
...****************...
Di sebuah caffe di tengah malam yang sunyi.
Terdapat 2 orang yang sedang duduk, yaitu Ran dan Aka.
Ran sedang berbicara dengan temannya yaitu pemilik caffe tersebut di depannya dengan berdiri.
Ran sedang tertawa, dan di sebelahnya Aka sedang meminum pesanannya.
“Sudah sampai mana hubunganmu dengan wanita yang kamu sebutkan itu ?,” tanya pemilik caffe.
“Sepertinya dia sudah mulai tergoda dengan ku” kata Ran dengan senyuman jahatnya.
Aka yang mendengar perkataannya, langsung menatap Ran dengan ingin tahu.
"Apa maksudnya?" pikir Aka yang berada di sebelah Ran.
Pemilik tersebut kemudian mengelap gelas kosong di depan Ran.
Ran yang di depannya berkata “sebenarnya aku hanya menginginkan fisiknya, dia itu terlihat sangat menawan, itu membuatku sangat menginginkannya.”
Aka yang memakai tudung sedang menatapnya, langsung menggenggam minuman yang Aka pesan, dan berkata dalam benaknya dengan marah "dia hanya ingin memanfaatkan Ista!".
“Apakah kamu sudah mendapatkan?” tanya pemilik caffe.
“Tenang saja, tinggal menarik umpan,” kata Ran dengan senyuman.
Prang.
Seketika gelas yang di pegang Aka pecah karena terlalu kuat menekan nya, yang mendengar perkataan dari Ran.
Aka melihat tangannya berdarah langsung menyembunyikan tangan kanannya ke saku.
“Hey, ada apa,” kata Ran kepada seorang pria bertudung yang duduk di sampingnya.
“Ah, tidak. Tanganku menyenggol gelas ini” kata Aka dengan melirik pecahan gelas di bawah.
“Hati-hati” kata Ran yang menatap Aka.
“Ini, buat bayar gelas pecah” kata Aka dengan mengeluarkan uang dengan tangan kiri kemudian memberikan kepada pemilik caffe.
Pemilik caffe melihat Aka dengan menyodorkan uang, lalu mengambilkan dan berkata “baiklah.”
Aka yang memakai tudung kemudian berjalan keluar sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket.
Pemilik Caffe kembali bertanya kepada Ran yang berada di depannya.
“Apakah kamu akan tidur dengannya?” tanya pemilik yang sedang mengelap gelas kosong.
“Harus, lagi pula dia wanita yang cantik dan suaranya sangat bagus, jika aku melakukan itu.” Kata Ran yang sedang memainkan sedotan di gelasnya dengan tersenyum.
Mendengar pernyataan Ran, Aka langsung membalikan badannya kemudian menerjang Ran yang sedang duduk dan memukul nya.
Bak.
Ran langsung terlempar.
Pemilik tersebut yang melihat Aka memukul Ran berkata “kalo mau bertarung jangan di caffe ku!.”
Aka kemudian menunjuk Ran dan berkata dengan marah “jangan sampai kamu menyakitinya, jika tidak ingin tahu akibatnya!.”
Aka langsung pergi meninggalkan caffe tersebut.
Ran yang terjatuh di lantai melihat ke arah pria bertudung dan berkata “siapa dia?.”
__ADS_1
Kemudian Ran mengelap darah yang ada wajahnya dan berdiri.
Ran kembali ke tempat duduknya dan berpikir sambil menggenggam tangannya yang menempel di dagunya lalu berkata “wanita ini masih ada yang membelanya, menarik. Aku semakin menginginkannya.”
waktu yang sama saat Aka dan Ran di caffe.
...****************...
Di ruangan kamar Ista, Ista sedang memikirkan pemilik topeng tersebut dengan membayangi Ran memakainya.
Seketika.
Ddrriinngg.
Ddrriinngg.
Ddrriinngg.
Mendengar handphonenya berbunyi Ista kemudian mengambilnya dan mengangkatnya.
“Ista, aku butuh bantuan mu!” kata Jesica dengan keras.
“Duh..., ada apa Jesica?. Jangan teriak, telingaku jadi sakit,” kata Ista sambil memegangi telinganya.
“Menurutmu bagaimana negara Mutiara Timur dalam memilih devisa atau pasar saham mereka?” tanya Jesica.
“Mereka akan memilih devisanya dan menyerah akan pasar saham mereka”jawab Ista.
“Apa maksudmu?, pasar saham mereka adalah satu-satunya koneksi yang menghubungkan ke kapitalisme global. Apa kamu tau Ista.” ucap Jesica dengan pelan.
“Itulah yang di pikirkan oleh orang-orang sepertimu Jesica,” jawab Ista.
