
...****************...
Di dalam hutan.
“Tidak bisakah kita kembali?, aku susah untuk berjalan” kata Ista dengan memegangi kakinya sambil membawa dokumen.
Aka melihat bahwa Ista melepaskan sepatunya kemudian menghampirinya lalu berjongkok.
“kamu sedang apa, seperti itu?” tanya Ista dengan membawa sepatu dan dokumennya.
“Naik lah ke punggungku,” jawab Aka sambil menepuk punggungnya.
“Tidak!” bentak Ista.
“Apa kamu mau berjalan seperti itu?” kata Aka yang sedang berjongkok.
Ista yang menyadari bahwa kaki nya menginjak rumput yang tajam dengan malu menghampiri Aka dan menaikinya.
Kemudian Aka berjalan sambil mengendong Ista.
“kenapa kamu memakai sepatu tinggi?” tanya Aka yang sedang berjalan sambil menggendong Ista.
“Siapa juga yang mengajak untuk datang ke sini!” kata Ista dengan marah.
Aka kemudian berhenti berjalan dan menghiraukan perkataan Ista dengan melihat ke atas lalu berkata ”lihat pohonnya besar-besar.”
Ista kemudian melihat ke atas dengan terkesima dengan keindahan alam, yang mana Ista sangat menyukainya.
Kemudian Aka melihat ke wajah Ista yang berada di samping kepalanya dengan tersengsem.
“Jika saja, aku membawa alat lukis ku” kata Ista yang melihat ke atas dengan berada di punggung Aka.
“Bukankah kamu membawa kertas dan pulpen?, gambar saja,” kata Aka melihat ke arah wajah Ista yang berada di samping kepalanya.
“apa kamu gila?, ini dokumen penting” kata Ista
“kalo gitu apa kamu tidak mau menggambarnya, kamu bisa menggambar di belakang kertas tersebut,” jawab Aka.
“Baiklah, turunkan aku,” ucap Ista.
“Oke” jawab Aka.
kemudian Ista mencari posisi yang pas untuk menggambar sambil melihat ke atas.
Ista berjalan mundur dengan melihat ke atas seketika kakinya terpeleset dan jatuh ke dalam jurang.
Aahhhh.
Teriakan Ista.
Aka yang mendengar teriakan Ista segara berlari dan menangkapnya dengan posisi melindungi Ista dengan punggungnya.
Mereka terseret ke bawah hutan.
Bam.
Punggung Aka yang tertabrak pohon di dasar hutan.
Ahh.
Teriak Aka.
Hari mulai gelap.
Dengan cahaya bulan menyinari se isi hutan.
Beberapa saat kemudian.
Ista membuka mata dan melihat bahwa hari mulai gelap kemudian melihat kebelakang terdapat Aka yang sedang berbaring tidak sadarkan diri.
Melihat Aka tidak sadarkan diri, ista langsung panik dan mendatanginya.
__ADS_1
“Bangun!,” teriak Ista dengan menggoyangkan tubuh Aka
Ista terus berteriak dan menggoyangkan tubuh Aka.
Ista mengambil handphonenya untuk menghubungi ayahnya dan melihat bahwa tidak ada jaringan di handphonenya lalu berkata “kenapa tidak ada jaringan di sini.”
Ista kemudian memasukan kembali handphonenya.
“Aku terpaksa melakukan ini,” kata Ista dengan perlahan membuka kancing baju Aka.
Ista melihat banyak luka memar di dadanya dengan kaget berkata “apa yang habis dia lakukan, hingga memar seperti ini?.”
Aka kemudian menyadari bahwa kancing bajunya sedang di buka oleh Ista langsung menutupnya dan berkata “apa yang sedang kamu lakukan."
Aaahhhh
Teriak Ista yang kaget mendengar suara Aka.
Aka kemudian memasang kembali kancing bajunya dan berusaha untuk duduk.
Melihat Aka yang berusaha duduk, Ista kemudian membantunya untuk duduk bersandar di pohon yang tidak jauh dari mereka.
...****************...
Di saat yang sama di luar hutan.
