
Hana merasa lelah sekali ia pun menuju kamar mandi lalu mandi. Setelah berganti pakaian ia pun tidur di sofa dalam kamar Renaldi.Sedang Renaldi bermain gadgetnya di atas tempat tidur.
"Bahkan dia tak pernah sedikit pun melirikku, kira-kira setampan apasih kekasihnya." Ujar Renaldi yang diam-diam memikirkan Hana.
"lalu kenapa ia mau menikah denganku kalau dia sendiri sudah memiliki kekasih." Tanya Renaldi pada pikiranya sendiri.
"Aku tau sekarang jawabanya. Bagaimana tidak mau menikah denganku aku kan kayak tampan." Pikirnya dalam hati sambil tersenyum bangga.
Sore sepulang kerja Ibu saras menyuruh Hana dan renaldi keluar membelikan kebutuhan pokok di supermarket.
"Ren kamu tolong belikan bahan kebutuhan pokok sama istrimu, ini ibu sudah tulis daftarnya!"Perintah ibunya.
"Tapi bu.."Jawabnya terputus ketika melihat tatapan tajam ibunya.
"Baiklah bu". Cetus Renaldi.
"Han ikut aku disuruh ibu belih ini!" Ucap Renaldi menyodorkan daftar yang harus dibeli.
"Iya mas." Jawabnya singkat.
Mereka pun pergi berbelanja di supermarket tanpa berbincang apapun di mobil. Sesampainya di supermarket mereka langsung menuju tempat membeli kebutuhan pokok sekaligus sayur segar.
"Sini mas daftar yang perlu dibeli!"Pinta Hana pada Renaldi.
" kamu yang cari bahannya aku yang bawakan". Tutur Renaldi.
__ADS_1
"Sayang kamu disini sedang apa?" Tanya Vey sambil melingkarkan tanganya memeluk Renaldi.
Tanpa disangka Vey juga berada di supermarket yang sama dengan Hana dan renaldi.
"Vey kamu disini juga?" Tanya Renaldi
"Sejak kapan kamu panggil aku dengan sebutan nama? Atau kamu belum bilang istrimu kalau aku kekasih yang kamu cintai." Ucap Vey sedikit kesal.
"Maaf ya mbak saya sudah tau kog kalau mas Renaldi punya kekasih jadi tidak usah kuatir, permisi". Tutur Hana lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk mencari bahan sesuai ibu Saras tulis.
"Baguslah kalau kamu mengerti." Ujar Vey ketus.
" Han kalau sudah selesai kamu langsung ke mobil saja ini kuncinya." Ucap Renaldi sambil melempar kuncinya.
Akhirnya Vey dan Renaldi pun berduaan di sebuah cafe yang tredapat dalam supermarket.
"Han sampai kapan loe berstatus istri orang tapi rasanya loe tetep sendiri." Pikir Hana.
"Mas Miko aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan menjalani ini semua" Gumamnya lirih air matanya hampir jatuh dengan cepat ia menyeka dan segera menuju kamar mandi.
BRAKK....
"Maaf mas saya tidak sengaja." Ucap Hana serius.
"Gpp mbak, apa mbak ada yang sakit kenapa menangis?" Tanya sosok laki-laki Tampan yang wajahnya ke arab-arab an.
__ADS_1
"Gpp mas."Jawab Hana lalu tersenyum.
Keduanya pun berkenalan dan tampak akur walau pertama kali bertemu. Disisi lain dari kejauhan Renaldi diam-diam melihat keakuran Hana dan pria yang baru saja ditemui.
"Siapa laki-laki yang bersama Hana itu sepertinya mereka sangat akrab dan mesra." Terka Renaldi dalam hati.
Drrt..drrrt
" Tunggu di mobil setelah ini kita pulang!" Perintah Renaldi lewat pesan WA.
"Ok". Balas Hana.
Tiba-tiba Renaldi pergi meninggalkan Vey lalu membayar pesanan di cafe.
"Kamu kog buru-buru sih yang?" Tanya Vey.
"Tadi ibu suruh aku cepet-cepet balik." Ujar Reanaldi.
"Ya sudah hati2 sayang." Ucap Vey sebelum Renaldi meninggalkanya
Renaldi sudah sampai diparkiran dan masuk mobil dan segera pergi membawa Hana pulang.
"Kamu kenapa senyum-senyum habis ketemu cowok mu?" Tanya Renaldi kesal.
"Apaansih mas nggak." Ucap Hana sedikit bingung karena yang ketemu kekasihnya dia malah Hana yang dituduh.
__ADS_1