15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Bernyanyi Di Pantai


__ADS_3

Di malam yang indah dengan suara nyanyian ombak menabrak karang, angin yang membuat suasana nya begitu sejuk di tambah pencahayaan bulan dan bintang menerangi sebuah penginapan.


Ista sedang bersiap untuk menyanyi kan sebuah lagu sembari melihat Aka dari kejauhan dengan iringan musik oleh Ran dan teman-temannya.


Ran dan teman-tamannya kemudian memulai iringan musiknya.


♬♬♬♬♬


Ista pun memulai lagunya.


“It’s hard for me to say the things ( kadang sulit bagiku tuk ungkapkan sesuatu )”


♬♬♬♬♬


“I want to say sometimes ( yang ingin ku ungkapkan )“


♬♬♬♬♬


“There’s no one here but you and me ( tak ada orang lain, hanya kau dan aku )”


Saat Ista menyanyikan lirik tersebut, itu mengingatkannya saat kejadian di museum seni dan halte sembari fokus terhadap Aka.


♬♬♬♬♬


“And that broken old street light ( dan lampu jalan yang usang yang telah rusak itu )”


♬♬♬♬♬


Penonton terkesima dengan suara Ista, kemudian mengangkat tangannya dan menggoyangkannya.


“Lock the doors ( kunci lah pintu)”


♬♬♬♬♬


“Leave the world outside ( tinggalkanlah dunia luar )”


♬♬♬♬♬


“All l’ve got to give to you ( yang harus ku berikan kepadamu )”


♬♬♬♬♬


“Are these five words and i ( hanyalah lima kata ini dan diriku )”


♬♬♬♬♬


“Thank you for loving me ( terima kasih telah mencintaiku )"


♬♬♬♬♬


“Thank you for loving me ( terima kasih telah mencintaiku )”


♬♬♬♬♬


“For being my eyes ( telah menjadi mataku )”


♬♬♬♬♬


“When i couldn’t see ( saat aku tak dapat melihat )”


♬♬♬♬♬


Saat menyanyikan lirik tersebut, Ista membayangkan disaat ia bersama Aka di dalam hutan sembari melanjutkan nyanyiannya.


“For parting my lips ( tuk membuka bibirku )"


♬♬♬♬♬

__ADS_1


“When i couldn’t breathe ( saat aku tak dapat bernafas )”


♬♬♬♬♬


Saat memasuki lirik tersebut seketika Ista membayangkan dirinya berciuman dengan Aka di pelabuhan sembari melanjutkan nyanyiannya.


“Thank you for loving me ( terima kasih telah mencintaiku )”


♬♬♬♬♬


“You pick me up when i fell down ( kau pegangi aku saat aku terjatuh )”


♬♬♬♬♬


Saat memasuki lirik tersebut seketika Ista membayangkan di saat ia di kejar oleh anak buah Raka, Raka, Hika dan Nash sembari melanjutkan nyanyiannya.


“You ring the bell before they count me out ( kau dentangkan lonceng sebelum nyatakan aku kalah )”


♬♬♬♬♬


“If i was drowning you would part the sea ( andai aku tenggelam, pastikan kamu belah laut )”


♬♬♬♬♬


“And risk your own life to rescue me ( dan bahayakan nyawamu untuk selamatkan ku )”


♬♬♬♬♬


Ista mengakhiri nyanyiannya dengan berteriak.


“Yeah yeah yeah yeah yeah yeah!...”


♬♬♬♬♬


*Mau tau musiknya kaya gimana cari saja di YouTube, author tidak mengira terdapat lagu yang pas.*


Aka yang sedang melihat ke arah pantai mendengar bahwa Ista telah selesai bernyanyi, kemudian beralih melihat ke arah panggung.


Prok.


Prok.


Prok.


Penonton bertepuk tangan selesai Ista bernyanyinya.


“Lagi!!” teriak salah satu penonton.


Ista menundukkan kepalanya, lalu berbalik untuk menyerahkan mic kepada Ran dan berlari ke kamarnya.


“Ada apa dengannya”ujar teman Ran.


Ran melihat Ista dan mengalihkan pandangannya ke temannya sembari mengangkat bahunya.


Kemudian Ran berbicara kepada penonton lewat mic yang di berikan oleh Ista, “Maaf, kami akan rehat sebentar.”


Aka melihat Ista berlari, kemudian segera menyusulnya. Begitu pula dengan Ran yang memberikan alat musik ke temannya dan menyusul Ista.


Tok.


Tok.


