"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"

"Kuperoleh Matahari Selepas Senja"
Tidak Pandai Berbohong


__ADS_3

Hana mendekati Renaldi saat diruang kerja berharap malam ini mampu meyakinkan Renaldi untuk mamaafkan Vey.


"Mas aku boleh masuk?" Tanya Hana sambil mengetuk pintu ruang kerja Renaldi.


"Masuklah!" Pinta Renaldi.


"Ada apa Han, tumben kamu menemui ku ?" Tanya Renaldi Heran.


"Apa aku mengganggumu mas?" Tanya Hana memastikan Renaldi tidak terganggu dengan kedatangannya.


"Tidak sama sekali"Sahut Renaldi tegas.


"Apa mas ada masalah sama mbak Vey?" Tanya Hana.


"Tidak, aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya." Ujar Renaldi.


"Bukankah setiap orang pernah berbuat salah? jadi mas yakin untuk melepas mbak Sherly begitu saja perkara mendapatkan itu mudah, namun mempertahankan itu sulit."Tutur Hana pada Renaldi agar mempertimbangkan keputusanya.


"Kamu tau apa Han?! sudahlah jangan membahas itu!" Ujar Renaldi kesal.

__ADS_1


"Aku tau terkadang laki-laki terlalu banyak menggunakan logikanya tapi mempertimbangkan hati juga perlu." Tutur Hana sekali lagi.


"Apa jika kekasihmu bermain gila dengan orang lain bahkan banyak sekali bukti nyata mengenai itu, apakah kamu masih mau menyukainya?" Tanya Renaldi sambil mengkode dengan tanganya agar Hana mendekat.


"Coba aku mau dengar didekat telingaku jawaban yang masuk akal darimu." Pinta Renaldi pada Hana yang sekarang berdiri didekatnya.


"Tidak mungkin aku menyukainya lagi karena menurutku orang yang sering berpaling itu bukan sifat melainkan watak, suatu saat mungkin akan mengulanginya lagi." Tutur Hana tanpa mengada-ngada real sesuai pemahamanya sendiri.


"Sekarang kamu jawab jujur pertanyaanku, Vey bicara apa saja padamu dan apa kamu bertemu Vey?" Tanya Renaldi sungguh-sungguh.


"Tidak!" Jawab Hana menunduk.


"Apa harus aku mempercayai orang yang tak pandai berbohong." Ujar Renaldi mengejek Hana.


"Apa kamu yakin aku dan Vey saling mencintai?" Tanya Renaldi yang semakin membuat Hana bingung.


*(Gimana ga bingung woy yang punya perasaan kalian berdua malah Hana yang disuruh menyimpulkan)


"Tentu! bukanya memang dari awal mas Renaldi saling mencintai, bahkan mas kan terpaksa menikah denganku karena tidak mungkin menolak perintah ibuk." Ujarnya Hana tanpa basa basi.

__ADS_1


"Apa bedanya denganmu yang menikah denganku karena terpaksa karena masih mencintai kekasihmu." Ujar Renaldi sambil senyum menyeringai.


"Ya sudah kita impas!" Ujar Hana singkat hendak meninggalkan Renaldi.


Tiba-tiba Renaldi menarik Hana sebelum Hana pergi sampai terjatuh dipangkuannya.


"Kita belum impas!" Ucap Renaldi ditelinga Hana yang sedang dipangkunya.


"Maks..?" Belum sempat Hana melanjutkan kata-katanya (maksudnya?) dengan cepat Renaldi membungkam bibir Hana dengan bibirnya.


"Kenapa dia melakukan ini padaku?" Pikir Hana bertanya-tanya.


Renaldi semakin liar mencium Hana, Hana pun hanya bisa pasrah ketika Renaldi mencium bibir bahkan lehernya karena memberontak juga percuma.


"Tidurlah!" Ucap Renaldi menghentikan aktivitasnya karena menyadari Hana sedikit takut dan tegang dengan apa yang dilakukanya.


"A. ..a..aku tidur dulu mas." Ucapnya sedikit terbata karena ada rasa cangguh dan tidak menyangka dengan apa yang barusan terjadi.


"Kupikir dia sudah pandai berciuman ternyata tidak seperti yang aku pikirkan, memang benar-benar polos kamu Han." Ujar Renaldi senang.

__ADS_1


####


"Apa yang aku lakukan barusan kenapa jantungku berdebar sangat kencang, bukankah tujuanku membantu mbak Vey benar-benar payah aku." Ungkap Hana kesal.


__ADS_2