
Hana dan Renaldi keluar dan berpamitan pada Bu Saras lalu segera masuk kedalam mobil. Bu Saras begitu bahagia melihat keduanya.
"Kalau begini kan aku tidak repot-repot mendekatkan mereka berdua." Gumam bu Saras melihat keduanya pergi bersama.
*(Mungkinkah ini yang dinamakan Alasan cinta tumbuh karena sering bersama kata orang jawa "witing tresna jalaran saka kulina")
"Kita mau kemana mas?" tanya Hana pada Renaldi.
"Sudah jangan cerewet!" Pinta Renaldi.
"Aku tau pasti mas Renaldi jadiin alasan ke ibu biar boleh keluar buat bertemu mbak Vey ya kan?! oke deh gpp aku tunggu di mobil saja nanti." Tebak Hana merasa jawabanya sangat benar tapi Renaldi tak menjawab.
Renaldi memakirkan mobilnya ke restoran yang sangat indah bagi Hana tempat ini tidaklah asing ketika melihatnya. Mata Hana pun berkaca-kaca seperti mendung yang sudah ingin menjatuhkan hujan.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Renaldi heran.
"Tidak mas aku hanya terharu melihat tempat seindah ini." Ucap Hana meyakinkan Renaldi.
"Ya sudah ayo masuk!" Ucap Renaldi sambil menggandeng Hana.
"Mas ayuk kita kelantai atas saja, sekalian bisa melihat indahnya pemandangan!" Pinta Hana yang terlihat sangat paham dengan tempat ini.
"Tunggu sepertinya kamu paham sekali tempat ini, pernah kesini dengan siapa?" Tanya Renaldi sedikit mendesak Hana untuk memberitahunya.
"Rahasia mas hehe." Sahutnya cepat.
__ADS_1
"Oh kamu pernah makan disini sama cowokmu ya?" Tanya Renaldi
"Kayak mas nggak pernah aja sama mbak Vey kesini." Jawab Hana terus terang.
"Memangnya kamu pernah tau aku disini? Tanya Renaldi
"Tau lah malah mbak Vey datang-datang meluk sambil... ." Ujar Hana tidak meneruskan kata-katanya.
"Oh diam-diam kamu sudah mengenalku lebih dulu." Kata Renaldi bangga.
"GR deh... aku kesini sama seseorang dan tiba-tiba ada cewek sama cowok berpelukan dimeja sebelah itu ya aku kaget." Ujar Hana jujur.
"Kenapa kamu kaget, aneh!" Tutur Renaldi.
"Ya jelas gimana ga kaget kan ditempat umum gitu." Jawab Hana hati-hati.
Selesai makan malam Hana dan Renaldi mampir ke supermarket membeli buah-buahan untuk mengisi lemari es.
"Ibu suka buah apa mas?" Tanya Hana pada Renaldi.
"Ibu buah apa saja suka kecuali durian." Ujar Renaldi.
"Ternyata ibu sama denganku tidak suka durian".Gumam Hana lirih dan terlihat senang.
"Bagaimana dia semanis dan seperhatian ini pada ibu padahal ibuku bukan ibu kandungnya, mungkin saja ia menganggap ibu seperti ibunya yang telah tiada." Ucap Renaldi dalam hati.
__ADS_1
Sedari tadi tampak Renaldi memandang Hana sambil tersenyum, hingga tanpa sadari Hana merasa cangguh dengan sikap Renaldi.
"Kenapa mas Renaldi senyum-senyum begitu sih apa ada yang salah denganku?" Sambil mencoba memeriksa dirinya sendiri.
*(Haduh non ga ada yang salah, cuman mas monster aja lagi falling in love)
Sudah lelah mereka berkrliling malam ini akhirnya mereka pun istirahat di tempatnya masing-masing.
"Han, kemarilah!" Ujar Renaldi.
"Iya mas ada apa?" Tanya Hana heran.
"tidurlah disini !" Perintah Renaldi.
"Tapi kenapa harus tidur disitu aku disini saja tidak apa-apa." Sahut Hana cepat.
"Kamu berani durhaka dan membantah suami sah mu?" Tegas Renaldi.
"Tidak begitu maks...." Katanya terputus karena takut melihat tatapan tajam Renaldi yang seakan marah lalu dengan cepat ia menuju tempat tidur.
"Ada apa dengan mas Renaldi, apa dia sedang sakit ya? Tanyanya dalam hati.
"Sudah tidurlah disebelahku!" Ujar Renaldi
"Iya mas."Jawab singkatnya.
__ADS_1
Mereka pun perlahan-berada di alam sadar mereka masing-masing.