
Renaldi mulai merasakan perubahan pada Hana, ia merasa beberapa hari ini Hana menjauhinya.
"Han apa yang terjadi padamu, apa aku pernah melakukan kesalahan padamu?" Tanya Renaldi yang tiduran disebelah Hana , sedang Hana sedang asyik membalas chat teman-temanya.
"Tidak mas! mungkin perasaan mas saja." Jawab Hana singkat.
"Han kamu tidak pandai berbohong katakan saja padaku apa salahku?"Tanya Renaldi mulai geram membuat Hana berhenti bermain gadget.
"Sudahlah Hana ngantuk mas." Ujar Hana menarik selimut dan ikut tidur disamping Renaldi.
"Han..." Ucap Renaldi sembari mendekatkan wajahnya tepat di wajah Hana.
"Apaansih mas." Ucap Hana sambil mendorong Renaldi menjauh darinya, namun hasilnya nihil karena Renaldi lebih kuat.
Renaldi pun mencium bibir Hana dengan lembut, dan mencoba membuka satu per-satu kancing piyama yang Hana kenakan hingga terlihat dua bukit kembar milik Hana tanpa bra karena untuk menjaga kesehatan Hana jarang sekali mengenakan branya ketika tidur. Beberapa kali Hana memberontak tapi hasilnya tetap nihil.
__ADS_1
"Mas hentikan!" Ujar Hana sedikit takut.
"Kenapa kamu menolak melakukan ini denganku, bukankah aku suami mu?" Tanya Renaldi kesal.
"Bagaimana tidak aku menolaknya, bahkan mas saja pernah tidur dengan mbak Vey!" Jawab Hana kesal.
"Haha dasar bodoh kamu kata siapa aku pernah tidur denganya?Tanya Renaldi mengejek.
"Mengaku saja mbak Vey sendiri yang bilang padaku." Ujar Hana tanpa mengada-ngada.
"Ya mungkin saja mbak Vey mengajak mas tidur bersama mas juga tak melewatkan kesempatan itu." Ucap Hana kesal.
"Bagaimana aku punya waktu melakukan itu , kamu tau sendiri aku sibuk bekerja dan dari awal aku berpacaran dengan Vey pun ibu tidak setuju bagaimana mungkin sampai aku menidurinya juga, apa tidak sama saja aku membunuh ibuku sendiri." Tutur Renaldi meyakinkan Hana.
"Benar juga, bisa saja mbak Vey hanya mengada-ngada agar aku menjauh dari mas Renaldi, karena walau mas Renaldi seperti monster dia tidak mungkin melakukan hal bodoh yang bisa membuat bu Saras sedih." Pikir Hana matang.
__ADS_1
"Gimana lanjut ga ini?" Tanya Renaldi pada Hana.
"Maksud mas apa?" Tanya Hana polos pada Renaldi.
"Sudahlah tugas mu diam menurut saja!" Pinta Renaldi pada Hana sedikit mengancam.
"Jangan macam-macam tapi!" Seru Hana.
"Memang kenapa klau macam-macam karena aku suamimu, setiap inci dari dirimu itu halal untukku." Tutur Renaldi pada Hana yang terlihat mukanya merah merona karena malu.
"Sejak kapan mas monster ini pandai berkata-kata dan kata-katanya pun benar, lalu bagaimana caranya aku mengelaknya." Pikir Hana keras untuk mencari solusi tapi telat sudah.
"Sudah jangan banyak berfikir, cukup imbangi saja permainanku!" Pinta Renaldi
Renaldi mulai melanjutkan aktivitasnya yang sedikit tertunda, ia pun mulai mencium bibir istrinya dan mulai menurunkan kedua tangannya ke bagian sensitif Hana. Setelah beberapa jam melakukan aktivitas yang bisa disebut malam pertama datang terlambat kemudian pun mereka tidur karena kelelahan dan saling berpelukan.
__ADS_1
*(Udah guys jangan dibayangin terus klau yang udah nikah boleh dicoba yang belum jangan karena itu kenikmatan membawa bencana, jadi nikah dulu baru boleh ya heheh)