15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Antagonis Baru Akan Segera Muncul.


__ADS_3

...****************...


Matahari mulai bersinar dengan teriknya, di bandara internasional.


Di depan pintu masuk bandara terdapat sebuah mobil hitam.


Jesica dan Rosa berada di dalam mobil tersebut untuk mengantar Jesica kembali ke negaranya.


Sebab Jesica harus mengurus perusahaan yang sempat ia tinggalkan karena Ista meminta pertolongan nya.


Jesica mengeluarkan handphone kecil yang di berikan oleh Ista, lalu memberikan kepada Rosa yang berada di sebelahnya sambil berkata, “Ambil ini.”


Rosa mengambil handphone tersebut dan bertanya “apa ini?” sembari melihat handphone di tangannya.


“Dia akan menghubungi lewat itu” jawab Jesica sambil menunjuk handphone di tangan Rosa.


“Maksudmu, orang yang berada di belakangmu” ucap Rosa.


“Iya, aku ingin kamu melayani dengan sungguh-sungguh. Kalo bukan karenanya, aku tidak mungkin berada di sampingmu saat ini” jelas Jesica.


“Baiklah aku akan melayaninya dengan serius, tapi aku melakukannya dengan caraku” ujar Rosa.


“Terserah padamu” ucap Jesica.


Jesica keluar dari mobil dengan kacamata dan bertudung jaket berwarna cream.


Rosa menyuruh supir untuk membuka kaca mobil, lalu melihat Jesica dari dalam mobil dengan berkata “hati-hati, kita tidak tahu jika mereka akan melakukan sesuatu.”


“Tenanglah, aku bisa mengurusnya. Kamu bekerja saja di sini dengan benar” Tegas Jesica.


“Oke” kata Rosa.


Kemudian Jesica berjalan ke pintu masuk dan berangkat kembali ke negaranya.


“Ayo pergi, ada pekerjaan yang menanti ku” jelas Rosa kepada supirnya, sesaat Jesica berjalan ke bandara.


...****************...


Keesokan harinya di pagi yang cerah, di dalam ruangan kerja pak Zar.


Ista memakai blezzer hitam memasuki ruangan ayahnya.


Melihat bahwa ayah nya masih bekerja di mejanya, lalu menghampirinya dan bertanya, “Pa, sedang apa?”


Pak Zar yang sedang sibuk mengerjakan siklus keuangan perusahaan akibat masalah yang menimpanya, itu mengakibatkan dampak yang sangat buruk baik perusahaan karena mencemarkan nama perusahaan.


Mendengar pertanyaan dari Ista, pak Zar mengalihkan pandangannya ke Ista dan berkata, “Apakah kamu akan bekerja hari ini.”


“Pa, apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan?” tanya Ista sembari berdiri di samping pak Zar.


“Tidak ada apa-apa” ucap pak Zar yang tidak ingin anaknya mengetahui masalah perusahaan.


“Papa, jangan mencoba untuk membodohi ku. Ista lulusan akuntansi, jadi tahu apa yang terjadi sekarang” jelas Ista kepada ayahnya.


Huffft.


Pak Zar lalu menghembuskan nafasnya, kemudian berkata, “Benar juga, kamu pasti akan mengerti apa yang terjadi sekarang.”


Ista mengingat sesuatu, soal bagaimana ia akan mengambil alih perusahaan ayahnya dan tidak ingin ayahnya terus menanggung semua beban keluarga , kemudian Ista berkata kepada ayahnya, “Pa, biar Ista yang mengerjakan semuanya.”

__ADS_1


Pak Zar yang sedang mengamati buku besar perusahaan mendengar apa yang di katakan oleh Ista, seketika terkejut sembari bertanya, “Apa maksudmu? Nak.”


Brak.


Ista memukul meja ayahnya sambil berkata dengan penuh tekad kepada ayahnya “Ista akan mengambil alih perusahaan.”


Ahhh.


Pak Zar langsung berdiri mendengar perkataan Ista lalu berkata, “Tunggu dulu, kita bicarakan ini terlebih dahulu.”


Pak Zar lalu berjalan ke tempat duduk untuk tamu.


Kemudian pak Zar dan Ista duduk saling berhadapan.


“Kenapa kamu ingin mengambil alih perusahaan papa?” tanya pak Zar kepada Ista sambil menatapnya dengan menyatukan kedua tangannya sehingga mengepal.


Ista melihat bahwa ayahnya sangat serius lalu berkata, “Ista, ingin papa beristirahat.”


Pak Zar merasa bahwa anaknya tidak hanya untuk diriny beristirahat saja lalu bertanya kembali, “Apa hanya itu, apa tidak ada yang kamu sembunyikan dari papamu?”


“Tidak ada” jawab Ista yang berdalih kepada ayahnya.


“Aku juga ingin membuat identitasku jelas sehingga hubunganku dengan jesica tidak mudah untuk di ketahui,” pikir Ista sembari menatap ayahnya dengan serius.


“Apa kamu sudah berbicara dengan mamamu?” tanya pak Zar kembali.


“Jika Ista memberitahu mama, ia tidak akan memperbolehkannya” jawab Ista.


Pak Zar berpikir seketika menemukan sebuah ide, kemudian berdiri dan berjalan ke mejanya untuk mengambil sebuah dokumen.


Pak Zar kembali ke depan Ista dan menyerahkan dokumen tersebut kepada Ista dengan berkata, “Bagaimana, jika kamu mengurus ini terlebih dahulu. Jika kamu bisa menanganinya dengan baik, papa akan menyerahkan perusahaan ini kepadamu.”


