
Sudah hampir seminggu Miko berada di kota XXX .Begitu banyak berita dari mulai media cetak, sosial media, dan media informasi lainnya. Diberitakan terjadinya pembakaran Polres. KAPOLRI dan banyak satuan TNI POLRI yang ikut mengamankan pun tewas akibat insiden pemberontakan Organisasi tersebut.
"Ya ampun kenapa mas Miko ga balas chatku, telfon ga diangkat pula." Ujar Hana kuatir apalagi setelah mendengar berita tersebut.
Ring,..Ring,..Ring.
"Hallo bu." Sahut Hana yang segera mengangkat tefonnya.
"Nak dari pagi Miko belum juga menghubungi ibu, sedarmi tadi ibu menelfon juga belum diangkat." Ucapnya yang tampak begitu kuatir.
"Ibu coba tenang dulu, mungkin mas Miko lagi banyak urusan disana pasti mas Miko baik-baik saja." Jawab Hana mencoba meyakinkan ibu Miko.
"Semoga saja nak, sedari tadi perasaan ibu tidak enak." Sahut ibu Miko.
"Kita berdoa saja bu, semoga mas Miko selalu dalam lindungannya." Ujar Hana.
Malam yang dingin lagi sunyi, pikirnya berkecamuk kemana-mana. Tidurnya pun tampak tak nyenyak, sebenarnya apa yang terjadi?
" Mas kamu kenapa? kenapa kau tampak diam tak mengenalku?" Cetus Hana dalam igauannya.
"Astaga aku mimpi apa?" Sontak Hana yang terbangun dari tidurnya sambil menangis.
__ADS_1
"Ternyata hanya mimpi syukurlah". Ucap Hana lega.
Pukul 02.00 WIB tepat wanita itu terbangun dari tidurnya dan mengecek handponenya berharap kekasihnya memberi kabar, namun sepertinya itu hanya harapan.
"Aku yakin kamu baik-baik saja mas ". Ucapnya untuk meyakinkan dirinya sendiri. Akhirnya ia pun terlelap kembali.
~KE ESOKAN HARINYA PUKUL 09.00 WIB
Ring,..Ring,..Ring.
"Hallo apa benar dengan keluarga BRIPDA MIKO DINATA. Kami sampai kabar duka atas meninggalnya beliau, semoga keluarga ihklas menerima kepergianya ?"Suara penelfon.
"Ya ampun budhe, kenapa pingsan?" Kata tetangga Miko sambil berlari menuju ibu Miko.
Akhirnya beberapa anggota utusan POLRI terdekat pun mendatangi kediaman Miko untuk melanjutkan informasi mengenai meninggalnya BRIPDA MIKO DINATA. Akibatnya banyak sekali tetangga yang penasaran dan ikut berkumpul di halaman rumah Miko.
"Apa benar yang dikatakan istri saya, bahwa putra saya meninggal saat tugas?" Tanya ayah Miko sangat kuatir.
"Iya kami turut berduka cita atas meninggalnya beliau, Semoga beliau tenang disana."
"Lalu Jenazah anak saya kapan dipulangkan?" Tanya ayah Miko sambil menangis.
__ADS_1
Infonya jenazah sampai di kota ini sekitar jam 12 siang dan perjalanan kesini sekitar setengah jam dipastikan sampai dirumah jam 13.00" Ujar KAPOLRI
"Han, kamu yang sabar ya." Ucap Sherly langsung memeluk Hana.
"Kamu ga tau tentang mas Miko?" Tanya Sherly kaget.
"Kenapa dengan mas Miko? kenapa kamu cuman diem Sher? Tanya Hana bertubi-tubi sambil berkaca-kaca.
"Mas miko meninggal, sekarang dirumahnya banyak anggota POLRI menunggu kedatangan jenazahnya." Kata Sherly hati-hati sambil menyeka air mata Hana yang hampir jatuh.
"Antarkan aku Sher!" Langsung meyahut tas masih dengan mata air yang belum juga berhenti mengalir.
"Iy iya ayo, kamu yang kuat Han aku tau kamu orang yang hebat." Ujar Sherly sambil mengelus punggung Hana lembut.
~BEBERAPA MENIT KEMUDIAN sampailah keduanya di rumah kediaman Miko. Hana pun mulai mengusap air matanya walau tetap saja mengalir.
"Ibu, panggil Hana." Ucap Hana sembari berlari memeluk ibu Miko.
"Nak, Miko pasti becanda kan dia bilang ke kamu dia bakal pulang kan?" Tanya ibu disela sesak tangisnya.
Sherly dan semua yang hadir tertegun dan semakin terharu. Hana hanya diam dan pasrah dan masih terlukis sembab dimatanya. Jenazah Miko pun telah sampai dan segera dimakamkan.
__ADS_1