
...****************...
Kemudian Aka dan Ista sampai di rumah kosong tersebut.
Tok.
Tok.
“Apa ada orang di dalam?” tanya Aka sambil mengetok pintunya.
“Memangnya di tengah, hutan ada orang yang menginap di sini” kata Ista yang di belakang Aka.
"Benar Juga," kata Aka yang sedang memegang gagang pintu.
Krrreeeekk.
Pintu di buka oleh Aka.
Uhuk.
Uhuk.
“Kenapa banyak sekali debu,” kata Aka sambil batuk.
“Ayo kita bersihkan terlebih dahulu,” kata Ista yang berada di belakangnya.
Ista dan Aka kemudian membersihkan sebagian rumah tersebut.
“Kamu, tidur di luar,” kata Ista selesai membersihkan rumah tersebut.
Kemudian Ista mendorong Aka untuk keluar dari rumah.
Aka berkata “tunggu,aku ingin bertanya kepadamu.
“kamu ingin menanyakan apa?” tanya Ista.
”apa kamu sedang dekat dengan seseorang bersama Ran?.” Tanya Aka.
Ista yang mendengar perkataan Aka berkata dengan kaget ”bagaimana kamu bisa mengetahuinya?.”
“Lebih baik kamu jangan terlalu dekat dengannya, setiap orang tidak sesuai dengan perkiraan mu,” ucap Aka kepada Ista yang berada di depannya.
“Termasuk dirimu,” bentak Ista.
“Aku?, kenapa bisa,” ucap Aka dengan kaget.
"Oh iya, dia tidak mengetahuinya" pikir Ista yang berada di depannya.
Kemudian Ista mendorong Aka kembali untuk keluar dari rumah.
“Heyy, tunggu. Apa maksudmu?” kata Aka yang sedang di dorong oleh Ista.
Brak.
Suara pintu tertutup.
Setelah Aka berada di luar, Aka berkata “hey,kenapa aku tidur di luar.”
Aka melihat terdapat sebuah alas dari kayu tidak jauh dari rumah, kemudian duduk di sana.
Ista yang melihat Aka sedang duduk dari jendela, berkata dengan pelan “aku tidak terlalu yakin, semua ini berhubungan dengannya dan dia tidak kelihatan seperti dirinya di kehidupanku sebelumnya.”
Ista kemudian melihat ke arah bulan dan berkata dengan pelan “sebenarnya sudah berapa banyak yang telah aku ubah sampai sekarang.”
“Pengetahuanku di kehidupan sebelumnya sepertinya sudah tidak berguna lagi. Keunggulan Ku hanyalah memiliki perusahaan investasi, untungnya aku tetap menyembunyikan identitas ku” kata Ista dengan melihat ke arah bulan.
__ADS_1
“Jika tidak salah ingat di kehidupanku sebelumnya terdapat 4 orang yang di sebut the prime evils. Aku harus meminta Jesica untuk mencarinya, dan membawa mereka salah satu dari ke empat orang tersebut untuk bekerja di negaraku sebagai pedang dan pelindungku” kata Ista.
Ista berkata kembali “dan aku harus meminta papa untuk memberikanku jabatan di perusahaannya. Dengan perusahaan papa sebagai kedok aku bisa mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi saat ini."
Aka yang sedang duduk di luar melihat ke arah Ista yang sedang melihat ke arah sinar bulan dan berkata “apa yang sedang di pikirkan olehnya.”
Kemudian Aka melihat ke bulan dan berkata “seorang gadis polos sepertinya, berpikir sampai seperti itu. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan.”
Keesokan an harinya.
Ista bangun dan membuka jendela.
Aka yang sedang duduk melihat Ista membuka jendela dengan sinar matahari menyinarinya membuatnya sangat indah di pagi hari, dan berkata “kenapa ada wanita sepertinya di dunia ini.”
Ista kemudian melihat ke arah Aka, Aka langsung mengalihkan pandangannya.
Ista melihat Aka mengalihkan pandangannya berkata sambil melihat ke tubuhnya “apa yang baru saja dia lihat?.”
Kemudian Ista keluar dari rumahnya dan mendatangi Aka.
“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Ista kepada Aka.
Aka yang terkejut mendengar suara Ista berhenti membuat sesuatu dan melihat ke arah Ista dan berkata “kamu sudah bangun?, aku sedang membuat sandal dari rotan.”
“Dari mana kamu mendapatan rotan itu?,” tanya Ista yang sedang berdiri di samping Aka.
“Aku mencarinya tadi,”jawab Aka dan melanjutkan membuat sandalnya.
“Apa kamu tidak membuatkannya untukku, sepatumu sangat besar untukku” ucap Ista.
“Aku tidak mengetahui ukuran kakimu, jadi aku belum membuatnya. Sini tunjukan kakimu”kata Aka.
Kemudian Aka mengukur kaki Ista.
