
Memperingati hari 7 bulanan si cabang bayi. Keluarga bu Saras mengundang beberapa kerabat dan sanak saudara untuk hadir dalam acara itu.
Bibi Sita tampak heboh untuk segera mengunjungi keponakannya itu bersama Putri Kaka Hana. Mereka datang pagi-pagi sekali maklum mereka ingin menjadi tamu pertama keluarga bu Saras.
"Keren bibi jadi yang pertama loh!" Ujar Hana menggoda bibinya.
"Bibinya siapa dulu dong?! Jawab Bibi Sita sombong.
"Kaka merindukanmu dek." Ujar Putri pada Hana sambil meengeratkan pelukannya.
Mereka berdua adalah saudara kandumg tapi sejak kecil tidak pernah akur, putri selalu merasa kurang dari Hana karena Hana sangat rajin dan pintar.
Kini mereka memiliki keluarga masing-masing membuat Putri lebih dewasa dan merasa sangat bersalah sering iri atau kurang menyukai Hana.
"Maafkan kaka selama ini ya dek!" Sambil memeluk Hana lagi.
Renaldi yang melihat mereka berdua berpelukan pun ikut senang.
"Ternyata begitu ya kalau punya saudara." Renaldi tersenyum membayangkan jika ia memiliki saudara juga.
Maklum Renaldi ialah anak semata wayang bu Saras. Ia tidak tau bagaimana rasanya punya saudara apa mungkin bisa rukun atau malah baku hantam kayak bocah terus.
Semua sanak saudara berdatangan ke acara itu. Spontan Renaldi menatap geram ke tamu yang baru saja datang dan memberi selamat pada Hana. Diikuti seorang wanita dibelakangnya tidak lain Sherly.
__ADS_1
"Han selamat ya! Semoga anak yang kamu kandung menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua." Laki-laki itu meraih tangan Hana.
"Aamiin, terimakasih mas." Ucap Hana terhadap doa yang dihantarkan untuk buah hatinya.
"Hmm!" Suara geram Renaldi membuyarkan lamunan ke~duanya.
Melihat situasi itu Sherly mencoba mengalihkan perhatian ketiganya.
"Ya ampun kita disuruh berdiri doang nih Han?! Rengek Sherly yang tidak dipersilahkan duduk.
"Ya ampun sampai lupa."
" Kebanyakan mikir aku sih sampai lupa." Goda Sherly.
Melihat Sherly dan Miko hadir bibi Sita terlihat cemas apalagi ketika melihat Renaldi masuk setelah terpaksa menyalami Miko dan Sherly.
"Bagaimana ini?! Nanti akan aku tanyakan ke Hana langsung sajalah." Bibi Sita yang masih bingung.
Setelah memberi jamuan pada Sherly dan Miko Hana pun mencari suaminya yang sedari tadi masuk kedalam tidak juga keluar-keluar.
"Kemana ya mas tadi?" Hana bertanya-tanya.
Hana masuk ke kamar berharap Renaldi disana, namun ia pun tidak menemukanya. Hana pun mencari di ruang kerjanya ia pun tak menemukan suaminya.
__ADS_1
"Kemana lagi aku mencari? oh ya taman belakang rumah mungkin."
Sampai di ujung pintu belakang Hana melihat punggung suaminya yang sedang duduk di dekat kolam taman.
"Sedang apa dia disana?" Kata Hana sembari berjalan menuju suaminya.
"Mas kenapa disini?" Tanya Hana pada suaminya
"Gpp aku males aja liat kamu di datangi mantan kekasihmu itu." ujarnya
"Mas cemburu ya?" Canda Hana pada suaminya yang terlihat cemburu tingkat tinggi.
"Ya wajar aku suamimu, memang salah aku cemburu." Wajah Renaldi berubah kesal.
Hana pun duduk disamping suaminya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Renaldi. Tanpa mereka sadari bibi Sita yang melihat itu pun merasa legah.
"Aku bersyukur tuhan, aku pikir dengan hadirnya Miko membuat Hana mengabaikan Renaldi. Ternyata aku salah keduanya malah tampak sangat saling mencintai." Kata bibi Sita dengan penuh Syukur.
"Han aku mencintaimu!" Ujar Renaldi sembari memegang dagu istrinya dan mengecup lembut bibir istrinya.
Hana pun membalas ciuman Renaldi. Membuat Renaldi bahagia dengan apa yang dilakukan Hana padanya.
"Istri yang manis dan penurut." Ucap Renaldi sebelum kembali mencium bibir Hana.
__ADS_1
Bibi Sita pun yang melihat itu tertawa kecil lalu meninggalkan mereka berdua.
"Sudah mas ayo keluar! tamu-tamu pasti sudah nunggu kita di depan." Ajak Hana sembari menari tangan suaminya.