15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
segalanya berubah


__ADS_3

...****************...


Di waktu yang sama saat Ista berada di hotel.


di sebuah caffe yang terletak di pinggir jalan raya dengan mobil yang berlalu-lalang, terdapat Hika dan Nash sedang duduk saling berhadapan di pojok caffe sambil meminum pesanannya


Hika yang sedang minum bertanya kepada Nash yang sedang duduk di hadapannya “bagaimana kelanjutan dengannya?,”


Mendengar pertanyaan Jesica, Nash kemudian berhenti minum lalu meletakkan kopinya di atas meja lalu menjawa dengan nada kecewa “sepertinya tidak berjalan dengan lancar.”


“Kenapa bisa begitu, saat aku melihat di studio waktu itu, dia terpesona terhadapmu saat melukis,” kata Hika dengan menyilang kan kakinya sambil memegang minuman miliknya.


“Aku juga tidak tahu, apa yang sedang terjadi,” kata Nash dengan mengangkat kedua bahunya.


“Aku sudah berlatih sangat keras untuk melukis, hanya untuk mencari perhatiannya,” ucap Nash dengan kesal.


“Bagaimana jika aku menghubungi Ista kembali,” kata Hika yang mengambil handphone di sakunya.


Nash langsung terkejut mendengar bahwa Hika ingin menghubungi Ista kembali lalu berkata “untuk apa kamu menghubunginya?.”


Nash kemudian bersandar dan berkata “coba kamu menghubungi pak Andy, dari pada menghubunginya.”


“Katanya dia akan mengakuisisi perusahaan ayahnya Ista, bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Nash dengan santai sambil bersandar.


“Dari bawahan pak Andy yang aku tanyai, mereka sedang merencanakan sesuatu terhadap perusahaan ayahnya Ista,” ucap Hika yang memegang handphone miliknya.


"Jika mereka membuat sesuatu terhadap ayahnya, maka... ?” kata Nash dengan menyenderkan badannya kebelakang.


Hika lalu menaruh handphonenya dan berkata “apa kamu tidak mengetahuinya, tujuan pak Andy adalah Ista.”


Mendengar perkataan Hika, Nash langsung kaget dengan duduk posisi tegap lalu berkata “apa kamu tidak apa-apa, memberitahuku soal ini?.”


“Tenanglah, tidak akan ada yang mengetahuinya,” ucap Hika.


“Jadi kita harus bagaimana?,” tanya Nash dengan kesal.


“Kita...?, ini semua tergantung padamu, bagaimana kamu mendapatkan Ista,” jawab Hika dengan melihat ke arah Nash.


“Dia type yang sangat susah di dekati,” kata Nash dengan kecewa.


“Kamu yang lebih tahu bagaimana mendapatkannya, jika tidak. Maka pak Andy yang akan turun langsung,” kata Hika dengan kesal melihat Nash yang terlihat tidak percaya diri.


"Jika aku melakukan itu semua, apa yang akan aku dapatkan" kata Nash dengan serius.


Hika mengacuhkan pertanyaan Nash.


Kemudian.


“Apa kamu sedang mempermainkan ku!?,”kata Nash dengan marah.

__ADS_1


“Tenanglah, kamu tidak akan di rugikan. Percaya padaku,” kata Hika dengan tenang.


Nash kemudian menenangkan diri,sesaat kemudian.


“Apakah kamu akan memberitahu kepada pak Andy,” kata Nash dengan serius.


“Soal apa?,” tanya Hika melihat ke arah Nash.


“Situasi kita sekarang, .” jawab Nash dengan ketakutan.


“Kalo begitu, kamu ke rumah Ista. Cobalah untuk mendekatinya!,”kata Hika dengan marah.


Hika kemudian memberikan sebuah kertas kepada Nash yang berisi alamat rumah Ista.


...****************...


Beberapa Minggu kemudian.


Ista dan Jesica berhasil membentuk perusahaan Investasi yang bernama Jesica Investment yang berada di negara Ratu, Ista tidak menginginkan namanya terpasang di perusahaan karena menghindari perhatian dari musuhnya tetapi menjadi pemegang saham terbesar dengan 65% saham perusahaan miliknya.


Perusahaan tersebut menjadi terkenal akibat dari krisis yang terjadi di Asia, yang membuat mereka membentuk ribuan ghost company yang berada di seluruh dunia yang bertugas untuk mencuci uang yang akan di kirimkan kepada Ista setiap minggunya.


Di dalam gedung perusahaan Ka Grup.


