15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
plan, worry and love


__ADS_3

Ista berjalan berjalan pulang ke rumah.


Ran yang ingin ke rumah Ista untuk mengajak menonton konsernya.


Ran melihat Ista sedang berjalan menuju rumahnya kemudian menyusulnya dan berteriak “Ista.”


Ista menoleh ke arah sumber suara dan berkata “oh, kamu Ran, ada apa?.”


“Aku baru saja mau ke rumahmu,” kata Ran.


Ista berpikir "rumahku dalam kondisi berantakan. Aku tidak ingin terlihat buruk di depan orang lain, untungnya aku sedang keluar."


“Kamu mau ngapain ke rumahku?,” tanya Ista.


“Aku mau mengajakmu menonton konserku,” kata Ran.


“Kenapa tidak menelfon ku terlebih dahulu?” tanya Ista.


“Aku sudah menelfon mu berkali-kali, tetapi tidak pernah kamu angkat,” jawab Ran.


Kemudian Ista mengecek handphone miliknya dan berkata dalam benaknya "sepertinya aku terlalu sibuk dengan keadaan tadi".


“Oh iya, kamu menelfon ku berkali-kali” kata Ista yang sedang memegang handphone nya.


“Jadi, kapan konsermu di adakan?” kata Ista.


“Sekarang!” kata Ran dengan serius.


Ista kaget dengan apa yang katakan oleh Ran dan berkata “sekarang?, aku belum berganti pakaian.”


“Tidak usah ganti pakaian. Kamu sudah cantik, memakai baju itu,”kata Ran.


Ran kemudian menarik tangan Ista dan berkata “ayoo, konserku sebentar lagi akan di mulai.”


“Tapi yang aku kenakan merupakan pakaian kebun,” kata Ista yang sedang di terik oleh Ran dengan kesal.


“Tidak apa-apa, nanti di sana ada baju salin,” kata Ran yang sedang menarik Ista.


...****************...


Di waktu yang sama.


Di dalam ruangan kantor Aka


Aka sedang duduk di kursi dan di depannya terdapat supir yang biasa mengantarkan Aka.


“Kamu ikuti terus pemimpin lintah darat itu” kata Aka.


“Bos, kenapa kamu selalu peduli dengannya, jika bos menyukainya kenapa tidak dekati saja,”kata supirnya.


Mendengar apa yang di katakan supirnya lalu Aka berdiri berjalan ke arah kaca sambil memandang ke luar.


“Dia wanita yang polos dan aku tidak ingin menyakitinya,” kata Aka.


“Kenapa bos Bisa menyakitinya?,”tanya supir yang berada di belakangnya Aka.


“Apa kamu tidak tahu sifat dari mamaku?, aku tidak menginginkan, dia menjadi korban dari mamaku karena diriku,” kata Aka dengan serius.


“Apakah bos tidak akan memperjuangkan nya?,” kata supir.


“Masalah di perjuangkan atau tidak? Jika bisa membuatnya lebih buruk, mending aku tidak usah memperjuangkannya. Karena melihat dia bahagia itu sudah cukup untukku.” Kata Aka yang sedang memandang ke langit.


“Tapi” kata supirnya seketika di potong perkataannya oleh Aka dengan berkata “apa kamu berganti pekerjaan menjadi wartawan majalah cinta?”


“tidak bos.” Kata supirnya.


“sekarang mau?” kata Aka dengan melihat ke arahnya.


“Tidak, tidak,” kata supirnya.


...****************...

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, di tempat yang berbeda.


Pemimpin lintah darat berjalan ke kantornya, dan melihat terdapat Nash dan Hika yang berada di ruangannya.


Nash yang berada di kursi pemimpin tersebut berkata sambil menaiki kakinya di meja “oh, si lintah datang.”


“Apa yang kamu lakukan di sana!”kata pemimpin tersebut dengan marah.


“Kenapa??” kata Nash dengan sombong.


“Apa kamu mau aku hajar!” kata pemimpin tersebut dengan marah.


“Coba saja, kalo bisa” kata Nash.


“Sudahlah, kalian berdua. Jangan seperti anak kecil.” Kata Hika yang sedang duduk.


“Cepat duduk di sini, Nash!,dan kamu juga “ kata Hika dengan keras.


“Siapa kamu, berani menyuruhku!” bentak pemimpin tersebut.


“Jangan banyak bicara cepat duduk” kata Nash dengan merangkul pundak pemimpin lintah darat.


“Lepaskan tanganmu,aku bisa duduk sendiri” kata pemimpin tersebut.


Mereka bertiga pun duduk.


“Ada apa kalian datang kemari” kata pemimpin tersebut.


“Pak Andy? “ kata Hika yang di depannya sambil tersenyum.


