15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Bisnis


__ADS_3

...****************...


Caffe


Ista yang memakai kemeja hitam jeans biru muda sedang duduk bersama Jesica yang memakai kaos berwana merah, celana pendek di sebuah caffe.


Ista kemudian memberikan sebuah kartu identitas miliknya kepada Jesica sambil berkata “Jesica, ini."


Jesica langsung mengambil kartu yang di berikan oleh Ista dan berkata sambil melihat kartu tersebut “apa ini??.”


“Itu bukti identitas ku,Jes,”kata Ista.


“Ayo kita berbicara tentang bisnis perusahaan kita, Jesica,”kata Ista sambil memegang laporan yang dia buat.


Mereka berdua pun membaca laporan-laporan yang di buat oleh Ista hingga meja yang di tempati nya penuh dengan kertas laporan.


Jesica membaca laporan nya sambil memegang kepala lalu bertanya “apakah kamu berpikir negara gajah akan menyerah?.”


Mendengar Jesica bertanya, Ista yang sedang mencoret-coret laporan menjawab “tidak, masih membutuhkan waktu untuk mereka menyerah.”


Mendengar jawab Ista, Jesica bertanya kembali “lalu kenapa harus tanggal ini.”


Ista tersenyum mendengar pertanyaan Jesica, kemudian berkata, “Jesica, apa kamu lupa apa, yang aku katakan sebelumnya kepadamu.”


“Dalam perang panas ini , tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi siapa yang akan menang, tetapi banyak orang berpikir bahwa negara gajah akan bertahan dengan baik dari serangan”kata Ista sambil melihat kepada Jesica.


Mendengar apa yang di katakan oleh Ista, Jesica menatap dengan serius dan berkata “ tetapi apa yang prediksikan olehmu, itu sama sekali berbeda. Jika seperti yang kamu maksud, harga saham negara gajah akan jatuh lalu mereka akan kalah, maka seluruh asia akan di takuti.”


“Sebenarnya, mereka akan mencoba mengubah medan perang, maka tujuan akhir mereka...., negara Mutiara Timur??”kata Jesica sambil berpikir dengan memainkan pulpennya.


Mendengar apa yang di katakan Jesica, Ista berkata sambil memainkan pulpennya juga “tidak, kamu salah Jesica. Itu adalah negara Gingseng”


“Apa!, Ista apa maksudmu Negara Gingseng??, mereka itu berbeda dengan negara Gajah. Mereka tidak akan bisa menyerang mata uang dari negara Gingseng” ucap Jesica dengan kaget mendengar apa yang di katakan oleh Ista.


“Benar sekali, mereka tidak akan bisa memanipulasi pasar asing negara Gingseng, tapi yang menyerang negara tersebut bukanlah mereka, Jesica.” jelas Ista


kkrriinngg.


suara pintu caffe.


Aka memakai jas berwarna abu-abu ,memasuki caffe untuk menemui temannya yang merupakan pemilik caffe tersebut.


“Hey Aka”kata temannya yang berada di kasir.


Mereka berdua pun saling berbicara.


Aka mendengar pembicaraan dua orang pemuda yang sedang melihat ke arah dua wanita, di pojok caffe.


“Hey..., di sana ada orang asing, bagaimana jika kita....”kata salah satu pemuda.


“Baiklah, tetapi aku ingin yang berada di depannya”kata orang satunya.


Mendengar apa yang di katakan kedua pemuda tersebut, dan melihat ke arah kedua wanita tersebut.

__ADS_1


"Bukankah itu dia?,aku selalu bertemu denganmu, dia selalu saja menimbulkan masalah," kata Aka sambil tersenyum.


Aka pun langsung menghampiri kedua pemuda tersebut.


Bak.


Bak.


Aka langsung memukul kepala mereka berdua dan menyuruhnya untuk meninggal kan caffe.


Ista mendengar suara itu, langsung melihat terdapat seorang pemuda ber jas abu-abu sedang memukul kedua orang pemuda dan menyuruhnya untuk pergi,sambil berpikir " apa yang di lakukan laki-laki itu."


Ista menghiraukan dan melanjutkan pembicaraan nya.


“Ingat, Jesica. ketika negara Gajah akan jatuh, suasana di Asia akan berbeda. Itulah apa yang coba mereka buat.” Kata Ista.


“Apa yang coba mereka buat?”Tanya Jesica.


“Ketakutan,”jawab Ista sambil menyilang kan kakinya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Ista, Jesica berkata “hah, itu akan menjadi suatu yang hebat, aku bisa melihat gambarannya hanya dengan mendengar penjelasanya. Jadi, apa karena patriotisme mu ??.”


“Maka aku akan meminta maaf kepadamu Ista, kamu melihat ke tempat yang salah, aku tidak memiliki patriotisme”ujar Jesica.


