15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
membentuk Perusahaan


__ADS_3

Bandara Internasional


Ista dan Jesica sedang duduk di sebuah caffe yang terletak didepan bandara.


Ista melihat bahwa Jesica masih membaca laporan miliknya dengan serius lalu bertanya kepadanya “apa kamu butuh sebuah penjelasan dariku, Jesica?,”


Jesica menghiraukan omongan Ista dan terus membaca laporan yang di berikan oleh Ista layaknya mengoreksi jawaban.


Melihat Jesica sedang fokus membaca isi laporannya Ista berpikir dalam benaknya "laporan yang aku berikan kepadanya, hanyalah lingkup besarnya saja, di dalamnya tidak ada hal yang mendetail."


Setelah melihat laporan yang di berikan oleh Ista, Jesica bertanya kepada Ista karena pernyataannya “ apa kamu tidak akan memberitahukan rahasia mu, sebelum aku setuju denganmu?.”


Mendengar apa yang di tanyakan oleh Jesica, Ista berkata dengan berpura-pura biar Jesica tidak mengetahui bahwa dia tahu segala nya soal masa depan “rahasia apa yang harus ku beritahukan kepadamu?.”


“Soal bagaimana negara Gajah bisa di hancurkan?”tanya Jesica.


mendengar sebuah pertanyaan dari Jesica , Ista berkata dengan sedikit candaan “Bukankah kau bekerja di bidangnya, apa yang kau pikirkan Jes?”


kemudian Ista berkata kembali kepada Jesica “Ingat Jes, sebelum membaca isi laporan ku, itu semua bukan soal dirimu”


Ista berpikir dalam benaknya dengan pengetahuan masa depannya "perang ini sangatlah menakutkan, jika tidak salah ingat, sekarang ini negara Gajah sedang melawan , ini sesuatu yang massa depan tidak dapat di prediksi, termasuk diriku."


Melihat Jesica masih yang terus membaca kembali isi laporannya, Ista berpikir dalam benaknya "jejak Pertarungan panas di Pasar Valuta asing negara gajah dengan musuhnya, maka sebab itu aku mengelompokkan informasinya."


*Pasar valuta adalah suatu jenis perdagangan yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain*


Selesai Jesica membaca isi laporan Ista, Jesica berkata dengan tatapan yang serius ke arah Ista “ aku mempertaruhkan uang, karir dan masa depanku,tetapi apa yang kamu pertaruhkan?.”


Mendengar apa yang di tanyakan oleh Jesica, Ista berkata di dalam benaknya dengan menatap Jesica dengan serius sambil memainkan pulpennya "kamu tidak berubah Jes."


“Ini adalah Opportunity Cost!”Kata Jesica dengan serius.


*Opportunity Cost adalah di dalam situasi untuk memilih sesuatu.*


Mendengar perkataan Jesica, Ista berkata dengan serius ke arah Jesica sambil memainkan sedotan di kopi yang Ista pesan “ketika aku melihatmu sekarang, uang yang aku seharusnya mendapatkannya, sekarang sudah hilang!.”


Ista kembali memainkan sedotannya dan melihat Ista dengan tatapan yang serius lalu bertanya kepadanya “kamu bahkan datang dari jauh , Jesica. Kamu masih belum memutuskannya?."


Jesica merasa bahwa pertaruhannya lebih besar dari apa yang di perkirakan lalu berkata kepada Ista di hadapannya “maaf, tetapi aku masih membutuhkan waktu untuk berpikir, ini bukan suatu masalah yang kecil,”


“Ketika aku melihatmu sekarang ini , pemandangan dan situasi yang aku rasa terlalu mengejutkanku,”ucap Jesica kembali.


Ista pun berdiri dan berkata sambil menunjukan angka dua kepada Jesica “okey, aku akan menunggumu selama 2 minggu.”


“2 minggu” ucap Jesica dengan kaget.


“Lihat lah isi dari laporan ku ,Jesica,” Kata Ista sambil mengambil tas di kursi.


“Ini......”Ucap Jesica.

__ADS_1


Ista yang sedang berdiri di hadapan Jesica yang sedang duduk di hadapannya lalu berkata dengan serius “sekarang ini bukan waktunya bermain, satu-satunya untukmu yang tersisa sekarang....., kamu tinggal menghitung berapa banyak uang yang akan kau tinggalkan.”


Mendengar apa yang di katakan oleh Ista, Jesica berkata “kamu bisa memprediksi apa yang terjadi sekarang ini, tetapi kau tidak bisa memprediksi waktunya, kecuali kamu adalah Tuhan.”


“Lalu kamu bisa bertemu , sekarang “ kata Ista dengan tersenyum.


Jesica langsung menatap Ista dengan serius.


Melihat tatapan Jesica, Ista menghiraukannya dan berjalan keluar sambil berkata “ 2 minggu.”


Ista menoleh dan berjalan sambil berkata kepada Jesica yang duduk di belakangnya “jika kamu masih belum memutuskan, aku akan menganggap hubungan kita akan ber akhir.”


Mendengar perkataan ista, Jesica langsung berdiri.


“Jika kamu adalah Jesica yang aku kenal, kamu pasti akan memutuskan mengikuti ku,”Kata Ista dengan pelan sambil berjalan menuju pintu keluar caffe.


Seketika


Ddiinngg


Mendengar Handphonenya berdering, Ista yang berada di parkiran bandara tersenyum sambil membaca isi pesan tersebut “nama apa yang harus kita buat untuk perusahaan kita?.”


