"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Diam Diam


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan mereka menikah tapi mereka tetap asing, sibuk dengan pekerjaann masing-masing. Renaldi pun sudah mengetahui bagaimana perangai Vey diluar sana.


"Ibu Hana berangkat dulu ya." Ujar Hana sambil mencium punggung tangan mertuanya.


"Ya nak hati-hati." Ujar bu Saras


"Ibu baik-baik dirumah, kalau mau keluar kemana ibu beritahu Hana ya!" Tutur Hana penuh kasih sayang.


"Siap menantu ibu yang paling cantik." Ucap Bu Saras mencium kening Hana.


*(Ya ampun sweet banget punya mertua yang sayang kita)


Setelah itu Renaldi pun ikut berpamitan, lalu menyusul Hana.


"Han..."Panggil Renaldi.


"Iya mas ada apa?" Jawab Hana.


"Nanti kamu pulang jam berapa?" Tanya Renaldi.


"Seperti biasa jam 5 sore paling lebih dikit." Tutur Hana pada Renaldi.


"Ya sudah nanti jam 7 malam ikut aku keluar bentar." Pinta Renaldi


"Oh mas mau ketemuan sama mbak Vey?" Tanya Hana polos.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak tanya!" Cetus Renaldi kesal karena sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan Vey.


Sesampainya di kantor semua terlihat ramah menyapa Renaldi salah satu manager di perusahaan itu.


"Pagi pak." Sapa para pegawai.


"Pak ada teman laki-laki yang menunggu diruangan bapak." Ucap Heru sekretarisnya.


"Oke terima kasih." Jawabny.


"Ren apa kabar kamu?" Tanya Tio teman satu kuliahnya.


"Baik broo loe sendiri gimana? udah lama ga ketemu". Ujar Renaldi.


"Baik broo, loe masih sama Vey kan?" Tanya Tio serius.


"Syukurlah kemarin pas gue mampir ke club malam tau Vey sama Om-Om lumayan keren gitu berpelukan sama ciuman." Ujarnya tanpa mengada-ngada.


"Loe masih doyan pergi ke tempat gituan, ga berubah ya." Sahut Renaldi dengan senyuman kecil.


"Temen gua yang ngajak dia habis mergokin istrinya berduaan sama cowok lain, dia mungkin agak setres ngajak gue kesitu buat nemenin aja takut parah mabok ga bisa pulang." Tutur Tio.


Mendengar penjelasan Tio, Renaldi pun membayangkan Hana berpelukan, berciuman dengan kekasihnya dan itu membuatnya kesal sendiri.


Drrrt, drrrt...notif dari Mas Monster

__ADS_1


"Jam 17.30 sudah harus sampai rumah!" Perintah Renaldi di pesanny


"Apa-apaan mas monster nyuruh seenak jidadnya ajh, lagian aku udah bilang baru pulang jam 5 lebih dari kantor." Pikir Hana.


"Ga pulang!" Sahut Hana kesal dalam pesanya.


"Kamu mau aku beritahu ibu klau kamu sudah punya kekasih?" Tanyanya mengancam.


"Silahkan! nanti aku juga bilang ke ibu mas Renaldi sudah punya kekasih namanya mbak Vey." Jawab Hana berbalik mengancam.


"Benar-benar berani dia padaku." Pikirnya dalam hati sambil tersenyum membayangkan Hana mengancamnya.


Renaldi pun sampai rumah jam 17.00 sedangkan Hana baru sampai 17.30 tepat.


"Walau dia berani mengancamku tetap saja dia penurut." Ucap Renaldi dalam hati mengetahui istrinya pulang.


" Tumben.., mas Monster udah dirumah jam segini." Pikir Hana melihat Renaldi duduk di sofa lalu melewatinya begitu saja.


"Aku penasaran siapa kekasih Hana sampai aku aja tidak berani ia lirik." Ucap kesal Renaldi dalam hati.


"Nak apa kenapa terlihat kesal?" Tanya ibu yang baru menghampiri Renaldi.


"Gpp bu cuman kesal saja sama Hana pulang-pulang main nyelonong ajah." Jawabnya ketus.


"Kan memang Hana setiap hari seperti itu hanya mengucap salam lalu masuk begitu saja dan kamu tidak pernah mempermasalah itu, kenapa sekarang kamu kesal?" Tanya bu Saras yang mulai menyadari putranya sudah mulai menyukai Hana.

__ADS_1


"Ah sudahlah bu." Sahutnya mengalihkan pembicaraan.


Bu Saras pun bahagia melihat putranya sudah mulai mencintai Hana istrinya.


__ADS_2