
Hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu dimana perjuanganku selama kurang lebih hampir 4 tahun berada di bangku kuliah kini terbayar sudah.
"Sher, ga kerasa ya kita udah lulus aja." Ucap Hana pada Sohibnya.
"Iya Han akhirnya usaha kita ga sia-sia." Sahutnya.
"Miko pasti bahagia kalau liat aku wisudah hari i ini ya sher?" Ujar Hana pada Sherly.
"Iya Han pasti itu, sudah jangan terlalu difikirkan yang pasti dia bahagia disana." Tutur Sherly.
Sebagai sahabat Sherly tau betul perasaan sahabatnya, namun bagaimana pun ia harus menguatkan sahabatnya. Begitulah yang sebenar- benarnya sahabat.
*( Udah meweknya belum para reader 😢😪ðŸ˜ðŸ˜©)
SELANJUTNYA ADALAH PENYERAHAN TOPI KEBANGGAAN "TOGA"
"Untuk Mahasiswa dengan nilai "Cum Laude" Ananda Raihana Amalia dipersilahkan naik podium!" Ucap presentator acara.
plok...plok..plokk
Sambutan tepuk tangan meriah semua yang berada di aula.
"Selamat Siang..
Yang saya hormati Ibu ketua perguruan tinggi.
Terima kasih untuk Bapak/Ibu dosen yang membagi banyak ilmunya kepada saya.
Serta tidak lupa salam bahagia untu kawanku semua.
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan dengan nilai cumlaude. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Sebenarnya sudah lama bahkan sampai hari ini nilai menjadi tolak ukur kepintaran seseorang, padahal sebenarnya bukan itu. Kita susah payah mendapat nilai terbaik dan mendoktrin diri kita sendiri agar mendapat nilai baik hingga kita lupa mengasah skill dan bakat terpendam kita.
Jadi pesan dari saya untuk teman-teman tetap semangat dalam mengasah skill dan bakat kalian masing-masing.
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan terima kasih." Kata Hana dalam Pidatonya.
Suara tepuk tangan semua orang yang hadir terdengar memenuhi dinding aula yang megah.Hana pun turun dari podium.
__ADS_1
"Ibu.. Miko... aku yakin kalian juga hadir disini tersenyum bahagia" Pikir Hana dalam hati.
"Selamat ya Han, kamu hebat." Ujar teman-temanya.
"Terima kasih, kalian juga hebat." Sahut Hana pada teman-teman.
"Gaudeamus iqitur" Mario Lanza
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.
Nos habebit humus.
Vita nostra brevis est
Vita nostra brevis est
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.
Nemini parcetur.
Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
__ADS_1
Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae amabiles
Bonae laboriosae.
Bonae laboriosae.
Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quodlibet
Vivant membra quaelibet
Semper sint in flore.
Semper sint in flore_##
Ketika acara wisudah selesai, Hana dan keluarga keluar dari aula. Bibi dan kakak Hana pun memeluk Hana dengan bangga.
"Kamu hebat dek." Ujar kakanya.
"Ini baru ponakan bibi, kita semua sayang dan bangga padamu." cetus bibi Hana.
Mereka pun mampir ke sebuah food cort untuk mengisi perut lalu mendengar banyak cerita dan pengalaman menarik dari Hana.
"Kamu mau makan apa Han, bebas deh bibi yang traktir sepuasnya." Ujar bibi Hana
"Bibi bisa aja, nanti Hana gendut ga bisa bangun bibi juga yang repot." Canda Hana pada bibinya.
__ADS_1