“Sebab itulah, negara Mutiara Timur akan menyerah pasar saham mereka.” Ucap Ista.
“Tapi..” kata Jesica, kemudian perkataan Jesica di potong oleh Ista dengan berkata “kita akan menaiki suku bunga kita sebesar 300% .“
“Jesica, mereka akan menghancurkan pasar saham mereka,” jelas Ista.
“Ista, aku percaya padamu, tetapi jangan kali ini,” kata Jesica.
“Apa kamu yakin, mereka akan menyerah begitu saja. Saat kerugian itu tidak akan bisa di balik!” kata Jesica dengan nada marah.
“Apa kamu masih ingat perkataanku, Jesica. Negara Gingseng,” kata Ista dengan serius.
“Negara Gingseng akan hancur dari dalam, Jesica. Itulah strategi dari mereka,” kata Ista dengan serius.
“Apa kamu tahu orang-orang seperti kita, jika tidak menyusun strategi. Tidak akan mungkin selamat” kata Ista dengan serius kepada Jesica di telepon.
“Apa kamu serius melakukan ini?, kita bisa menghancurkan sebuah negara, Ista.” Kata Jesica dengan nada pelan.
“Tenanglah, aku tidak serakah seperti itu. Kita sudah meraup milliaran dollar bukan” jawab Ista.
“Kamu jangan mengingatkan ku, jika kita itu penjahat.” Kata Jesica.
“Aku senang denganmu yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar, Jesica. Jika ini sudah selesai kamu akan mendapatkan ketenaran yang luar biasa,” kata Ista.
“Bagaimana denganmu?” kata Jesica.
Haha.
“Aku tetap, pemilik saham terbanyak” jawab Ista dengan tertawa.
“Kamu tetap low profil?” kata Jesica.
“Tenanglah, Jesica. Aku tidak mungkin selamanya seperti itu bukan?, jadi nikmati dulu ketenaran, oke.” Kata Ista.
__ADS_1
“Baiklah,” kata Jesica.
“ngomong-ngomong, apakah perusahaan ayahmu di bidang bangunan atas nama pak Zar, Ista.?”tanya Jesica.
“Bagaimana, kamu bisa mengetahuinya?,” kata Ista dengan kaget.
“Pantas saja nama ini tidak aneh bagiku, ternyata pernah aku baca di biodata milikmu” jelas Jesica.
“Apa maksudmu, Jesica?,” tanya Ista.
“Perusahaan Ka Grup mengajak perusahaan ayahmu untuk bermitra” jawab Jesica.
“Kenapa kamu bisa mengetahuinya?” tanya Ista.
“Aku melihat dari laporan yang di berikan oleh mereka,” jawab Jesica.
“Terima kasih, Jesica. Itu sangat membantu,” kata Ista.
“Apa maksudmu?, Aku membantu,” kata Jesica.
“Tidak apa-apa” jawab Ista.
“Hey, jika ada masalah, hubungi aku.” Kata Jesica.
“Kamu selesaikan saja, urusanmu Jesica. Aku bisa sendiri,” ucap Ista.
Beepp.
Teleponnya pun di matikan.
Selesai Ista menelfon Jesica, Ista berjalan keluar jendela lalu memandangi langit.
Ista berkata “Aka bermitra dengan perusahaan ayahku?, ini tidak ada di kehidupanku sebelumnya.”
Hufffttt.
Suara nafas Ista.
“sepertinya aku harus bekerja di tempat ayah, untuk mengetahui rencana Aka sesungguhnya,”kata Ista dengan memandangi langit yang gelap penuh dengan bintang-bintang.
Tok.
Tok.
Mendengar suara pintu rumah Ista keluar dari kamarnya berkata dari dalam “Siapa?.”
“Ista, ini papamu. Bukakan pintunya” kata pak Zar.
Ista mendengar suara ayahnya kemudian membukakan pintu.
“Papa sudah pulang?, ngga tidur di kantor,” tanya Ista.
Pak Zar kemudian memasuki rumahnya dan berkata tersenyum “kedepannya, papa jarang berada di kantor.”
“Ada apa, kok bisa seperti itu?,” tanya Ista.
“Ada saja,” kata pak Zar yang tersenyum melihat Ista di depannya.
Melihat ayahnya tersenyum, Ista berpikir "benar yang di katakan oleh Jesica, papa bermitra dengan Aka!".
“Kamu anak pintar,”kata pak Zar yang memegang pundak Ista lalu pergi ke kamarnya.
“Apa maksud, papa?” tanya Ista.
Hahaha
__ADS_1
Pak Zar berjalan menuju kamarnya dengan tertawa.