Mendengar kata pak Andy, pemimpin tersebut melihat Hika dan Nash dengan serius.


“Sebelum kita mulai, lebih baik kita memperkenalkan diri terlebih dahulu” kata Hika.


“di sampingku Nash dan aku Hika” kata Hika.


"Tikus ini namanya Nash?" Tanya pemimpin lintah darat tersebut.


"Hey, apa maksudmu!" ucap Nash dengan marah.


sesaat kemudian.


“Aku di panggil Raka” kata Raka.


“Apa kamu sudah mengurus, apa yang di katakan pak Andy? “ kata Hika yang di depannya.


Kemudian pemimpin tersebut berkata “Belum, aku sudah menghancurkan rumahnya dengan alesan bunga hutang dari ayahnya, tetapi dia berhasil melunasinya. Dan untuk perusahaan itu, aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengacaukannya.”


“Bodoh!,” teriak Nash yang berada di samping Hika.


“Apa maksudmu!,” kata Raka dengan berdiri.


“Nash, diamlah” kata Hika dengan kesal sambil melirik Nash di sampingnya.


“Kamu tidak bisa melawannya dengan uang?,” tanya Hika.


“Dari mana wanita itu mendapatkan uangnya?” kata Nash yang berada di samping.


“Raka kamu awasi saja Ista, jangan sampai terlewatkan.” Kata Hika dengan serius.


“Baiklah,” kata Raka.


“Bagaimana dengan tikus ini!,” kata Raka dengan menunjuk Nash di sampingnya.


Mendengar dirinya di hina, Nash berdiri dan berkata dengan marah “apa katamu!.”


“Apa!, tidak terima?” kata Raka.


Brak.


“Diam!!,” kata Hika dengan berteriak sambil memukul meja.

__ADS_1


“Nash, duduk!” kata Hika yang marah sambil menatapnya Nash.


Mereka bertiga pun berbicara rencana jahat mereka.


...****************...


Di saat yang sama.


Di sebuah stadion tempat konser Ran di laksanakan.


Ista yang sudah mengganti pakaiannya sedang duduk di kursi vvip bersama dengan Ran di sampingnya.


Ran sedang berlatih permainan musiknya di samping Ista.


Ista melihat Ran sedang berlatih, berpikir "apa Ran yang berada di pesta topeng kemarin, kenapa hampir mirip?".


“Ran apakah kamu datang ke pesta topeng belakangan ini?,”tanya Ista yang melihat Ran sedang berlatih.


Mendengar pertanyaan Ista, Ran langsung berhenti berlatih dan melihat Ista lalu berkata “iya, kenapa kamu bisa tahu bahwa belakangan ini terdapat pesta topeng?.”


“Cuman bertanya saja,”jawab Ista yang ada di sampingnya.


“Kamu pakai Jas warna apa?” Tanya Ista kepada Ran.


“Abu-abu, memangnya ada apa?” jawab Ran.


“Tidak, temanku menanyakan warna yang cocok untuknya” jelas Ista.


Kemudian Ista berpikir "apakah itu dia?".


Seketika acaranya pun di mulai.


Ran kemudian, mengambil gitarnya dan berdiri.


“Ista, ini,” Kata Ran dengan memberikan sebuah kertas kepadanya.


“Apa ini” kata Ista yang memegang kertas.


“Itu tiket vvip,” jelas Ran.


Mendengar penjelasan dari Ran, Ista berkata “kenapa, kamu memberikannya kepadaku.”


“Sudahlah terima saja, lagi pula kamu dalam pengawasanku di sini” kata Ran yang memegang gitarnya.


“Baiklah” kata Ista.


Kemudian Ran berjalan ke atas panggung.


Ista yang menerima tiket vvip kemudian menuju daerah vvip yang mana di sana tempat paling terdepan dalam menyaksikan konser tersebut.


Ista menyadari bahwa hari sudah mulai gelap.


Kemudian satu-satu lagu berkumandang di stadion.


Yang terakhir adalah Ran, yang mana merupakan musisi berbakat.


“Sebelum, saya mulai. Saya ingin mempersembahkan lagu ini, kepada seseorang yang di sana” kata Ran yang berada di atas panggung sambil berbicara melalui mikrofon.


Mendengar apa yang di katakan nya, Ista kemudian menundukkan kepadanya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


“Kenapa, dia melakukannya lagi!,” kata Ista dengan kesal.


Kemudian lampu sorot menyinari Ista.


Seketika berbunyi.


Prook.


Prook.


Suara tepuk tangan penonton yang melihat ke arah Ista.

__ADS_1


Musik berbunyi dan Ran memainkan gitarnya sambil bernyanyi dengan melo.


Sinarnya kemudian menyoroti Ran yang sedang bernyanyi dengan menggunakan gitar.


__ADS_2