"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Milikku~


__ADS_3

Kobaran api dihatinya belum juga reda. Sesekali ia memaki-maki kesal laki yang sudah ia temui tadi di cafe, membuat Renaldi menjadikan Miko daftar list seseorang yang perlu dijauhkan dari Hana setelah Vey.


"Takkan ku biarkan siapapun mengusik kehidupanku dengan Hana!" Suara hatinya penuh dengan rasa geram.


Renaldi memasuki kamar dan meletakan tas kerjanya di atas meja kerja Hana, ia pun segera mandi dan menganti bajunya dengan baju santainya.


"Mas.., kamu sudah pulang?! tumben sampai jam 10 malam, apa lembur tadi dikantor?" Tanya Hana dari ranjang kamar tidurnya yang baru saja terbangun merasakan pergerakan kasur ketika Renaldi berbaring disebelahnya.


"Iya"Sahutnya singkat.


Hana pun meletakkan kepalanya diatas dada Renaldi sembari memeluknya. Melihat tingkah Hana, Renaldi pun membalas pelukan Hana dan tersenyum bahagia.


"Bagaimana bisa aku biarkan orang lain mengambilmu dariku! akan aku pastikan tak mengampuni orang itu!" Geram Renaldi dalam hatinya.


Renaldi membelai lembut rambut istrinya yang terlihat lelap lalu mencium puncak dahinya.


*(Cinta dan kesabaran mampu meredam amarah seseorang ..wuzzzt sweet deh apalah daya kita yang zomblo guys wkwkwk)


####

__ADS_1


Shubuh yang dingin keduanya keduanya masih saling berpelukan. Hana terbangun dan segera membangunkan suaminya untuk melaksanakan kewajiban bersama sebagai seorang muslim.


"Mas bagunlah! udah shubuh, ayuk shubuhan!" Ucapnya sambil terus mengoyang tubuh Renaldi berkali-kali.


"Iya sayang! sebentar masih ngantuk!" Tuturnya belum sadar sempurna.


"Mas! Renaldi bangun! Ucap Hana kesal


"Aku mau bangun kalau dicium !" Pinta Renaldi ingin dicium istrinya


Hana pun mencium suaminya malu-malu lalu menarik Renaldi bangun, Alhasil mereka berpelukan Renaldi menarik Hana dalam pelukanya.Setelahnya keduanya benar-benar bangun .


"Tapi...," Katanya tergantung saat jari Renaldi berhenti didepan bibir Hana.


"Sekali-kali menurutlah! biar kamu dirumah ditemani ibu, apalagi kamu tidak boleh terlalu lelah dan stres bekerja!" Ujar Renaldi tanpa mau dibantah.


"Baiklah!" Sahutnya.


####

__ADS_1


Mereka ber~empat pun sarapan bersama (Hana, Renaldi, ibu Saras, dan dede bayi)


"Ibu.., mulai hari ini Hana sudah Fix buat resign jadi ibu ada teman dirumah".Ungkap Renaldi memberitahu ibunya.


"Benarkah? ibu senang mendengarnya."Tutur Saras ibunya.


Hana hanya bisa tersenyum menuruti kemauan suaminya, walau sebenarnya harapan dia adalah ingin menjadi seorang wanita karir. Mungkin benar harapan dan keinginan tidak selalu sejalan dengan kenyataan, namun ia bahagia karena itulah bentuk patuh pada suami tercintannya.


Seusai sarapan, Hana pun mengantarkan suaminya sampai keberanda rumah dan Renaldi pamit dengan mencium lembut puncak dahi istrinya begitu juga Hana yang tidak lupa mencium punggung tangan suaminya.


"Jaga diri dan dede ya dirumah! kalau perlu apa telfonlah?!" Pinta Renaldi tulus sambil tersenyum.


"Siap sayang! hati-hati!" Ujar Hana sambil melayangkan dan menggerakkan salah satu tanganya ketika melihat suamimya dari spion sebelum kepergiannya.


Tampak wanita keibuan yang menatap bahagia dibalik kaca jendela ruang tamunya. Berdoa keduanya akan selalu bahagia seperti itu hingga kiki nini.


"Ibu kenapa melamun disini?" Tanya Hana heran pada mertuanya.


"Ibu berterimakasih padamu, karena Renaldi menjadi sehangat sedia kala. Semoga ibu tetap melihat kebahagian ini sampai ibu nanti tua tak berdaya." Ujarnya pada Hana

__ADS_1


"Ibu aku sangat menyayangimu seperti Hana menyayangi ibu kandung Hana, jadi ibu tak perlu kuatir aku akan terus menyayangi ibu dan mas Renaldi dengan baik." Ujar Hana sembari memeluk Saras.


__ADS_2