"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Refreshing


__ADS_3

Embun masih membasahi hijaunya rerumputan terlihat kabut tebal mulai memudar terkena sinar hangat mentari. Lintasan panjang ini diberi nama "Long Storage" banyak sekali orang melakukan aktivitasnya disini, mulai dari berdagang, berolahraga, bercanda, atau sekedar melihat-lihat genangan air yang luas.


"Han.., kamu suka dengan pemandanganya?" Tanya suaminya.


"Suka mas." Sahutnya senang.


"Ibu tadi kemana mas?" Tanya Hana.


"Tadi masih dibelakang joging sama bu Ningsih (tetangganya)." Sambil mengusap air yang menetes dari dahi istrinya.


"Minumlah! takutnya kamu dehidrasi nanti." Ujar Renaldi lembut sambil mengambil minuman botol yang ada di sebelahnya dan memberikan pada istrinya.


"Baiklah mas." Jawab Hana disertai anggukan.


Renaldi menyelipkan rambut istrinya di belakang telinga karena menyadari rambutnya menutupi sebagian wajahnya ketika hendak minum.


Beberapa gadis yang berjalan melewatinya tampak sedang berbisik, sekali tertawa, sekali memuji, sekali lagi mereka ingin memiliki keromantisan yang sama dengan yang mereka lihat.


*(Mungkin bisa dibilang mereka baper)


"Seperti tidak pernah melihat orang berduaan saja." Gerutu Renaldi.


"Inikan tempat umum, mas lupa?" Jawab Hana tersenyum


Teriknya sangat terasa, mungkin karena belum banyak pepohonan yang rimbun dan tinggi. Maklum saja tempat itu juga baru saja dibuka.


Ibu Saras memutuskan mengajak mereka pulang karena hari semakin siang. Sebelum itu ibu Saras berpamitan dengan bu Ningsih tetangganya yang kebetulan juga berada disitu bersama anak dan suaminya.


"Bu Ningsih,.. Kami pulang dulu!"

__ADS_1


" Iya bu Saras,.. Hati-hati! Ujar bu Ningsih sambil menganggukan kepala.


Tubuhnya merasakan lelah hingga ia menyandarkan tubuhnya ke kursi penumpang disebelah ibu mertuanya. Renaldi melihat dari spion wajah istrinya tampak kuatir.


"Ibu mungkin Hana lapar, kita mampir ke resto dulu! ibu juga pasti lelah dan lapar?"


"Bilang saja kamu juga lapar Ren!" Sahut ibunya.


Akhirnya Renaldi dan kedua wanita yang penting dalam kehidupannua pun tertawa bersama.


"Ibu bisa saja!" Ucapnya


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di resto "SAE", mereka pun disambut dengan sangat baik oleh para pelayannya.


"Pak Renaldi sekeluarga ingin kami siapkan makanan dan minuman apa?" Tanya pelayan hati-hati sambil menyodorkan buku menu.


"Sayang pilihlah!" Perintah Renaldi.


"Nak pilihlah selain jus nanas! karena tidak baik untuk kandunganmu." Tutur mertuanya lembut.


"Iya aku tidak mau kamu memilih yang akan membahayakan kandunganmu." Tambah Renaldi.


"Baiklah aku pesan jus mangga saja." Ujar Hana memelas.


Ibu Saras dan Renaldi yang mendapati ekspresi Hana yang pasrah tapi menggemaskan langsung geleng-geleng.


"Kita mau Steak panggang, jus lemon dua, sama kamu minum apa Ren?"


"Aku minumnya sama saja."

__ADS_1


"Baik pak bu tunggulah! kami akan buatkan sesuai permintaan." Ujar pelayan resto.


Pelayan pun segera memberikan perintah kepada Chef resto tersebut memasak sesuai permintaan nyonya dan tuan pemilik restonya.


"Mas buatkan Steak Panggang spesial 3 sama jus lemon 3, jangan sampai salah!" Tegasnya.


"Galak amat emang tamunya siapa?" Jawab Chef Nandiki.


"Ibu Saras sama putra dan menantunya."


"Bu Saras yang punya resto? kenapa tidak bilang dari awal pasti aku akan buatkan Steak panggang terenak didunia, kalau tidak ya se~enggaknya se Asia deh." Ujarnya sedikit sombong.


"Sudah nanti helmnya mas ga muat rasain!"


" Kamu pikir aku lele yang besar kepala." Ujarnya kesal.


"Haha, bukan aku yang bilang loh!" Tertawa lalu meninggalkan Chef Nandiki yang sibuk membuat pesanan ala Chef internasional.


BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...


Pelayan mengantar pesanan yang diinginkan nyonya dan tuanya. Hana pun terlihat tak sabar segera memakannya terlihat matanya berbinar setelah para pelayan menata makanannya.


"Sudah sangat lapar ya buk?" Goda Renaldi pada Hana.


"Hmm."


"Ren! sudah jangan meledek istrimu saja." Ucap ibunya sambil memukul bahu Renaldi lembut.


"Iya bu pukul saja mas Renaldi, ngece mulu dari tadi!" Sahut Hana merasa senang melihat suaminya dimarahi bu Saras.

__ADS_1


Suasana pun hening mereka makan dengan sangat hikmat. Ditambah tempatnya nyaman dan ber~AC.


__ADS_2