
...****************...
Studio Seni
Studio Seni terletak di kota Rawang. Kota Rawang terkenal akan keseniannya, seperti ; tarian , lukisan , bahkan cagar budaya mereka bernilai seni. Banyak datang ke kota ini hanya untuk melihat-lihat ataupun berbisnis.
Studio tersebut memiliki bangunan berlantai dua, dengan lantai satu yang terdapat berbagai jenis lukisan-lukisan yang indah, semua itu ter pasang dengan rapih di tembok studio, tidak jauh dari tempat lukisan terdapat sebuah ruangan khusus untuk melukis untuk para pelukis. Dan di lantai dua merupakan area bersantai bagi para pengunjung, baik datang untuk melihat lukisan ataupun untuk berbisnis semua itu terjadi di lantai dua.
Di dalam studio lantai dua, terdapat Aka yang sedang berbicara dengan pemilik studio mengenai pengembalian lukisan yang kemarin di pamerkan di museum miliknya.
Ista dan Hika berjalan memasuki Studio Seni.
Aka melihat ke bawah ke arah pintu masuk studio, Aka dengan kaget melihat Ista yang sedang memasuki studio sambil menyenderkan badannya ke kaca, melipatkan kedua tangannya dan berkata “dia cantik dengan pakaian seperti itu.”
Di kehidupan Ista sebelumnya, Aka dan Ista tidak saling mengenal saat di studio seni , mereka hanya berpapasan saja, karena Ista sedang bersama dengan Nash.
Ista melihat-lihat lukisan yang berada di tombok gedung studio di samping ada Hika yang menemani Ista .
Ista yang sedang melihat lukisan tersebut, berkata dalam benaknya "lukisan-lukisan ini sama seperti di kehidupanku sebelumnya. walaupun aku sudah melihatnya, tetap terlihat indah dan menawan sebab setiap karya dari pelukis memiliki keindahannya sendiri."
“Ista...apakah kamu ingin melukis?”tanya Hika kepada Ista yang sedang melihat-lihat lukisan di tembok gedung studio.
Mendengar pertanyaan Hika, Ista berkata dalam benaknya sambil melihat Hika "di kehidupanku sebelumnya, dia juga menanyakan seperti itu dan aku menjawab dengan Iya, jika aku tidak salah ingat Hika mengajakku ke tempat khusus melukis , di sana lah aku bertemu dengan Nash yang sedang melukis."
“Iyah, apakah di sini ada tempat untuk melukis?” Tanya Ista yang berpura-pura tidak mengetahui apa yang akan terjadi.
“Ikuti aku,” kata Hika.
Ista pun mengikuti Hika berjalan menuju ruang khusus melukis yang tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.
Saat mereka berdua memasuki ruangan tersebut, Ista melihat seorang pria berkaca mata dengan rambut dengan belahan tengah di poninya, memakai kaos yang berkerah dan celana pendek membuatnya semakin mempesona.
"Itu dia, Nash!" dalam benak Ista sambil menahan amarahnya.
Ista dan Hika menghampiri Nash yang sedang melukis.
__ADS_1
"Di kehidupanku sebelumnya, aku langsung jatuh cinta terhadapnya , karena melihat Nash yang sedang melukis.Tetapi sekarang , entah kenapa aku ingin sekali memukul wajahnya", kata ista dalam benaknya sambil menatap Nash dengan marah.
“Hey, Ista ada apa denganmu?,” Kata Hika dengan menyenggol Ista yang sedang menatap Nash.
"Sepertinya, dia sudah terpancing dengan rencana ku",kata Hika dalam benaknya sambil tersenyum melihat Ista.
Ista dengan kaget menjawab “tidak apa-apa.”
Melihat Hika dan Ista mendatangi dirinya, Nash pun berhenti melukis, meletakan alat lukis yang dia pegang dan menghampiri mereka berdua.
Nash berjalan menuju mereka dan melihat kepada Hika.
Hika yang melihat tatapan Nash, langsung memberikan sebuah kode dengan tangannya.
Jika Ista mulai tergoda dengan dirinya.
Melihat kode dari Hika, Nash langsung berkata kepada Ista “hallo, ada yang bisa saya bantu.”
