
Sekitar Jam tujuh malam di kediaman Renaldi. Teriakan Hana membuat panik seisi rumah ditambah dengan keluhannya. Renaldi berada diruang kerjanya pun segera berlari menuju ruang keluarga. Tampak Hana kesakitan memegangi perutnya tangan sisi lainya menggenggam erat sudut sofa.
"Apa yang terjadi bu?" Tanya Renaldi pada ibunya yang keluar dari kamar sembari menenteng tas.
"Ayo ren cepat bawa istrimu ke rumah sakit!" Perintah ibunya panik.
Renaldi segera mengambil dompet dan kunci mobilnya. Ibu dibantu Renaldi membawa istrinya kemobil.
"Bertahanlah nak!" sambil mengusap keringat di dahi menantunya.
"Aduh sakit sekali bu!" Ujar Hana merintih merasakan sesuatu yang besar terus mengoyak perutnya seakan ingin cepat-cepat menerobos keluar.
"Iya sabar nak!" Kata bu Saras lembut.
"Ren cepatlah! Istrimu sudah pembukaan ke~lima ."
"Iya bu ini renaldi juga udah ngebut."
Pikiran Renaldi adalah keselamatan Hana dan bayinya. Sampai iq sering menengok spion memastikan Hana masih kuat sabar menahannya.
"Sabar ya sayang kamu pasti kuat!" Renaldi meyakinkan istrinya.
__ADS_1
"Iya mas." Jawab Hana lemas.
Sampailah dirumah sakit bersalin. Kali ini Renaldi ingin yang menangani kelahiran istrinya adalah dokter wanita bukan dokter Andi yang tidak lain adalah teman masa kecilnya sekaligus tetangganya dulu.
Hampir sekitar 2 jam menunggu pembukaan terakhir. Kini ada Renaldi yang berada disamping Hana dokter pun membantu persalinannya. Sungguh Renaldi yang berada disamping istrinya berkali-kali mengusap keringat istrinya dan beberapa kali memberinya minum karena haus. Hana yang berkali-kali mengerang kesakitan dan entah saking sakitnya tanpa sadar ia berpegangan pada suaminy dan sesekali tanpa sadar kukunya mencakar lengan suaminya.
Renaldi pun tak marah malah ia merasa bangga akan perjuangan Hana. Dengan apa yang dilihatnya hari ini dia sadar begitu ibunya melahirkan ia dengan susah payah dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Bayi Hana pun terlahir normal dan sehat. Bu Saras dan Renaldi pun tampak bahagia sekali.
Hana yang merasa lelah setelah melahirkan pun tertidur saking lelahnya.
"Bu Hana baik-baik sajakan?" Tanya Renaldi kuatir melihat Hana yang tertidur pulas.
"Biarkan istrimu istirahat! ayo kita keluar dulu nanti takutnya menganggu tidur Hana.
Diluar terdengar cukup ramai suara-suara kerabat bu Saras juga Hana.
"Bagaimana lancar tadi lahirannya?" Tanya saudara bu Saras.
"Alhamdulillah." Sahut bu Saras.
__ADS_1
Melihat suster membawa bayi yang sudah dibungkus agar tetap hangat masuk ke ruangan Hana semua tampak tidak sabar ingin melihatnya.
"Ya ampun bayinya gemuk sehat." Ujar orang-orang yang melihat.
"Mancung lagi." Tambah bibi Sita
"Iya mancung lah bi, kan saya mancung." Sahut Renaldi membuat semuanya tertawa bahagia.
Karena begitu banyak sekali yang menjenguk. kemungkinan jika masuk semua kamar itu akan sesak rasanya. Jadi ada beberapa masuk ada beberapa yang menunggu diluar.
####
"Tumben butik milik kak Putri tutup? kemana mereka." Ujar Sherly di depan butik kaka Hana.
"Tutup mbak butiknya, mbak putri ke rumah sakit mbak Hana lahiran katanya." Ujar tetangga Putri.
"Kalau boleh tau rumah sakit bersalinya dimna pak?" tanya Sherly sungguh-sungguh.
"Kalau ga salah tadi bilang di RS. XXXXX." UJar tetangga putri.
"Baik pak..,terimakasih banyak!" Tanpa panjang lebar ia segera balik pulang kerumah untuk berganti baju dan segera berangkat menjenguk sahabatnya.
__ADS_1