Aka yang merupakan pewaris dari Ka grup berada di rungan pribadinya, di lantai tertinggi dari gedung tersebut dengan kaca besar di bagian belakang kursi Aka yang mana bisa melihat apa saja yang berada di luar.


Aka yang dengan duduk memunggungi pintu lalu melihat ke arah kaca besar sambil menggenggam kedua tangannya memikirkan masalah keuangan perusahaan karena krisis yang terjadi di negara Gajah berdampak buruk bagi perusahaan di negara Seribu Pulau.


Seketika karyawannya memasuki ruangan Aka.


Tok.


Tok.


Tok.


Mendengar suara ketokan pintu, Aka langsung menyuruhnya untuk masuk.


“Bos, ada yang mencari mu,” kata karyawan tersebut.


“Suruh saja masuk,” kata Aka yang berada di tempat duduknya.


Jesica kemudian memasuki ruangan Aka.


Aka memutar kursinya, melihat Jesica yang memasuki ruangannya.


Melihat wanita tersebut, Aka kaget dan berpikir "bukankah wanita ini bersama Ista, di caffe waktu itu?".


Aka kemudian berdiri dan berkata “silahkan duduk.”

__ADS_1


Aka duduk di depan Jesica dan berkata kepadanya “ada keperluan apa, kamu ke sini?.”


“Aku ingin ber investasi kepada perusahaan milikmu” Kata Jesica sambil menyilang kan kakinya.


Mereka berdua langsung membicarakan soal keuntungan dan kerugian dari kedua belah pihak.


Selesai mereka berbicara, Jesica pun pergi.


Melihat Jesica keluar dari ruangannya, Aka berkata dengan pelan “ada hubungan apa wanita ini dengan Ista?”


Aka kembali ke tempat duduknya dan membuat laporan hasil diskusi bersama Jesica di komputer yang berada di tempat duduk miliknya.


“Jika dia benar-benar berinvestasi, maka masalah ini bisa terselesaikan,” kata Aka yang sedang mengetik di depan komputernya.


Selesai Aka mengerjakan laporan, Aka berdiri di dekat kaca besar dengan melihat keluar.


“sepertinya aku harus menanyakannya langsung,”kata Aka sambil memasukan tangannya ke saku celana.


...****************...


Di Pagi hari yang indah dengan suara burung berkicau.


Ista memakai baju tidurnya sedang berada di luar jendela kamar sambil melihat ke arah matahari terbit dan berkata “aku sudah membuat suatu perusahaan, dengan uang yang di hasilkan peusahaan Jesica dan aku bebas melakukan apa saja tanpa membebani orang tuaku.”


“Tapi siapa pria yang di maksudkan oleh papa? .” kata Ista di luar jendela.


“Semua ini terasa sangat aneh bagiku, sepertinya di kehidupanku yang sekarang akan banyak yang berubah?,” kata Ista sambil memandangi di langit pagi yang indah.


Seketika Ista mendengar suara.


“Ista, cepat turun ada yang harus kita bicarakan!,” teriak bu Ris.


Mendengar ibunya berteriak, Ista lalu keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.


Melihat mama dan papa sedang duduk di ruang keluarga, Ista menghampiri mereka dan bertanya“ada apa ma?.”


Melihat Ista berada di depannya, bu Ris berkata “duduklah, terlebih dahulu.”


Kemudian Ista duduk di samping ibunya.


Pak Zar yang baru saja pulang ke rumah dengan pakaian kerjanya, memandangi Ista dengan serius.


“Ista, apa kamu melunasi hutang papa?,” kata pak Zar yang berada di depan ista.”


“Iya pa,”kata Ista dengan pelan.


“Papa dengar, belakangan ini kamu sering menginap di luar. apa yang sedang kamu lakukan, Apa kamu mencuri uang itu!!” kata pak Zar dengan membentak Ista yang berada di hadapannya.


Bu Ris yang berada di samping Ista, melihat suaminya memarahi Ista, langsung mendatangi pak Zar dan berkata “jangan marah dulu mas, dengarkan penjelasan dari Ista.”

__ADS_1


“Ista pergi keluar karena suatu pekerjaan, dan Ista tidak mencuri uang itu. Ista mendapatkannya melalui pelelangan dari lukisan Ista,” ucap Ista yang menjelaskan kepada ayahnya.


Mendengarkan penjelasan dari Ista, sontak pak Zar merasa dirinya tidak mampu dan berkata dengan pelan sambil memandingi Ista yang berada di depannya “sepertinya anakku sudah besar.”


__ADS_2