15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Kepanikan.


__ADS_3

...****************...


Ista pergi ke tempat ayahnya bekerja, menaiki sepeda motor miliknya dengan cepat.


Sesampai Ista di sana, Ista melihat bahwa air sungai meluas dengan panik Ista mencari ayahnya.


“Pa...! pa...! papa.....!,” kata Ista sambil berjalan dengan berteriak-teriak.


Melihat seseorang yang sedang berkerja berada tidak jauh dari Ista, Ista menghampirinya dan berkata “apa bapak melihat, Pak Zar??.”


Pekerja itu melihat ke arah Ista dan berkata “oh, maksudmu bos? jika tidak salah dia sekarang berada di ruang kesehatan.”


“Kenapa bisa ada di sana?,” tanya Ista dengan panik.


“Tadi bos, terseret arus sungai,” kata pekerja tersebut.


Mendengar perkataan pekerja tersebut,Ista dengan panik memegang tangan pekerja tersebut sambil berkata “dimana, dimana ruangan kesehatan berada?.”


“Kamu tinggal ikuti saja, jalan ini. nanti ada ruangan bertulisan kesehatan,” kata pekerja tersebut.


Ista langsung berlari mendengar apa yang di katakan oleh pekerja tersebut.


BAAAMM.


Suara pintu yang di buka oleh Ista dengan terburu-buru.


“Papa....!,” kata Ista sambil melihat ruangan kesehatan dengan menangis.


Melihat Ista memasuki ruangannya dengan menangis, pak Zar kaget dan berkata “ohh Ista, kenapa kamu bisa berada disini?.”


Ista yang melihat ayahnya sedang duduk , langsung berlari dan memeluknya sambil menangis.


“Lhoo, kenapa kamu menangis?,” tanya pak Zar.


“Siapa yang membuat anak papa, seperti ini,” kata pak Zar sambil mengelus kepala Ista yang berada di pelukannya.


“Untung... papa selamat” kata Ista dengan terbata-bata sambil menangis.


“Kenapa kamu bisa tahu?, papa sedang mengalami musibah,” tanya pak Zar dengan kaget sambil menangkan Ista.


Ista langsung berhenti menangis tetapi nafasnya masih belum beraturan dan duduk di depan ayahnya.


Ista menenangkan dirinya sambil menghindari pertanyaan ayahnya.


Seketika, pak Zar berkata “oh, dari pria itu bukan, apakah dia itu temanmu?."


Mendengar apa yang di katakan ayahnya, Ista kaget dan berkata dalam benaknya (pria itu?).


“Maksud papa, siapa ??” kata Ista sambil menenangkan dirinya.


“Oh, kamu tidak mengenalinya?, di kirain papa kamu mengenalnya. padahal papa belum berterimakasih kepadanya,” kata pak Zar yang duduk di depan Ista.


“Apa yang sebenarnya terjadi ?” kata Ista.


Mendengar Ista bertanya seperti itu, dokter yang berada di samping Ista berkata “pak Zar ini anakmu?.”


Menghiraukan apa yang di tanyakan oleh Ista, pak Zar berkata “iya, lihatlah betapa cantiknya dia, walaupun sedang menangis.”


“Hahaha,” pak Zar ketawa.


“PAPA!!,” kata Ista dengan berteriak.


“Tenang lah nak, lihat papamu tidak apa-apa” kata Pak Zar dengan berdiri dan memperlihatkan kondisi tubuhnya.

__ADS_1


“Lebih baik kamu pulang, di sini tidak aman untukmu,” kata pak Zar.


Mendengar apa yang di katakan ayahnya Ista berkata “ tapi pa...”


Pak Zar langsung mendorong Ista keluar ruangan sambil berkata “lebih baik kamu membantu mamamu di rumah.”


Sesudah pak Zar mendorong Ista keluar lalu pak Zar melihat ke arah dokter dan berkata “terima kasih.”


Ista yang berada di luar ruangan kesehatan dengan kesal meninggalkan lokasi proyek tersebut.


Ista merasa ada yang kurang dalam dirinya dan memeriksa keadaaan.


Kemudian


“Ohhh, tasku!” kata ista dengan kaget bahwa dia sedang tidak membawa tas miliknya.


Ista lalu ingat bahwa tas miliknya tertinggal di studio musik.


...****************...


Ista pergi menuju ke studio musik tempat Ista mendengar Dan memainkan musiknya.


Ran yang membawa sebuah gitar melihat Ista dan memasuki studio dan berkata “akhirnya kamu kembali.”


“Apa kamu melihat Tasku di dalam sana ?” tanya Ista dengan terburu-buru.


“Tasmu?,” kata Ran kemudian menaruh gitarnya.


Ista kemudian duduk sambil menunggu Ran mengambilkan Tas miliknya.


“Apa kah ini tas milikmu?” tanya Ran dengan tas di tangan kanannya.


“Iya benar...” kata Ista.


“Tunggu dulu...” kata Ran.


“Kembalikan..” tanya Ista lalu berusaha merebut tasnya.


“Sebagai gantikan, kamu harus membuat janji kepadaku” kata Ran dengan mengangkat tas milik Ista.


