
Berjalan menyusuri kelas-kelas dan beehenti disebuah kelas. Miko melihat dari ujung jendela dan berusaha menemukan apa yang ia cari.
"Kemana dia? apa jangan-jangan ia tidak masuk kelas." pikiran gelisah yang berkecamuk di hatinya.
"Door.. hayo kak Miko cari siapa, pasti cari Hana?" Tanya Sherly sambil menebak.
"Sher kamu menganggetkan saja, memang Hana kemana?" Tanya Miko agak kuatir tapi serius.
"Sudah ditebak pasti mencari Hana. Dia lagi diruangan pak Zul biasa anak kesayangan minta diajarin TOEFL sekaligus mau ikut lomba story telling."Jawab Sherly panjang kali lebar.
"Syukurlah,.. kukira dia tidak masuk tadi."
Bergumam sendiri dan langsung bergegas pergi.
Menunggu di luar ruangan pak Zul, berharap yang ditunggu segera muncul dihadapannya.
"Han, bisa ikut aku sebentar."panggil Miko
"Kak Miko, habis darimana kog sering kebetulan bertemu sih wkwkw."jawab Hana yang sempat kaget keseringan bertemu secara tak terduga.
"Bukan kebetulan, aku sengaja menunggumu." jawab Miko apa adanya.
"Memang ada perlu apa kaka menungguku?" Dengan mimik penasaran Hana bertanya.
__ADS_1
Belum sempat Miko menjawab tiba-tiba bel masuk berbunyi.
"emmbb, nanti aja sepulang sekolah tunggu di parkiran!" jawab Miko
(Gagal maning Gagal maning wkwkkw)
"Oke siap, laksanakan komandan."Ucap Hana sambil menempelkan tangan layaknya hormat.
Sampainya diruang kelas...
"Eh ciee, yang tadi dicariin kak Miko."Ejek Sherly.
"Apaan sih, kebiasaan kamu tuh menerka- nerka". jawab Hana sembari tersenyum.
"Kayak lagu aja menerka-nerka wkwkw". Sahut renyah Sherly
"Pelajaran hari ini selesai adek-adek". Ujar pak guru baru masih muda, Yang diam-diam jadi idola Sherly.
Kedua berjalan beriringan dan lagi-lagi Sherly memuji guru barunya tadi.
"Jangan bilang kamu naksir! kebiasaan ga bisa lihat orang bening dikit kamu." Caci Hana.
"Lagian siapa suruh masih muda bening udah jadi guru wkwkw."Jawabnya tidak kalah heboh.
__ADS_1
Didekat sebuah motor matic ber plat XXX berdirilah ketua OSIS keren.
"Han,.. kamu ditungguin kak Miko tuh gih samperin!"Suruh Sherly.
"Haduh kenapa dia serius ingin ketemu aku sih, aku jadi gemeteran tau." Ucap Hana yang agak nervous.
"Noraknya kumat, kamu ga bakal di mutilasi jadi gausah takut." Goda Sherly.
Hana melangkah menuju Miko yang terlihat sedari tadi sudah menunggu.
"Kak, maaf menunggu." Sapa Hana yang membuat Miko sedikit kaget.
"Han, duduklah! aku ingin bicara serius mengenai hubungan kita. Aku mau kita komitmen karena aku tau kamu gamau pacaran."Tutur Miko dengan keseriusanya.
"Aku bingung kak harus jawab apa sekarang". Jawab Hana yang bingung harus bagaimana.
"Kita jalani aja dulu, aku juga ga mau kamu anggap hubungan ini beban."Ujar Miko untuk memecahkan kebingungan Hana.
"Baiklah aku rasa mungkin lebih baik seperti itu."Jawab Hana dengan banyak pertimbangan
"Kalau kamu ada masalah atau butuh teman kemakam ibumu aku siap menemani." Kata Miko dengan hati-hati tapi tulus
"Oh jadi kaka diam-diam membuntutiku ya, hayo ngaku?" Goda Hana
__ADS_1
"Kalau kita menyayangi seseorang maka kita harus menerima dan banyak tahu mengenainya." Jawab Miko sedikit gombal.
Mereka berdua pun memutuskan menjalin hubungan baik, bisa dibilang seperti kata-kata motivator cinta jaman now " Jalani saja dulu urusan jodoh kita serahin ke sang pencipta. Manusia hanya berusaha, tuhan yang menentukan."