
Mendengar perkataan Hika, kemudian Nash kembali duduk.
“Pelayan, ice cream satu” kata Hika sambil mengangkat tangannya.
“Apakah kamu mau?,” tanya Hika kepada Nash.
“Tidak!, cepat jelaskan. Apa maksud perkataan mu tadi?,” kata Nash yang duduk di depan Hika.
“Tenanglah, aku sedang kehausan,”kata Hika yang duduk dengan santai sambil menunggu minuman pesanannya.
Brak.
Suara meja yang di pukul oleh Nash dengan berkata “jika kamu seperti ini, aku tidak akan melakukannya lagi!.”
“Kamu ini, seperti anak perempuan yang baru saja pubertas,” ucap Hika dengan menyindir Nash.
“Tenanglah, akan aku jelaskan. Tetapi tunggu ice creamku datang terlebih dahulu,”kata Hika dengan santai.
Mendengar apa yang di katakan Hika, Nash kemudian berteriak “pelayan cepatlah!!.”
Sesaat kemudian pelayan membawakan se gelas ice cream dan menaruhnya di atas meja di antara Hika dan Nash.
“Cepat minum ice cream mu!” bentak Nash kepada Hika.
Hika kemudian meminum Ice cream nya.
“kita mempunyai pak Andy, jadi kita akan berkoalisi dengan pemimpin lintah darat itu.” Jelas Hika kepada Nash.
“Lintah darat?, maksudmu orang berada di sebelah kita itu,” kata Nash dengan kaget.
“Iyaa, kita akan melakukan sesuatu kepada Ista bersama dengannya,” kata Hika yang sedang meminum ice cream yang dia pesan.
“Apa maksudmu, kita bekerja dengan orang seperti itu” kata Nash.
“Kamu ini memang bodoh!” kata Hika dengan marah.
“Kenapa kamu selalu memanggilku bodoh” kata Nash dengan kesal.
“Kamu hanyalah goodlooking tanpa otak” ucap Hika.
“Kita hanya butuh otak Ista bukan orangnya!” kata Hika dengan marah.
“Jadi maksudmu kita boleh melakukan apa saja kepadanya?” tanya Nash dengan binggung.
“kemana saja otakmu itu,” ucap Hika dengan kesal.
Nash dan Hika langsung berbicara tentang rencana mereka.
...****************...
Di pagi hari yang indah dengan burung-burung berkicau.
Ista yang sedang melakukan rutinitasnya di kebun belakang rumah miliknya.
Ista bersama dengan meli berada di kebun dengan menyiram bunga miliknya di kebun tersebut, kemudian memandangi bunga-bunga yang sudah bermekaran dengan indahnya.
Baam.
Suara pagar yang di dobrak.
Sekelompok orang mendatangi kediaman Ista dengan membawa senjata tumpul, seperti ; pemukul bisbol, kayu, bambu dan besi.
“Hancurkan!” kata pemimpin lintah darat.
Wowwowowo.
__ADS_1
Wowowo.
Suara teriakan anak buah dari pemimpin lintah darat.
Baam.
Pintu rumah Ista yang di tendang oleh salah satu anak buah dari pemimpin lintah darat.
Bam.
Bum.
Prang.
Pring.
Suara-suara benda yang di hancurkan.
Mendengar suara tersebut, Ista langsung berhenti melakukan rutinitasnya dan berlari menuju dalam rumah.
Bu Ris yang sedang berada di dapur untuk menyiapkan makanan tiba-tiba mendengar suara benda yang di hancurkan kemudian berlari ke arah suara tersebut.
Bu Ris yang melihat rumahnya di masuki orang-orang yang tidak di kenal menghancurkan rumahnya kembali.
“Heyy, hentikan!” kata bu Ris dengan berusaha memberhentikan orang yang sedang menghancurkan barangnya.
Kemudian bu Ris memandingi benda-benda yang di hancurkan tersebut dengan menangis, karena dia baru saja mengganti benda yang di hancurkan kemarin dengan yang baru dan sekarang di hancurkan kembali.
Ista yang berlari dari kebunnya melihat kejadian tersebut lalu melihat ke arah ibunya yang sedang menangis kemudian mendatanginya.
“Ma, tenanglah” kata Ista yang merangkul pundak Ibunya.
Ista dengan marah menghampiri pemimpin lintah darat yang berada di halaman depan rumahnya.
“Kamu hanya membayar hutangnya, tidak termasuk bunga!” kata pemimpin tersebut dengan keras.
“Berapa bunga nya!!” teriak Ista dengan marah.
Pemimpin tersebut mendengar pertanyaan Ista langsung menunjukan angka satu dengan tangannya kemudian berkata “100 juta!.”
