
Matahari keluar dari peraduan kicau burung mulai terdengar bersahutan. Wanita yang sudah terbangun lebih awal daripada yang lain untuk membersihkan rumah, dll.
Seusai mandi, memakai seragam dan menyisir rambutnya ia pun pergi ke sekolah. Banyak sekali teman yang menjemputnya karena ia termasuk salah satu murid yang pintar di kelasnya, sehingga tidak heran banyak teman mendekatinya dan baik padanya.
Seperti biasanya murid-murid menata sepeda motor dengan rapi dan segera menuju tempat finger print untuk absensi kehadiran.
"OMG .., keren abis Han kamu lihat ga tadi dia lirik kita loh?" Sherly teman Hana yang heboy abis kerjaannya, kegirangan sambil menepuk bahu Hana.
gambaran pemeran sherly
"Apaan sih sher, emang dia siapa sih?" tanya Hana cukup kesal karena temanya sedari tadi memukul bahunya.
"Kamu taukan ketua OSIS kita yang keren itu?" ungkap sherly sambil balik bertanya.
"Mana aku hafalin wajahnya kenal ajh nggak, apalagi rata-rata anak yg ikut OSIS songong-songong." Jawab Hana ketus.
__ADS_1
"Ya ampun, itu kak Miko yang jadi bintang sekolah udah cakep pinter lagi." Tutur Sherly
" Jadi itu namanya Miko?" Jawab Hana spontan.
"Lha kamu dari tadi belum sadar aja klau itu kak Miko, jelas kamu tau kan? karena mana mungkin juga cewek disini pada ga tau."Ucap Sherly dengan bangga.
Tanpa pikir panjang mereka pun masuk kelas disambut tawa renyah teman sekelasnya. Hana pun terlihat seperti tak ambil pusing dengan kejadian bertemu Miko, karena ia tak yakin kalau yang mengirim pesan dan menelfon kemarin tidak lain adalah Miko yang dipuja para cewek disekolahnya.
"Sher, kamu kenal ga nope ini?" Sambil menunjukan handphonenya. Hana
"Tunggu dulu! ..hah kamu dapat nope dia darimana?! Tanda tanya besar Sherly.
"Nope itu punya kak Miko. Aku memintanya dari temanku yg jadi pengurus OSIS, walaupun aku pernah mengirim pesan padanya tapi dia tak membalasnya."Ujar Sherly
"Entah dari siapa dia mendapat nopeku, sudahlah tidak penting juga". Jawab ketus Hana
"Kamu itu bodoh atau bagaimana sih, kak Miko itu layaknya Prince masak ya kamu ga tertarik sih,?" tutur Sherly yang terlihat kesal.
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi, semua keluar dari kelas. Hana dan Sherly pun pergi berdua menuju kantin. Setelah memesan beberapa makanan dan minuman, mereka memilih bangku pojok sekalian melihat view indah taman sekolah.
"Han, kak Miko tadi sempat melirikmu. Jangan-jangan benar dia yang menelfonmu kemarin." Kata Sherly tanpa sensor dikanti sekolah.
"Jangan keras-keras dong Sher! kalau ada yang denger mati aku dikira nanti aku ada apa-apa sama kak Miko." Jawab Hana sambil berbisik.
"Lihat dia melirikmu lagi Han, ini seakan keajaiban dunia." Ujar heboh si Sherly dengan lirih.
"Berhenti mempermalukanku Miss Heboh !" geram Hana.
Di meja no tiga tidak jauh dari meja Sherly dan Hana terlihat Miko tersenyum kecil melihat tingkah teman Hana yang sepertinya mengetahui titik permasalahan dari dua sejolly yang lagi Pdkt.
"masa temenmu heboh aku mengirim pesan padamu, malah kamu tampak biasa saja dasar wanita unik." Pikir Miko dalam hati.
Hana dan Sherly menuju kasir, tiba-tiba ibu Muna penjaga kasir menolak mereka membayar.
"Maaf non udah dibayar tadi sama mas Miko." Ujar ibu Muna.
__ADS_1
"Apa !.., benar-benar baik prince Miko." Ujar Sherly kegirangan.
"Apa maksudnya membayar makanan kami , huh."Gerutu Hana dalam hati.