“Janji apa?, cepat kembalikan tasku, aku sedang terburu-buru, ada hal penting yang harus aku lakukan.” kata Ista dengan berusaha mengambil tas miliknya.


“Kamu ingin tasmu kembali tidak?” kata Ran dengan melihat ke arah Ista dengan membungkukkan badannya.


“Iya..Iyaa... Apa!” kata Ista dengan membentaknya.


“Pergi keluar bersamaku,” tanya Ran dengan melihat ke arah wajah Ista.


Melihat wajah Ran berada tepat di depannya, Ista langsung mundur selangkah.


“Terserah!, kembalikan terlebih dahulu tas milikku” kata Ista dengan marah kepada Ran yang berada di depannya.


“Mana alamat rumahmu,” kata Ran dengan menyodorkan tangan kanannya selayak meminta.


Ista langsung memberikan alamat rumahnya kemudian mengambil tas miliknya dan berjalan keluar studio.


Teman Ran yang berada tidak jauh darinya , menghampiri Ran dan bertanya “apa itu wanita yang kamu bicarakan?.”


Menghiraukan perkataan temannya , Ran melihat Ista dengan senyuman di bibirnya.


...****************...


Sesampainya di kamar, Ista langsung mengambil leptop di dalam tas sambil menenangkan dirinya.

__ADS_1


Saat Ista menyalakan Leptop, Ista langsung memasuki permainan dan me minimaze kan permainannya.


Ista melihat bahwa Jesica sedang on dan Jesica mengirimkan sebuah pesan.


“Ista!!,” kata Jesica dalam isi pesannya.


kemudian Ista membalas pesan itu “Iya, ini aku!,”


Jesica kemudian mengirim pesan kembali ke Ista “coba katakan, di mana letak tatto ku?”


“Kamu sangat pintar, Jesica. Melihatmu lebih berhati-hati, di punggung. Bagaimana pengumumannya?,” jawab Ista dalam pesannya.


“Iyaa, sudah di umumkan,” kata Jesica dalam pesannya.


membaca isi pesan Jesica, Ista kemudian mengirim kembali pesan kepada Jesica “bagaimana dengan posisi milik kita, Jesica.?.”


“Rata-rata 33 baht, ista,” kata Jesica dalam pesannya


“Sepertinya di website mata uang asing sedang nge frezz, jadi aku tidak bisa melihat harga pasar sekarang. Kita harus membuat keuntungan!, Jesica,” isi pesan Ista


“Jesica!?” isi pesan Ista.


"Ayooo, berapa keuntungannya?" kata Ista dalam benaknya dengan melihat leptop di depannya.


“Sepertinya sudah di angka 28 bath dan mendapatkan miliyaran Dollar” jawab Jesica dalam pesannya.


Membaca pesan Jesica, Ista membalas kembali pesan itu “ tetap tenang, Jesica.”


“Kita akan tetap melakukan seperti ini, hingga pasar saham benar-benar tutup,” dalam pesan Ista kepada Jesica.


“Apa kamu serius??, orang yang melawan kita memberikan banyak perlawanan karena kehilangan posisi karena kita, untuk mendapatkan keuntungan. Aku ingin kita berhenti di sini , Ista,” kata Jesica dalam isi pesannya.


“Seperti yang aku bilang Jesica, aku yang menentukannya. Kamu tidak perlu khawatir tentang perlawanan mereka, coba kamu lihat pengumuman hari ini , itu merupakan keuntungan di pihak kita,” jawab Ista di dalam pesannya.


Jesica mengirim pesan berkali-kali.


27.


28,4.


28,7.


27.


Melihat pesan Jesica, Ista berkata dengan tersenyum “miliaran rupiah akan datang, jumlah yang sangat luar biasa.”


"Tenang, Ista!, ini merupakan salah satu rencana mu. Jangan kamu hancurkan,” kata Ista yang mengingatkan dirinya sendiri.


“Melihat uang asli yang akan datang, aku tidak bisa berpikir jernih,” kata Ista dengan memainkan pulpen di tangannya.


“Segara untuk menutup, Jesica!,” kata Ista dalam isi pesan tersebut.


Ista melihat-lihat website mata uang asing, melihat terdapat perubahan pada mata uang asing negara Singa, Ista langsung mengetik pesan kepada Jesica “Jesica, mata uang negara Singa mengalami perubahan, sepertinya mata uang bath terpengaruh juga.”


“Sepertinya, ini tidak baik. Ayo kita tutup sekarang,” kata Jesica dalam balasannya.


Membaca pesan dari Jesica, Ista dengan cepat membalas membalasnya “Jesica, datanglah ke negaraku. Lapangan akan segera berubah."


Ista kemudian keluar dari kamarnya dan meminta izin kepada orang tuanya untuk keluar.


“Mau kemana?, kamu malam-malam begini.”Tanya bu Ris yang melihat Ista keluar terburu-buru.


“Ista ada pekerjaan yang harus dilakukan, maa..,” Kata Ista kemudian pergi keluar dengan motornya.

__ADS_1


__ADS_2