"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Tidak Paham


__ADS_3

Sudah melewati jam 8 malam Hana belum juga pulang. Bu Saras dan Renaldi cukup kuatir karena Hana tidak pulang seperti biasanya.


"Ren coba kamu hubungi istrimu, ibu takut terjadi apa-apa padanya!" Pinta ibu Renaldi.


"Baik bu." Sahutnya.


Terdengar suara sepeda motor masuk ke garasi seketika membuat keduanya legah.


"Assalamuallaikum,...." Salam Hana pada keduanya.


"Wallaikumsalam." Keduanya pun menjawab.


"Nak kog baru pulang jam segini?" Tanya ibu saras pada menantu kesayangannya.


"Maaf bu Hana pulang telat hari ini karena mengurus laporan akhir bulan, ibu tak perlu cemas." Ujar Hana meyakinkan ibu mertuanya.


"Han makanlah ibu sudah memasak untukmu dan menunggu mu dari tadi." Ujar Renaldi.


"Baiklah ayo bu kita makan!" Ajak Hana dengan senang karena dimasakan makanan oleh mertuanya tercinta.


Setelah selesai makan Renaldi kembali keruang kerjanya. Hana pun masuk kamar langsung merebahkan tubuhnya.


"Aku masih tidak menyangka Hana wanita yang sangat tegar dan begitu tulus mencintai Miko." Pikir Renaldi diruang kerjanya.


"Apa pernah aku menemukan wanita setulus Hana dalam memberi cinta, tapi tidak pernah aku temui selain Hana." Keluhnya

__ADS_1


DI SISI LAIN...


"Kenapa akhir-akhir ini mas Renaldi baik sekali padaku, padal dulu sering mengancamku dan bahkan melihatku seperti ga level dimatanya". Pikir Hana bertanya-tanya.


Jegrekk...(suara pintu kamar)


"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Renaldi pada Hana.


"Belum bisa tidur saja mas." Jawab Hana singkat.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu Han?" Ucap Renaldi bertanya pada Hana.


"Mas mau tanya apa?" Tanya Hana kembali


"Kamu sangat mencintai kekasihmu ya?"Tanya Renaldi hati-hati.


"Apa yang membuatmu sangat menyayanginya?" Tanya Renaldi lagi.


"Karena aku tulus mencintainya sampai tak sempat aku bertanya pada diriku sendiri hal-hal apa saja yang membuat aku sangat mencintainya." Tutur Hana.


"Kalau kamu sangat mencintainya kenapa kamu memilih bersamaku?" Tanya Renaldi serius.


"Cinta dan takdir itu beda tipis mas." Ujar Hana.


"Maksudmu?" Tanya Renaldi penasaran.

__ADS_1


"Mencintai seseorang bukan perkara kepemilikan karena cinta tak harus memiliki, hasilnya takdir yang menentukan. Begitu juga takdir kadang kita tak mencintainya tapi kita ditakdirkan untuk berdampingan lalu saling mencintai." Tutur Hana begitu dalam.


"Ternyata kamu puitis juga sayang." Ucap Renaldi tulus.


"Mas tadi Renaldi panggil Hana tadi apa?" Goda Hana.


"Memang aku panggil kamu apa?" Tanya Renaldi balik menggoda.


"Gak deh salah denger mungkin." Sahut Hana malu-malu.


"Udah ayo tidur Hana sayang." Ucap Renaldi.


"Ih apaan sih panggil-panggil gitu, awas aku bilangin mbak Vey loh." Ujarnya kesal.


"Kamu kenapa sih Han, mulai hari ini kamu ga perlu sebut nama dia lagi!" Ujar Renaldi sedikit emosi.


"Mas ada masalah sama mbk Vey ya, maaf aku tidak tau." Ucap Hana merasa bersalah.


"Aku tidak bermaksud memarahi mu tapi aku sudah punya hubungan apa-apa denganya, sekarang kamu istriku bagaimana mungkin aku memiliki hubungan salah dengan orang lain." Tutur Renaldi meyakinkan Hana.


"Maksud mas... ?" Tanya Hana semakin penasaran karena tidak paham.


"Kamu istri sah ku, bertingkahlah selayaknya seorang istri untukku kamu mengerti!" Tutur Renaldi tegas.


"Selayaknya istri maksudnya? aku benar-benar tidak paham." Ujar Hana dalam hati.

__ADS_1


Karena Renaldi tidak menjelaskan secara rinci pada Hana, sehingga Hana pun tampak bingung dan mencoba mencari jawaban di pikirannya sendiri.


__ADS_2