*Patriotisme adalah sikap berani dan pantang menyerah*


Mendengar apa yang di katakan oleh Jesica, Ista berkata sambil memainkan sedotan yang berada di minumannya “perang ini akan di akhiri oleh mereka,dan saat perang panas ini lebih dari satu hari, mereka akan mengetahui siapa pemenang sejati dari perang ini.”


Selesai mereka berdiskusi, Ista pun meninggal kan caffe.


......................


Ddrriinngg.


suara handphone.


Mendengar suara handphone miliknya, Ista langsung melihat handphone miliknya dan berpikir di dalam benaknya sambil tersenyum"sepertinya sudah saatnya, aku akan berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa dan melihat se jauh mana mereka rencanakan."


Ista langsung mengangkat teleponnya.


“Ista apakah kamu sibuk?”tanya Hika.


mendengar suara tersebut adalah Hika, Ista menjawab dengan dingin “tidak, ada apa.”


“Ayo ikut aku,”kata Hika.


“Kamu mengajakku kemana?”tanya Ista yang sedang berpura-pura tidak mengetahuinya.


“Ke studio seni, bukankah itu kesukaanmu” jawab Hika.


“Oke kalo begitu , di mana kita bisa bertemu?”tanya Ista.


“Bagaimana jika aku menjemputmu,”kata Hika.

__ADS_1


“Baiklah,”Kata Ista.


Ista langsung pergi menuju rumahnya dan bersiap-siap.


Di dalam kamar miliknya, Ista membuka lemari bajunya dan melihat-lihat baju di dalam lemari, Ista berkata di dalam benaknya "aku akan bertemu dengannya lagi di sana, apa yang harus aku pakai?,"


Ista akhirnya memilih memakai pakaian yang sama seperti di kehidupan sebelumnya, yaitu halter dress berwarna hitam yang mana dress tersebut tanpa langan tetapi memiliki kerah yang melingkari lehernya dan panjangnya selutut Ista, yang membuatnya menonjolkan bahu tetapi menutupi dadanya.


...****************...


Di dalam sebuah tempat studio seni terdapat Nash dan Hika yang sedang menunggu kedatangan Ista.


Studio Seni merupakan sebuah tempat di mana kamu bisa melakukan dan melihat segala aktivitas dari para seniman baik yang sudah profesional maupun amatiran.


Nash merupakan teman Hika semasa sekolah nya dulu, Hika memanfaatkan Nash untuk menaklukkan hati Ista demi sebuah perjanjian dengan pak Andy. Karena Hika menjadi salah satu orang kepercayaan pak Andy, Hika mendapat kan semua kekayaan dari pak Andy dengan menuruti semua perintah nya semenjak mengenal Ista.


“Apa kah Ista akan tergoda, jika aku melakukan ini?”tanya Nash kepada Hika sambil berpura-pura melukis.


“Tenang saja, Ista sangat menyukai seni, bahkan di rumahnya terdapat koleksi lukisan,”Jawab Hika sambil duduk di seberang Nash.


Nash yang sedang berlatih lukis, bertanya kembali kepada Hika “ kesepakatan apa yang kamu lakukan dengan pak Andy.”


Pak Andy merupakan, paman kedua dari Ista, di kehidupan sebelumnya, dia mengadopsi Ista dan memanfaatkan kemampuannya untuk kepentingan pribadi.


“tenang saja, semua sudah di atur. Jika aku tidak salah, pak Andy akan mengakusisi perusahaan ayahnya Ista,”jawab Hika.


Mendengar jawaban Hika, Nash kembali berlatih melukis.


“Kapan kamu akan menjemputnya?,”tanya Nash sambil melukis.


“Jika kamu sudah siap, aku akan menjemputnya,”jawab Hika.


Nash yang sudah selesai melukis, melihat hasil lukisannya dan berkata kepada Hika “oke, sepertinya hasil karyaku tidak jelek-jelek amat, apa kau sudah memasang semua lukisan itu?.”


“Semua sudah aku pasang,”jawab Hika sambil menyilang kan tangannya dengan posisi duduk.


......................


Bbrreemm.


Suara mobil.


Hika yang keluar dari mobil dengan memakai Empire Line ,yang terdapat suatu seperti ikat pinggang yang berada di bawah dada dan memakai celana jeans, membuat lekukan tubuhnya terlihat lebih sempurna.


Hika memasuki rumah Ista dan bertemu dengan bu Ris di halaman rumah dan berkata “tante, Ista nya ada?.”


“Oh, ternyata itu kamu, Hika. Ista ada di atas, sebentar tante panggilkan”Jawab bu Ris.


Bu Ris langsung berjalan menuju rumah dan memasukinya.


“Ista..., Hika ada di bawah, cepat turun”Kata bu Ris.


Ista dan Hika pergi menaiki mobil milik Hika dan berangkat menuju studio seni yang sudah di tentukan oleh Hika, di sana terdapat Nash yang sedang melukis untuk memamerkan kemampuan nya untuk membuat Ista terpukau.

__ADS_1


__ADS_2