mengajak menantunya untuk tinggal bersamanya.


"Ren bawakan barang-barang istrimu masuk ke dalam kamar!Perintah bu Saras


"Dasar manja." Gumam Renaldi dalam hati.


"Tidak usah bu biar Hana sendiri saja." Sahut Hana tulus.


"Sini aku saja!" Pinta Renaldi sambil menarik kedua tas yang dibawah Hana.


"Sudah tidak usah!" Cetus Hana.


"Emang apa yang dia bawa berlian sampai dibantu saja tidak mau, jarang-jarang aku mau membantu Dasar!" Pikir Renaldi dalam hatinya.


Hana pun membawa tasnya sendiri memasuki kamar Renaldi berharap Renaldi tidak kepo dengan salah satu yang ia bawa, karena ada beberapa album kenangannya dengan Miko.


"Syukurlah sih monster tidak kepo dengan yang ku bawa." Ucap syukur Hana.


"Nak ayo kita makan siang bersama mumpung masih hangat masakan ibu!" Pinta Ibu Renaldi.


"Baik bu nanti Hana menyusul ibu makan dulu!"Cetus Hana pada ibu mertuanya.


"Ibu tunggu diruang makan ya nak?" Tanya ibu memastikan Hana mau makan bersama.

__ADS_1


"Baik bu." Sahut Hana sambil segera membereskan pakaiannya.


Mereka bertiga pun makan bersama dengan bahagia kecuali Renaldi karena semenjak pernikahannya ia belum sempat menemui Vey kekasihnya.


"Bu hari ini Renal izin mau kerumah rekan ada urusan penting." Pinta Ralenaldi pada ibunya.


"Kamu ajak Hana gih sekalian!" Perintah Ibu Saras.


"Ga usah Hana pasti lelah." Jawab Renaldi.


"Iya kan sayang?" Tanya Renaldi pada Hana.


"Iya bu benar kata mas Renaldi biar Hana istirahat saja dirumah." Tutur Hana mengimbangi drama suaminya.


"Syukurlah ni cewek cerdas juga jadi ga perlu lah dia ikut aku kencan dengan Vey." Pikir Renaldi kegirangan.


"Coba saja dengan Vey pasti bicara sama seperti tak sudi, giliran sama cewek kampungan ini manis sekali." Geram Renaldi dalam hatinya.


Renaldi pun mandi di kamar mandi yang ada dikamarnya. Tanpa Renaldi sadari ternyata Hana sudah tertidur di sofa kamar miliknya.


"Hmm dasar bocah tukang tidur(nempel molor) aja." Gumam lirihnya ketika melihat Hana tertidur pulas.


Setelah berganti pakaian dan sedikit pomade untuk merapikan rambutnya laki-laki ini terlihat memukau, ia pun segera berangkat menemui pujaanya.

__ADS_1


"Bu Renaldi berangkat dulu ya." Pamitnya pada ibunya.


" Iya nak hati-hati!" Seru ibunya.


Usai kepergian Renaldi ibunya sedikit curiga karena takut putranya menemui wanita itu, tidak lain adalah Vey.


"Hallo, tolong kamu mata-matai putra saya Renaldi ! jangan sampai lengah dia baru saja keluar dari halaman rumah denga plat mobil X 1299 XX". Perintah ibu Renaldi pada mata-matanya ditelfon.


" Iya Bu laksanakan!" Jawab laki-laki yang ditelfonya.


*(Haha jadi sekarang yang kayak bocah itu siapa Ren kamu apa Hana keluar ajah sampai dimata-matain, kasian banget wkwkkw)


"Kalau sampai Renaldi benar-benar bertemu wanita itu lagi apa yang harus aku lakukan?!" Pikir keras ibu Saras.


"Bagaimana carany Hana dengan Renaldi benar-benar saling mencintai ?! Pikirnya sambil mondar mandir tanpa tau apa yang harus dilakukanya.


"Ibu ada apa, apa yang perlu Hana bantu?" Tanya Hana yang mengagetkan mertuanya.


*(Haduh Hana untung mertua kamu ga punya riwayat penyakit jantung palingan darah tinggi terus-terusan diuji kesabaran oleh Renaldi dan Vey wkwkkw)


" Nak Hana, katanya tadi istirahat?"Tanya ibu Saras.


"Tadi Hana kebangun dan berfikir ibu pasti sendirian karena tadi Mas Renaldi pamit keluar".Ujarnya

__ADS_1


"Memang ibu ga salah memilih menantu Sepertimu nak." Ucap bu Saras pada menantunya.


Hana pun sebenarnya terpaksa menikah karena dalam hati dan pikirnya masih tentang Miko kekasih yang pernah sangat ia cintai, namun disisi lain dia tak mau mengecewakan keluarganya yang bahagia melihat Hana menikah dengan laki-laki pilihan mereka ditambah lagi mertuanya yang baik dan menyayanginya.


__ADS_2