
Sudah jadi kebiasaan Mahasiswa semester akhir harus mengumpulkan tugas sebelum deadline. Apalagi di tambah revisi-revisi skripsi.
"Teman-teman tugas dari Bapak Hari minggu kemarin disuruh kumpulin dilokernya sekarang!" Ujar salah satu teman kuliah Hana.
"Sini kumpulin jadi satu! nanti aku yang taruh lokerny beliau." Pinta Hana.
"Han nanti ngerjain tugas bareng ya pulang kuliah." Ujar teman kuliahnya.
"Boleh-boleh." Sahut Hana.
Bapak dosen mata kuliah selanjutnya pun masuk diruang kelas. Semua mahasiswa tampak duduk dengan rapi.
"Hari ini adalah waktunya praktek laboraturium perpajakan, jadi kita langsung ke lab saja!" Perintah Bapak dosen.
Semua pun bergegas menuju ruang lab dan saling diskusi.
"Ada yang ditanyakan dari materi saya hari ini?"Tanya bapak dosen memastikan apa yang telah diajarkanya diserap dengan baik.
"Tidak ada pak" Sahut para mahasiswa.
*(Hayo siapa nih readers yang ditanya dosen jawabny ga ad padal ga paham WKWKW)
__ADS_1
Semua pun pergi meninggalkan ruang lab dengan tenang dan segera kembali lagi ke kelas untuk mengerjakan tugas bersama.
"Han, aku ga paham nih ajarin ya!" Pinta salah satu temannya.
"Oh ini bla.. bla..bla, intinya kondisi pasar juga memepengaruhi tingkat Underprincing saham. Jawab Hana.
HAMPIR DUA JAM
Mereka berdiskusi Hana pun pamit untuk segera pulang.
"Bu bungkus bunganya tiga ya!" Pinta Hana penjual bunga di pasar tradisional.
"Iya nak, ini bunganya." Ucap ibu sambil memberikan bunga.
"Biasanya nak, Lima belas ribu." Tuturnya.
Selesai membeli bunga ia pun menuju ketempat orang-orang yang dicintainya. Hana sering sekali datang ke makam Miko, ibunya, dan juga kakeknya.
"Sayang kamu tau setelah ini aku lulus kuliah, walau aku tak bisa melihatmu aku yakin kamu pasti bahagia melihatku wisuda nanti." Ujarnya terlihat tegar.
*(Ya ampun para reader rasanya nyesek sumveh deh 😔)
__ADS_1
"Sayang kamu ingetkan hari ini hari ulang tahunmu, aku ga bisa kasih apa-apa cuman doa agar kamu bahagia disana berkumpul dengan bunda sama kakek juga." Tutur Hana sambil menaburkan bunga lalu berdoa.
"Nak Hana kamu disini". Ujar wanita dibelakang Hana.
"Ibu sejak kapan sudah disini?" Tanya Hana pada ibu Miko.
"Baru saja nak, kamu sendiri sudah lama pasti disini." Cetus ibu Miko memastikan kebenarannya.
"Iya bu lumayan." Sahut Hana
"Pasti Miko bahagia disana karena pernah mengenalmu nak, wanita yang tulus menyayanginya dan tak peduli meskipun sudah tak bernyawa sekalipun." Ujar ibu Miko pada Hana.
"Ibu bisa saja, Hana juga beruntung mengenal mas Miko yang begitu baik dan sayang pada Hana semasa hidupnya." Ucap Hana tulus
"Nak jika kelak kamu menikah sering-seringlah mampir kerumah ibu! karena ibu merasa dengan memeluk nak Hana ibu seperti memeluk Miko anak ibu." Pesan ibu Miko pada Hana.
"Pasti bu Hana usahakan kalau ada waktu luang Hana mampir kerumah ibuk." Jawab Hana mencoba meyakinkan ibu Miko jika akan sering-sering berkunjung.
"Sudah hampir petang kamu pulang dulu nak!" Pinta ibu Miko.
"Baik bu Hana pulang dulu." Ucap Hana sebelum pergi.
__ADS_1
"Iya nak Hana hati - hati!" Pinta ibu Miko.
Hana pun keluar dari makam menuju sepeda motornya hendak pulang. Perasaanny serasa lega setelah berkunjung ke makam Miko, entah sampai kapan ia akan menyimpan perasaan cintanya hanya untuk Miko yang sudah pergi untuk selamanya.