
Hari berikutnya, hari berikutnya tetaplah sama belum juga ia menemui tuan putrinya. Dia selalu mendapatkan jawaban bahwa kekasihnya telah menikah dengan orang lain, namun tidak sedikit pun ia percaya hingga berkali-kali bertanya di chat dan telfon Hana jarang mengangkat dan membalasnya.
Miko baru ingat mengenai Sherly akhirnya ia pun mencoba menemui Sherly yang rumahnya tidak jauh dari rumah Miko.
"Apa benar ini rumah Sherly aku ingat pernah mengantarnya bersama Hana dan ia turun dan masuk kerumah cat bernuansa warna alam ini?" Pikir Miko segera turun dari mobil berharap ada yang bisa ia mintai informasi.
"Mas cari siapa?" Tanya ibu-ibu yang tampak sehat dan berisi.
"Apa benar bu itu rumah Sherly?" Tanya Miko penasaran
"Iya mas itu rumah Sherly saya bude~nya (panggilan orang jawa untuk seseorang wanita yang lebih tua di atas bibi)
"Apa Sherly dirumah bude?" Tanya Miko sungguh-sungguh.
"Sepertinya ada di rumah mas tadi saya liat." Kata bude Sherly.
Melewati gerbang yang terbuka dan melihat sekitar terlihat sepi. Miko mencoba mengetuk pintu rumah warna kuning itu.
"Assalamuallikum." Salam miko di depan pintu rumah Sherly.
wanita itu membuka ganggang pintu rumahnya sembari menahan tatapannya cukup lama.
__ADS_1
"Mas Miko! apa benar mas Miko? Tanya Sherly belum mengalihkan pandangannya.
"Iya aku Sher." Sahutnya.
"Iya mas silahkan masuk! mas mau minum apa?" Tanya Sherly dengan suara agak cangguh
"Tidak perlu repot-repot aku hanya sebentar, setelah ini mau ada urusan." Tutur Miko.
"Mas tunggu sebentar saja akan aku buatkan minum!" Ucap Sherly sedikit memaksa.
"Baiklah." Sahut Miko.
"Ini mas, minum dulu!" Pinta Sherly mempersilahkan laki-laki didepannya.
"iya terima kasih." Ucap Miko tulus.
"Mas ada ap datang kemari?" Tanya Sherly penasaran pada kedatangan Miko yang tiba-tiba.
"Tentu kamu pasti paham kedatanganku Sher." Kata Miko to the point.
"Apa mas Miko mau bertanya padaku mengenai Hana?" Tanya Sherly hati-hati.
__ADS_1
Ternyata laki-laki itu tidak lain mencoba menggali informasi akurat mengenai tuan putrimya yang sudah cukup lama ia tinggalkan berasama masa amnesianya tempo lalu.
"Sudah kuduga kau tau maksudku." Ucap Miko
"Mas ingin aku melakukan apa memang?" Tanya Sherly mungkin bisa membantu.
"Berjanjilah untuk tidak memberitahu Hana soal kedatanganku menemui mu!" Pinta Miko sebelum memperjelas maksudnya.
"Baiklah,! memang mas sudah tau mengenai Hana bukan?" Tanya Sherly mencoba menggali seberapa tau tentang kehidupan Hana kali ini.
"Aku tau semua Sher, bahkan aku tau ia menikah karena ia tak mau membuat keluarganya sedih itu semua karena setelah aku dipikir tewas waktu itu." Kata Miko yang sedikit geram karena penyesalannya sendiri.
"Jadi mas tau semuanya?" Sontak Sherly berkata sampai mulutnya tertahan menganga.
"Iya ibu yang memberitahuku semua, aku merasa tidak beruntung kali ini." Ucap Miko sambil memalingkan tatapan sendunya dari Sherly.
"Jangan pernah menyesalinya mas, semua itu perkara takdir. Selihai-lihainya burung terbang ia juga pernah terjatuh, namun ia tak pernah menyerah untuk terbang lagi semakin tinggi dan semakin jauh." Kata Sherly mencoba membuka pikiran dalam diri Miko.
"Mungkin aku paham maksudmu, burung pernah terjatuh, sedih, bahkan tak berdaya,! namun ketika ia mencoba belajar dan terus belajar kesedihan dan rasa ke tak berdayaannya menghilang. Tapi point inti sulit dilakukan Sher!" Tuturnya.
"Ihklas itu sulit, namun percayalah pelan-pelan mas bisa melakukannya." Ucap Sherly meyakinkan Miko yang belum menerima kenyataan bahwa Hana telah menikah bukan denganya.
__ADS_1