“Kenapa banyak sekali!!” kata Ista dengan kaget.
“Kenapa, tidak mampu membayar?,”jawab Pemimpin.
“Akan, aku bayar semuanya!!”kata Ista dengan marah.
Ista langsung mengeluarkan handphonenya dan berpikir "sekalian aku menanyakannya, siapa yang menyuruh mereka?. Papa tidak mungkin meminjam uang, jika tidak terpaksa".
“Berapa no rekening mu?,” kata Ista dengan handphone di tangannya yang ingi membayar hutang tersebut melalui transfer.
Pemimpin tersebut kaget, bahwa Ista mampu membayarnya.
“Apakah kamu akan membayar semuanya?,” kata pemimpin dengan cemas.
“Iya, aku akan membayar semuanya!. Tapi hentikan terlebih dahulu yang di lakukan oleh anak buah mu” jawab Ista yang masih marah.
Ista baru saja mendapatkan uangnya melalui perusahaan yang Ista dirikan bersama dengan Jesica.
Pemimpin tersebut langsung berkata “berhenti, kalian semua kemari.”
Orang-orang yang sedang menghancurkan, berhenti seketika dan mendatangi pemimpinnya.
Pemimpin tersebut kemudian memberikan kartu namanya ke Ista dengan tersenyum manis dan berkata “no rekening ada di situ.”
“Sebelum aku memberikan uang ini, aku ingin bertanya kepadamu” kata Ista yang sedang memegang kartu nama nya.
__ADS_1
“Kamu ingin bertanya apa kepadaku?,” kata pemimpin tersebut.
“Siapa yang menyuruh kalian!?,”kata Ista dengan marah.
Mendengar apa yang di tanyakan oleh Ista, pemimpin tersebut tersenyum dan berkata “kirimkan dulu uangnya, jika kamu ingin mengetahuinya.”
Kemudian Ista langsung mengirim uangnya kepada pemimpin tersebut.
Diing.
Suara uang yang berhasil di transfer.
Pemimpin tersebut melihat handphonenya kemudian tersenyum lalu berjalan keluar rumah Ista.
“Ayo pergi.”kata pemimpin kepada anak buahnya.
“Hey, tunggu!, kamu belum memberitahuku siapa yang menyuruh kalian?,” kata Ista yang marah melihat pemimpin itu berjalan keluar rumahnya.
Pemimpin itu menengok kebelakang dan berkata dengan tersenyum “seseorang yang memiliki pangkat tinggi.”
Sontak Ista yang mendengar perkataan pemimpin tersebut langsung kaget.
“Aka seorang pewaris, karyawannya berada di kawasan mereka, dan pemimpin tersebut bersama dengannya kemarin” kata Ista yang sedang berpikir.
“Aka!, kamu tidak berubah sama sekali. Kamu hanya mengutamakan uang, baik akan aku berikan uang untukmu” kata Ista dengan marah.
Ista kemudian mendatangi ibunya yang berada di dalam rumah.
Melihat ibunya menangis sambil membersihkan barang yang di hancurkan kembali.
“maa” kata Ista dengan pelan.
Bu Ris melihat Ista menghampirinya dan bertanya “kenapa mereka pergi, apa kamu memberi mereka uang?.”
“Iya ma, Ista memberi apa yang mereka mau,” kata Ista di depan ibunya yang sedang membersihkan rumahnya.
Mendengar apa yang di katakan Ista, bu Ris berhenti membersihkan rumahnya dan bertanya kepada Ista dengan heran “dari mana kamu mendapatkan uang tersebut?.”
“Ista mendapatkannya dari apa yang Ista kerjakan,” kata Ista.
“Kamu, setiap hari berada di rumah. Apa yang kamu kerjakan?” tanya bu Ris kepada Ista.
“Kapan-kapan Ista akan memberitahu mama,” ucap Ista .
“Mama, percaya padamu,”ucap bu Ris.
"Terima kasih maa, sudah percaya sama Ista," kata Ista di benaknya.
Kemudian Ista pergi ke Bank untuk menarik uang lalu menuju perusahaan Ka Grup.
...****************...
Di waktu yang sama saat pemimpin tersebut mendatangi rumah Ista
Aka berada di dalam kursi belakang mobil yang sedang melaju ke kantor , berpikir "sepertinya pak Andy sedang merencanakan, sesuatu kepada perusahaan ayahnya Ista".
“Putar arah, pergi ke perusahaan yang kemarin,” kata Aka kepada supirnya
“Perusahaan yang mana, bos?,” tanya supir yang sedang menyetir.
“Perusahaan ayah dari wanita itu” jawab Aka kepada supirnya.
“Siap, 86,” kata supirnya.
Aka kemudian pergi ke perusahaan ayahnya Ista.
__ADS_1