“Mana rotan nya, aku bisa membuatnya sendiri,”kata Ista.
Aka yang melihat Ista sedang mencoba membuat rotan berkata dengan tersenyum ”bukan, seperti itu membuatnya.”
Kemudian Aka berdiri dan berjalan ke belakang Ista dan membantunya membuat sepatu dari rotan dengan posisi memeluk dari belakang.
Ista yang merasa dirinya di peluk oleh Aka kemudian berkata dengan berteriak “aku pergi mandi!.”
Kemudian Ista berdiri yang membuat Aka melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Aka.
“Hei, mau kemana, memangnya kamu tahu di mana sumber air?,” tanya Aka.
“Tidak tahu,”ucap Ista.
“Yasudah aku antar ke sumber air terdekat,” kata Aka.
“Memangnya kamu tahu di mana ,?” tanya Ista yang berada tidak jauh dari Aka.
“Bukankah sudah aku bilang, aku tadi pergi mencari rotan dan kebetulan aku melihat sumber air yang tidak jauh dari sini,” jawab Aka kepada Ista.
“Kenapa kamu tidak bilang dari tadi!, tunjukan jalannya!”kata Ista dengan kesal.
“Kamu tidak menanyakannya kepadaku, kenapa jadi marah,” kata Aka dengan heran.
Kemudian Ista dan Aka pergi berjalan menuju sumber air yang di bilang oleh Aka dengan Aka berjalan di depan.
“Itu sumber airnya,” kata Aka dengan menunjuk ke arah sumber air.
“Putar badanmu!,” kata Ista.
“Untuk apa aku memutar badanku?,” tanya Aka dengan heran.
__ADS_1
“Aku ingin mandi!,”kata Ista dengan kesal.
“Oh, iya...,”ucap Aka.
Kemudian Aka memutar badannya dan Ista pergi ke arah sumber air.
Ista membuka pakaiannya lalu membersihkan dirinya.
“Jangan mengintip!,” teriak Ista yang berada di sumber air tersebut.
“Aku tidak akan mengintip” teriak Aka dengan membelakangi Ista.
Tidak lama kemudian Ista mengambil pakaiannya untuk di cuci.
Aka yang merasa bahwa Ista akan mencuci pakaian berteriak “Ista jangan mencuci pakaian, kita sedang di hutan bukan sedang liburan.”
“ohh...., iya,”kata Ista
Kemudian Ista mengembalikan pakaian di posisi semula dan melanjutkan membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian.
Ista selesai mandi lalu berjalan menghampiri Aka dan bertanya “Apa kamu tidak ingin membersihkan dirimu?.”
“Oh, kamu sudah selesai. Baiklah aku akan membersihkan diriku, kamu tunggu sini.”ucap Aka.
Aka membuka pakaiannya dan berkata “kamu jangan mengintip.”
“Siapa juga yang ingin mengintip mu mandi!!!,” teriak Ista dengan kesal.
Beberapa saat kemudian.
“Cepatlah!”teriak Ista.
“Tunggu sebentar,” kata Aka yang sedang memakai pakaiannya kembali.
Aka dan Ista kemudian berjalan ke arah rumah, lalu Aka berkata “Ista, aku ingatkan jangan terlalu dekat dengan pria bernama Ran.”
“Memangnya kenapa?” tanya Ista yang sedang berjalan kepada Aka di sebelahnya.
“Lebih baik, kamu jangan terlalu dekat dengannya,” ucap Aka.
“Ini semua tidak ada urusannya denganmu bukan?,” tanya Ista.
“Memang sih, ya terserah padamu,” kata Aka sambil berpikir di sebelahnya.
Kemudian Ista dan Aka kembali ke rumah tersebut.
“Ista, kamu ingin memakan apa?,” kata Aka kepada Ista yang berada di depannya.
Ista yang ingin memasuki rumah, mendengar apa yang di katakan oleh Aka kemudian berbalik dan berkata “memangnya di sini ada makanan yang bisa di makan.”
“Aku akan mencari sesuatu yang bisa di makan,” jawab Aka kepada Ista.
“Dan kamu ingin meninggalkan ku sendiri di sini!,” kata Ista dengan keras.
“Jika kamu tidak ingin sendiri di sini, ikut denganku mencari sesuatu untuk di makan,” ucap Aka.
Kemudian Aka berjalan ke arah hutan.
Ista melihat ke arah kaki Aka dan berkata “tunggu, kenapa kamu sudah memakai sandal dari rotan. Mana sandal untukku!.”
“Oh iya, tadi kan aku mengantarmu ke sumber air, jadi tidak sempat membuatkan sandal untukmu,” jawab Aka.
“Yah sudah, sana buatkan untukku,”kata Ista.
__ADS_1
“Tunggu, di sini sebentar,” kata Aka.
Kemudian Aka membuatkan sandal rotan untuk di kenakan oleh Ista.