"Aahhh, mendengar perkataannya. Aku sangat ingin memukulnya sekarang!!!" kata Ista dalam benaknya sambil menahan amarahnya.
Mendengar perkataan Hika, Nash langsung menggaruk kepalanya dengan malu.
“Wah, hebat” kata Ista yang melihat lukisan yang terpasang di tembok.
"Tahan tahan..."kata Ista di dalam benak sambil berpura-pura tersenyum.
“Apa kamu mau melukis bersama dengannya Ista?”tanya Hika dengan melihat ke arah Ista.
“Apakah boleh?,”jawab Ista dengan menahan amarahnya.
Serentak Nash berkata “boleh sekali.”
Ista dan Nash berjalan ke tempat lukis, di sana sudah tersedia: kanvas, kuas, dan cat air.
Melihat Ista dan Nash berjalan berdua, Hika memberikan Kode kepada Nash bahwa dia akan meninggalkan mereka berdua dan Nash membalas kode tersebut.
__ADS_1
“Hika, kamu mau kemana?,” tanya Ista sambil menoleh ke belakang.
“Aku mau ke toilet dulu,aku tunggu di lantai dua yah dan kamu berdua saja dengannya Ista. Lagi pula aku tidak pandai melukis” kata Hika sambil melihat ke arah Ista.
Ista berjalan ke depan sambil berkata di benaknya "sama seperti di kehidupanku sebelumnya, kamu pasti meninggalkan ku di sini."
Nash dan Ista pun melukis bersama.
Ista yang melihat Nash yang sedang melukis di sampingnya berkata dalam benaknya sambil memegang kuas dan cat air di tangannya "di kehidupanku sebelumnya , aku sangat bodoh sekali!. Kenapa harus jatuh cinta kepadanya, padahal dia melukis dengan kemampuan buruk, tetapi kenapa karyanya yang di pasang di tembok bisa sangat indah sekali, apakah itu bukan hasil karyanya? ."
Selesai Ista dan Nash melukis, mereka berdua berjalan berkeliling sambil Nash memberitahukan hasil karyanya di tembok kepada Ista yang berada di samping.
Ista yang mendengar penjelasan dari Nash, Ista berkata dalam benaknya "tidak mungkin, ini kamu yang melakukannya, jika di kehidupanku sebelumnya, aku cukup bodoh untuk kamu tipu."
Ista menghiraukan perkataan Nash dan melihat keluar jendela, melihat bahwa terdapat sebuah pemandangan alam yang indah di belakang studio.
“Sebentar, aku ingin ke toilet”Kata Ista untuk mencari alesan meninggalkan Nash.
“Oh, iya silahkan”Kata Nash dengan tatapan yang curiga.
......................
Ista berjalan keluar ruangan. melihat Ista berjalan menuju pintu keluar, Nash berkata “sepertinya ini tidak berhasil, aku harus bertemu dengan Hika dan berbicara dengannya.”
Ista keluar dari ruangan melukis mencari alat-alat untuk melukis, dia ingin melukis pemandangan alam di belakang studio.
Ista langsung menuju toko di sebelah studio untuk membeli alat-alat lukis. walaupun Ista memiliki alat-alat lukis, tetapi itu semua berada di rumahnya karena Ista tidak membawa bersama dengannya ke studio seni.
Ista mencari tempat yang menurutnya pas untuk melukis, Ista menemukan sebuah tempat agak tinggi dan menaikinya.
Ista langsung mempersiapkan alat lukis yang dia beli di studio.
Ista melihat pemandangan yang sangat indah, Ista dapat melihat gunung yang nampak dari kejauhan, pepohonan yang indah dan terdapat bunga-bunga.
Ista yang sedang melukis, seketika teralihkan dengan seorang pria dengan rambut bagian bawah samping tipis dan tinggi di bagian atasnya sedang bersandar di bawah pohon dan hembusan angin membuatnya semakin mempesona.
__ADS_1
Pria tersebut adalah Aka berdiri di bawah pohon sambil menyenderkan badannya ke pohon tersebut dengan menyilang kan kedua tangannya.