Tok.


“Ista, apa kamu tidak apa-apa” ujar Aka.


Ran yang sedang berlari ke kamar Ista melihat Aka, kemudian bertanya,“Apa yang kamu lakukan di sini?”

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan terhadapnya” tegur Aka kepada Ran.


“Apa maksudmu, aku yang menyebabkannya!” balas Ran.


“Bukankah, karena kamu Ista bernyanyi!” ujar Aka dengan marah.


Ran mendekati Aka sembari berkata, “Jadi, kamu menyalahkan ku.”


Aka mendorong Ran sembari berucap, ”Siapa lagi yang harus di salahkan, ah.”


Ista yang sedang tiduran dengan menutup matanya dengan lengannya mendengar Aka dan Ran bertengkar di luar kamarnya, kemudian berteriak, ”Tidak bisakah kalian kembali!”


Ran dan Aka kemudian saling memandang mendengar teriak Ista dari dalam kamarnya, kemudian Aka berucap, “Sebaiknya kita pergi dari sini.”


Ran menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berjalan ke luar penginapan.


Ista berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan ke jendela kamar, lalu membukanya.


Ista melihat ke arah pesisir pantai dengan suara ombak yang menabrak karang sembari berpikir “Apa yang sebenarnya terjadi padaku!”


“Ista, tenangkan dirimu. Kamu masih belum boleh menyukai seseorang, apa kamu ingin kembali mengulangi kesalahan yang sama. Ingat Ista kasus papamu yang belum terselesaikan” bisik Ista dengan kepada dirinya sendiri.


“Semua ini terasa sangat melelahkan,” gumam Ista.


Ista sangat lelah dengan apa yang telah ia lewati selama ini, yang mengharuskannya melewati berbagai masalah yang terus timbul tiada henti. Dalam hal keluarga ataupun asmaranya, tetapi Ista masih membulatkan tekad dan kegigihannya.


Aka dan Ran keluar bersama dari penginapan ke sebuah halaman depan, mereka berhenti di pagar. Aka kemudian bersandar ke pagar dengan kedua tangannya sembari menatap pantai sedangkan Ran bersandar dengan punggungnya sembari menatap langit.


“Hey, kenapa kamu mendekatinya?” tanya Ran kepada Aka.


“Entahlah, aku hanya menyukai dirinya,” jawab Aka.


“Yeah, dia wanita yang sangat menyenangkan” ujar Ran.


Aka mengingat kejadian sewaktu di caffe dan bertanya, “Apa kamu hanya memanfaatkannya?”


“Apa maksudmu,” jawab Ran dengan melirik ke Aka.


Aka kemudian berdiri dengan tegak sembari menatap Ran dengan serius, “Jika kamu menyukainya, setidaknya jangan memanfaatkannya.”


Ran merenungkan apa maksud dari perkataan Aka kepadanya, kemudian mengingat kejadian di caffe, lalu tersenyum dan bertanya, “Apa kamu yang memukulku malam itu?”


“Apa itu yang menjadi masalah saat ini,” tegas Aka.


Ran berdiri dan berjalan ke arah penginapan sembari menepuk pundak Aka.


“Tenanglah, itu bukan urusanmu.”


Aka berbalik dan melihat Ran sembari berteriak “Hey, jika kamu menyakitinya. Aku tidak akan melepasmu.”


Ran melambaikan tanganya sembari berjalan ke penginapan.


Aka kembali bersandar ke pagar tetapi sekarang dengan punggung nya sembari melihat ke arah kamar Ista.


Aka tanpa sengaja melihat Ista di sedang menatap ke arah pantai lewat jendela kamarnya, kemudian berkata, "Kamu satu-satunya wanita yang begitu membuat ku tertarik, seperti nya aku harus membuat nya tersenyum besok."


di lain tempat, Ran berjalan kembali ke atas panggung untuk melanjutkan konsernya.


"Hey, Ran. Ada apa dengannya" kata teman Ran.


"Entahlah, seperti nya dia tidak ingin di ganggu untuk saat ini" jelas Ran.


"Apa kita akan melanjutkan konsernya?" tanya teman Ran.


"Kita sudah di bayar oleh pemilik penginapan, bagaimana bisa kita tidak melanjutkan nya" imbuh Ran.


"Terus, siapa yang akan menjadi penyanyi nya?" Tanya teman Ran.

__ADS_1


"Bukankah ada aku," ucap RAN sembari menunjuk dirinya.


kemudian Ran melanjutkan konsernya.


__ADS_2