"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Kemarahan Renaldi


__ADS_3

Disudut ruangan kerja laki-laki itu serius berbincang dengan seseorang suruhannya untuk mengawasi gerak-gerik istrinya dan dengan siapa saja ia bertemu.


"Temui dia!! beritahu aku akan menemuinya jam 19.00 Malam di Cafe XX !" Perintahnya pada orang yang ditugaskan untuk mengawasi Hana agar segera menemui Miko dan mengatur jadwal pertemuannya malam ini.


"Baik pak kami akan laksanakan dengan baik!" Ucapnya tegas dan patuh.


"Bagus!"


"Satu lagi kamu harus pastikan dia harus bertemu denganku!" Ujar Renaldi


"Kami tidak akan mengecewakanmu." Jawabnya yakin.


Renaldi merebahkan punggungnya kesofa ruang kerjanya yang empuk. Memikirkan apa yang telah dilakukan istrinya? apa setelah laki-laki itu kembali ia akan menyesal bersama Renaldi.


####


Tok,..Tok,..Tok


Terdengar ketukan pintu cukup keras, akhirnya Ibu Miko keluar dan menemui dua orang yang tinggi berwajah bersih namun berwajah kaku.


"Bu.. Boleh saya bertemu dengan putra ibu? kami hanya ingin menemuinya sebentar." Ujar keduanya.

__ADS_1


"Iya maaf.., kalian ada perlu apa menemui putra saya? bisa saya sampaikan nanti?! Tanya ibu Miko sedikit curiga dengan dua orang tersebut.


"Kami hanya akan menyampaikan informasi pada mas Miko saja, maaf!" Tegas salah seorang darinya.


"Nak! ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Kata ibu Miko setengah berteriak pada putranya.


"Iya bu sebentar!" Ucap Miko dari dalam kamarnya.


Miko keluar dan mendapati orang-orang yang sama sekali ia tak mengenalnya.


"Maaf! Mas-mas ini ada perlu apa menemui saya? apa kita sebelumnya pernah bertemu? Tanya Miko heran pada keduanya.


"Haruskah saya menemui tuan mu itu?! Jawab Miko kesal.


"Saya pastikan kalau anda tidak datang nona Hana dalam masalah!" Tuturnya mengancam.


"Baiklah! aku akan menemui tuanmu, jangan sekali-sekali menyakiti Hana! aku pastikan kalian akan menyesal!" Kata Miko penuh amarah.


"Baik! kami hanya menyampaikan itu, kami permisi!" Kedua orang itupun pergi meninggalkan Miko yang masih terduduk disofanya.


Pikiran Miko pun berkecamuk kuatir membayangkan apa yang akan dilakukan laki-laki itu pada Hana kalau sampai ia tidak menemuinnya.

__ADS_1


PUKUL 19.00 MALAM....


"Kemana Renaldi? brengs*k, apa mereka hanya mempermainkanku!" Ucap Miko kesal.


"Kamu sudah lama disini?! suara laki-laki dibalik punggungnya.


"Kenapa kamu ingin bertemu denganku?! Tanya Miko geram.


"Aku hanya mengingatkanmu! jangan sekali-sekali mencoba mendekati istriku!" Pinta Renaldi terlihat geram menahan emosinya.


"Apa aku salah menemuinya?! bukankah Hana adalah kekasihku yang sangat mencintaiku dulu, bahkan mungkin sampai detik ini didalam hatinya masih ada cinta untukku." Ucapnya memancing kemarahan Renaldi padanya.


"Hentikan mimpi-mimpi kosongmu itu! ketahuilah tiada harapan untukmu lagi, karena ia akan tetap memilih laki-laki yang akan jadi ayah untuk anak yang dikandungnya." Jawab Renaldi percaya diri.


"Ketahuilah tuan! jika Hana nanti tetap memiliku, anda tidak perlu kuatir mengenai anak yang dikandungya! aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri!!" Ucap Miko santai.


Miko tersentak dan menepis tangan Renaldi yang berusaha mencengkeram bagian depan kaosnya.


"Santai tuan! jangan sekali-kali membuat Hana menangis, maka akan kupastikan dia akan memilihku! jadi biarkan Hana nanti yang memutuskan akan memilih siapa di antara kita?!"Ujar Miko tegas sembari meninggalkan Renaldi yang tampak masih marah.


"Bedeb*h kau Miko! tidak semudah itu kau mengambil Hana dariku." Gumam kesal Renaldi

__ADS_1


__ADS_2