
Dengan penghargaan yang ia peroleh mendapat nilai cumlaude sekaligus menjadi mahasiswa tebaik taun ini menjadikan banyak sekali perusahaan maupun lembaga keuangan yang siap mengrekrutnya.
"Beb, kamu rencananya mau kerja dimana?" Tanya Sherly
"Aku cari kerja yang dekat sini saja." Ujar Hana.
"Bukanya kamu dulu ingin sekali kerja di salah satu perusahaan XXXX walau pun nanti kamu bakal di tempatkan diluar kota sekalipun". Sahut Sherly heran.
"Aku sudah berubah pikiran Sher, kalau aku kerja jauh aku ga bakal sering- jenguk makam Ibu sama mas Miko juga" Tutur Hana.
"Han, kak Miko sudah lama pergi apa kamu tidak mencoba membuka hatimu untuk seseorang lagi?" Tanya Sherly hati-hati
"Entahlah Sher, aku ikuti alur tuhan saja" Sahutnya santai.
Selang beberapa waktu bibi Hana yang bernama Mega pun berkunjung kerumahnya dengan maksud mengajak Hana mengobrol serius.
"Mau ngomong apa bi, kelihatanya penting?" Tanya Hana sedikit tegang.
"Bibi punya kerabat orangnya baik sabar terpandang juga." Ujar bibinya.
"Lalu kenapa bi?" Tanya Hana heran.
"Beliau inging mengenalkanmu dengan putranya, kamu gausah kuatir karena putra bu Saras sudah mapan." Cetus bibi Hana
__ADS_1
"Apa bibi yakin, kenapa bibi harus negenalin dia sama aku sih?" Tanya Hana yang sedikit belum yakin.
"Karena bu Saras senang ketika bibi menceritakanmu." Kata bibi hana singkat padat dan jelas.
"Tapi bibi..., kan tau aku belum bisa membuka hati." Tutur Hana pada bibinya.
"Iya bibi tau, tapi harus sampai kapan kamu seperti ini?" Tanya bibi Sita sedih.
"Baiklah bi, Hana nurut apa kata bibi saja". Jawab Hana pasrah.
"Benarkah Han bibi jadi seneng, kalau begitu besok jemput bibi kita akan bertemu Bu Saras dan putranya di "resto klasik". Kata bibi hana dengan semangatnya.
"Iya bi". Jawab Hana dengan muka melas.
Mungkin keadaan ini yang membuat ia harus menerima kenyataam bahwa mau tidak mau ia akan menjalani kedekatan dengan pria, Walaupun dilubuk hatinya hanya ada mas Miko seorang.
KEESOKAN HARINYA..
"Bibi sudah selesai, apa berangkat sekarang?"Tanya Hana
"Iya habis ini"Jawab bibinya.
"Han kamu tau kan kita akan bertemu siapa?"Tanya bibi Hana padanya.
__ADS_1
"Kemarin bibi kan sudah beri tau Hana".Ujar Hana pada bibinya.
"Tapi kenapa kamu tidak dandan?Kamu harusnya dandan." Tutur bibinya
"Iya udah bibi yang dandan kalau begitu?" Jawabnya
"Iyaudah sini bibi dandani!" Ucap bibinya yang heran dengan sikap Hana.
"Aku tau bibi lakui ini karena sayang aku, bibi gamau aku terusan sedih mikir Miko kan?" Tanya Hana hati-hati.
"Sudahlah Han, kamu ga perlu ungkit-ungkit masalah Miko lagi, biarkan dia tenang disana" Ujar bibinya sambil langsung memeluk Hana.
SETELAH BEBERAPA MENIT...
"Kan kelihatan lebih cantik ponakan bibi." Kata bibi Hana terlihat senang.
"Sudahlah bi aku kan memang sudah cantik." Canda Hana pada bibinya.
Mereka pu sudah selesai memepersiapkan diri mereka, akhirnya keduanya berangkat menuju cafe Klasik yang tidak begitu jauh dari rumahnya.
*( Halo para reader kepo ga sih gimana kelanjutanya)
Mereka pun sampai di cafe Klasik. Terlihat dari kejauhan wanita paruh baya tapi masih terlihat sangat cantik melambaikan tanganya.
__ADS_1
"Bibi itu yang namanya bu Saras ya?Tanya Hana.
"Ya itu namanya bu Saras masih cantik kan beliau?" Ujar bibi Hana.