Aka yang sedang menunggu orang tuanya yang datang dari luar negeri, melihat bahwa di sana ada Ista yang mengendarai sepeda motornya dan berkata dalam benaknya "apa yang sedang dia lakukan nya di sini."


Sesampai Ista di rumah , Ista melihat bahwa rumah sudah di rapikan.


“Oh, meli dari mana saja kamu”Kata Ista sambil memeluknya dengan pelukan yang hangat.


Ista Kemudian membawa Meli dan berjalan memasuki rumah.


Melihat ibunya sedang duduk di ruang tamu.


Ista yang sedang menggendong Meli di tangannya berkata kepada ibunya “ma...apa papa belum pulang"


Melihat ibunya yang sedang melamun , Ista berpikir dalam benaknya "ji**ka sesuatu terjadi seperti ini di kehidupanku sebelumnya, aku pasti tidak akan ikut liburan bersama Hika, ngomong-ngomong aku tidak pernah ketemu dengan lagi belakangan ini."


“Ma!” Teriak Ista karena mamanya menghiraukan perkataannya


Bu Ris langsung menoleh ke arah Ista yang sedang berdiri tidak jauh darinya sambil menggendong Meli.


“Oh... Ista, kamu sudah pulang, kamu sudah makan?”tanya bu Ris.


“Mama, apa yang terjadi,”tanya Ista yang sedang berdiri di samping ibunya.


“Tidak terjadi apa-apa nak, kamu jangan memikirkannya”kata bu Ris sambil berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan makanan.


Ista melihat Ibunya ingin mempersiapkan makanan untuknya lalu berkata “Ista, tidak lapar ma."


Ista kemudian berjalan menuju kebun miliknya sambil menggendong Meli yang sedang tertidur pulas di pelukan nya

__ADS_1


Di dalam kebun , Ista merapikan semua seperti semula.


Ista pun duduk di tengah kebunnya dan berkata sambil melihat bunga miliknya “siapa yang melakukan ini semua?, sepertinya aku harus berpura-pura untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini!.”


“Kasus kecelakaan papa sebentar lagi, apakah kecelakaan itu ada sebabnya dengan ini semua?”kata Ista dengan melihat Bunga mawar putih di depannya.


Ista pun mengelus-elus badan Meli sambil berkata “ jika aku tidak salah ingat, besok adalah hari di mana Hika mengajakku keluar rumah dan di sanalah aku bertemu dengan Nash di studio seni.”


Ke esok harinya.


Ista yang memakai kemeja Hitam jeans biru muda sedang duduk bersama Jesica yang memakai kaos berwana merah, celana pendek di sebuah caffe yang telah di janjikan sebelumnya.


“Kamu sangat bisa di andalkan , tetapi aku masih belum tahu namamu?,”tanya Jesica.


“Ista”Ucap Ista


“Ista..., oke. Ayo membuat nama perusahaan seperti Ista and Jesica Investment,“ujar Jesica


*Investment adalah proses investasi untuk memperoleh keuntungan*


Ista yang tidak ingin di ungkap ke publik berkata kepada Jesica yang sedang duduk di hadapannya “tidak, Jangan memakai dengan namaku.”


“Kupikir kamu tidak cukup tua, untuk merasakan malu, Oke. Lakukan apa yang ingin kau lakukan, aku akan mengikuti mu,”kata Jesica dengan mengamati Ista di depannya.


Jesica kemudian menyadari bahwa pembagian saham yang di usulkan oleh Ista tidak lah pantas untuknya lalu berkata kapada Ista “aku merasa ini seperti perusahaan milikku, aku menyerahkan semua uangku, aku menginginkan saham lebih banyak, aku akan mempunyai saham 65% dan kamu akan punya 35%."


mendengar pernyataan dari Jesica, Isya dengan santai menjawab sambil bersandar di tempat duduknya "maaf, Jesica. tetapi aku tetap akan mempunyai saham 65%,”


“Apa!” teriak Jesica dengan kaget.


“Jika kamu tidak menyukai perbandingan saham yang aku sarankan, kamu bisa membuat investasi mu menjadi lebih kecil dari ini,” Kata Ista sambil meminum kopi yang di pesannya.


Jesica binggung dengan kepercayaan diri orang di hadapannya lalu bertanya “dari mana kamu bisa mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi seperti ini,”


“Okey, aku tidak akan membatalkannya. Aku akan menerima semua persyaratan darimu,” ucap Jesica yang sedikit kecewa.


Jesica kemudian menyadari bahwa ini sedikit aneh lalu bertanya kepada Ista “kenapa kamu bisa memilih diriku, dari mana kamu bisa mengenalku?,”


Ista dengan santai menjawab “aku mengenalmu dari internet."


"Walaupun aku sudah mengenalmu sebelumnya." kata Ista dalam benaknya.


Jesica merasa bahwa dia sedang di bodohi oleh Ista dengan berkata “hanya dengan melalui Internet??, apa kamu tidak membodohi ku”


Ista sadar bahwa Jesica sedikit tidak menerima pernyataan lalu bertanya kepadanya “apakah kamu merasa tersinggung?,"


Jesica kemudian berkata dengan kebingungan “tidak juga, tapi aku merasa kesempatan yang kau berikan kepadaku ini terasa sedikit aneh,”


Mendengar jawaban dari Jesica, Ista tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2