
Sesampainya di rumah Hana pun memeberikan kain untuk Ibu Saras lalu pamit mandi setelah mandi ia pun membantu ibu Saras membersihkan rumah.
"Bu Hana bantu ya?" Tanya Hana pada ibu mertuanya.
"Tidak usah kamu makan dulu sana!" Ujar ibu Saras.
"Sudahlah bu Hana bantu." Jawabnya sambil mengambil sapu membersihkan lantai lalu mengepelnya.
"Renaldi mana mau membantu ibu." Sindir ibu pada Renaldi yang terlihat duduk santai disofa.
"Ibu ga pernah mau aku bantuin." Jawab Renaldi.
Hari ini cukup melelahkan Hana pun tertidur disofa .
"Pasti dia lelah, kenapa juga tidur disofa siapa yang menyuruhmu kembali ke sofa." Ujar Renaldi sembari mengangkat tubuh Hana ke tempat tidur.
Renaldi pun mematikan lampu diganti dengan lampu tidur setelah itu kembali ke tempat tidur untuk tidur disebelah Hana..
SETELAH BEBERAPA MENIT KEMUDIAN..
__ADS_1
"Mas Miko kamu mau kemana? Bukanya kamu janji ga bakal tinggalin aku mas..mas..mas!" Igau Hana sambil menangis saat tidur.
"Miko, siapa Miko? jika dia kekasih Hana kenapa sampai ia menangis ketika tidur, aku pastikan akan mencari Miko yang membuatmu menangis sampai seperti ini!" Ujar Renaldi tidak suka melihat istrinya menangis menyebut nama laki-laki itu.
"Han, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Renaldi pelan-pelan.
"Hmmm.. Jangan pernah tinggalkan aku lagi!" Ucap Han yang masih tertidur.
Hana memeluk Renaldi erat dan membenamkan diri ke dada bidang Renaldi.
"Apa kamu tau yang kamu peluk bukan Miko kekasihmu tapi aku suamimu." Gumam Renaldi sedikit kesal.
Pagi harinya Hana bangun dan cukup kaget karena ia sudah berada diatas tempat tidur sambil memeluk erat Renaldi.
Renaldi yang pura-pura tidur mengetahui tingkah istrinya pun menahan tawanya.
"Gadis konyol, bagaimana bisa aku mencintai wanita sekonyol dia?" Tanya Renaldi dalam pikirannya sembari ingin tertawa ia tahan karena takut aktingnya ketahuan.
"Ibu Hana berangkat kerja dulu." Ujarnya Hana pada Bu Saras.
__ADS_1
"Tumben pagi sekali nak?" Tanya bu Saras.
"Iya bu masih ada yang harus dikerjakan." Jawab Hana hati-hati.
Disisi lain tampak Renaldi mencari sesuatu dari tumpukan buku Hana yang tertata rapi di rak Bukunya.
"Apa mungkin aku bisa menemukan diary atau sesuatu yang bisa menunjukkan aku siapa kekasih Hana." Ucap Renaldi sambil terus memilah-milah bukunya.
"Kenapa banyak sekali novel romantis yang ia simpan haha lucu sekali dia, memang apa yang dia tau mengenai cinta bahkan dia saja tetap tidak sadar aku menyukainya." Ucap Renaldi tidak hentinya ingin tertawa dan mengejek istrinya.
Ada buku kecil yang terselip di map besar tidak sengaja Renaldi menarik map itu dan menjatuhkan buku kecil didalamnya.
"Album Foto tapi kenapa albumnya ada gemboknya, bagaimana aku bisa membukanya?" Renaldi yang berusaha berfikir mencari cara membuka albumnya.
"Akhirnya bisa dibuka juga hanya dengan kawat kecil hebat bukan hehe." Ucap Renaldi bangga.
Renaldi pun melihat isi album sambil tertawa karena melihat foto istrinya yang masih polos dan kelihatan imut seperti bocah, tiba-tiba ia memandang cukup lama foto selanjutnya.
"Hana terlihat kekanak-kanakan namun dari rautnya tersirat kebahagiaan yang tulus, apa ini kekasih Hana?" Renaldi bertanya-tanya.
__ADS_1
"Ternyata kekasih Hana seorang POLRI ? aku tak menyangka gadis yang terlihat kekanak-kanakan ini suka seorang abdi negara.
Dengan cepat Renaldi memotret foto-foto itu lewat gadgetnya.