“Itu adalah kerja sama papa dengan Ka grup, jika itu bisa terlaksana dengan lancar maka perusahaan papa akan kembali seperti semula” jawab pak Zar kepada Ista.


Mendengar apa yang di katakan ayahnya Ista yang sedang melihat dokumen tersebut terkejut dengan berkata “Aka?”


Ista mengalihkan pandangannya ke ayahnya dengan berkata, “Tentang bisnis apa ini?”


“Pembangunan sebuah villa di pinggir pantai” jawab Pak Zar.


“Jadi maksud papa, aku di suruh ke pantai dengan Aka? Aku tahu jika papa dekat dengannya tapi....,” pikir Ista.


Pak Zar tersenyum melihat kebingungan Ista, lalu merangkul pundaknya sebelum Ista menyelesaikan perkataannya dengan berbisik kepadanya, “Bisa apa tidak?”


Hufft.


“Baiklah, Ista akan melakukannya” ucap Ista.


Pak Zar menarik Ista berdiri dan mendoronganya sembari berkata, “Tunggu apa lagi, lakukanlah sekarang.”


Ista yang terdorong, terkejut dengan perkataan ayahnya dan langsung berkata, ”Ah, sekarang. Tapi....”


Brak.


Sebelum Ista menyelesaikan kalimatnya, ia sudah terdorong keluar dan pak Zar menutup pintu ruanganya.


Pak Zar merenungkan tentang Aka sembari melihat ke arah pintu yang tertutup, “Aku mendukungmu.”


...****************...

__ADS_1


Di waktu yang sama saat Ista keluar dari ruangan ayahnya, di sebuah gedung perusahaan Ka grup.


Ruangan rapat perusahaan terdapat Aka yang menunggu kedatangan investornya.


“Aku akan menanyakan terkait hubungannya dengan Ista,” pikir Aka sambil duduk di ruang rapat yang menunggu kedatangan Jesica.


Brek.


Seorang wanita cantik dengan dress hitam memasuki ruangan bersama dengan asistennya.


Aka yang melihat wanita tersebut terkejut karena bukan Jesica yang datang dengan berpikir, “Siapa dia? Kenapa bukan Jesica yang datang.”


Aka lalu berdiri dan menghampirinya lalu menyerahkan tangannya untuk berjabat tangan.


Wanita tersebut melihatnya lalu membalas jebatan tangan Aka sambil berkata, “Aku akan mewakili Jesica untuk menangani bisnis di negara ini.”


Kemudian mereka melepaskan jabatan tangannya


“Mewakili?” pikir Aka sambil melihat wanita di depannya.


“Oh iya, aku pemimpin perusahaan ini” ucap Aka.


Aka kemudian mempersilahkan wanita tersebut untuk duduk dengan berkata sambil mengarahkannya ke kursi yang di sedikan, “Silahkan duduk.”


Aka dan Rosa duduk berhadapan dengan di temani asisten Rosa di belakangnya.


“Rosa,” ucap Rosa kepada Aka.


“Aka” ucap Aka yang membalas nama dari Rosa.


Rosa lalu menyodorkan tangannya ke belakang untuk asistennya memberikan dokumen kepadanya.


Asistennya kemudian menyerahkan dokumen kepada Rosa.


Rosa lalu menaruhnya di atas meja dan berkata kepada Aka, “Apa yang aku katakan, sudah di lakukan?”


“Sudah aku lakukan, akan tetapi. Apa yang kamu beritahukan kepadaku, itu membutuhkan banyak sekali modal. Sehingga aku hanya melaksanakan sebagaiannya saja” jawab Aka kepada Rosa.


Rosa menyuruh Aka untuk membuat segala hal dalam hal wisata, penginapan dsb. Karena Rosa melaksanakan perintah yang diberikan kepadanya oleh bayangan di studio seni untuk segara melakukannya.


Rosa lalu menyodorkan dokumen tersebut, “Aku sudah memprediksi, kamu akan berkata seperti itu. Oleh sebab itu, Aku akan menambah jumlah investasiku kepadamu.”


Aka lalu melihat dokumen yang di berikan oleh Rosa, kemudian Aka terkejut melihat bilangan uang yang tertulis di dokumen tersebut sambil berpikir, “Siapa sebenarnya mereka.”


“Aku ingin kamu melakukannya segara mungkin” kata Rosa.


Aka yang sedang mengamati isi dari dokumen tersebut kemudian mengalihkan pandangannya ke Rosa lalu berkata, “Kenapa, kamu ingin membuat kesepakatan dengan perusahaanku?”


Rosa menghiraukan perkataan Aka lalu berdiri dan meninggalkan ruangan, karena Rosa mengerti apa yang harus di katakan dan apa yang seharusnya tidak di katakan.


Aka melihat Rosa pergi kemudian berkata, “Ah, biarlah. Yang penting aku bisa mendapatkan investasi yang besar sehingga dia tidak akan mencoba menekanku kembali.”


Dia yang di maksud Aka adalah orang lain.


Ista sedang berjalan menuju kantor Aka, karena di suruh ayahnya sambil melihat dokumen yang di berikan ayahnya sembari berpikir, “Bukankah ini tempat-tempat yang aku berikan kepada Rosa."


Saat Ista berjalan, ia berpapasan dengan seorang wanita dan asistennya.


Ista yang sedang melihat dokumen menyadari bahwa Rosa melewatinya lalu melirik Rosa sambil berkata dalam benaknya, “Pantas saja.”

__ADS_1


__ADS_2