Pak Zar berada di kantornya menyadari bahwa Ista dan Aka belum pulang dari tempat proyek pembuatan kayu.
“kemana mereka berdua, kenapa belum pulang ” kata pak Zar.
Kemudian pak Zar mendatangi tempat proyek pembuatan kayu.
Sesampainya di sana, pak Zar bertanya kepada pekerja yang bertugas sedang berjaga.
Melihat pak Zar datang penjaga tersebut berkata “bos.”
“Apa kalian lihat pria dan wanita dari kantor ?,” tanya pak Zar kepada penjaga tersebut.
Kemudian pak Zar memasuki tempat proyek.
Pak Zar melihat bahwa mandor sedang gelisah menunggu sesuatu lalu menghampirinya.
“Sedang apa kamu di sini?” tanya pak Zar kepada mandor tersebut.
Melihat pak Zar di sampingnya, mandor berkata “bos, aku sedang menunggu orang dari kantor.”
“Memangnya kemana mereka berdua pergi?” tanya pak Zar.
“Mereka sedang di dalam hutan tapi sampai sekarang mereka berdua belum juga datang” kata mandor tersebut.
“APA!” teriak pak Zar.
“Cepat bangunkan yang lain, kita cari mereka di dalam hutan!” kata pak Zar dengan cemas.
“Baik, bos,” kata mandor tersebut.
Kemudian mandor memanggil semua pekerja yang sedang tertidur di barak nya masing-masing.
*barak adalah tempat tinggal sementara*
Kemudian pekerja proyek dan pak Zar mencari mereka berdua di dalam hutan.
“ISTA,AKA” teriak pak Zar di dalam hutan sambil memegang obor api.
...----------------...
Di dalam hutan.
Dengan disinari cahaya bulan.
Ista dan Aka sedang duduk berseberangan dengan saling melihat.
__ADS_1
Ista berpikir dengan melihat ke Aka yang sedang duduk bersandar di pohon "apa benar, dia yang melakukan itu semua di kehidupanku sebelumnya?".
Aka yang merasa dirinya sedang di awasi oleh Ista, Aka bertanya sambil melihat badannya “apa yang sedang kamu lihat?.”
Melihat bahwa Aka seperti itu Ista berkata dengan malu “aku tidak sedang melihat dirimu!.”
Aka yang merasa mulai membaik mulai berdiri lalu berjalan.
Melihat Aka berjalan, Ista berkata “kamu mau kemana?.”
“Aku sedang mencari tempat yang aman,” kata Aka dengan melihat ke arah Ista duduk.
“kamu ingin meninggalkan, aku di sini sendirian!” bentak Ista.
“kalo gitu, ikutlah denganku,” kata Aka.
“Tunggu!” teriak Ista yang sedang mengambil sepatu dan helm keamanan.
“Melihat Ista mengambil sepatu tingginya, Aka melepas sepatunya dan mendatangi Ista dan berkata “Pakai sepatuku.”
Ista melihat Aka memberikan sepatu miliknya lalu berkata “Apa kamu tahu berapa harga sepatuku ini!.”
“Nanti aku akan menggantikannya, jadi cepatlah hari mulai semakin gelap” kata Aka.
“Baiklah” kata Ista dengan pelan.
Kemudian Ista memakai sepatu milik Aka dan menyalakan senter di handphonenya.
Saat Ista dan Aka sedang berjalan bersama, tidak lama kemudian Ista bertanya “apa tujuanmu untuk bermitra dengan ayahku?.”
Mendengar pertanyaan Ista, Aka menjawab “ohh, ini adalah bisnis yang mencari keuntungan.”
“kamu jangan berusaha membodohi ku!” kata Ista
“Perusahaan ayahku tidaklah besar, mana mungkin perusahaan milikmu mau bekerja dengan perusahaan ayahku, apa lagi dengan keadaan perusahaan ayahku yang sekarang,“ ucap Ista.
“Bisa di bilang, aku sedang menolong sesama seorang bisnis” jawab Aka yang sedang melihat-lihat lingkungan sekitar.
Ista berkata kepada Aka yang berada di sampingnya “Apa kamu tidak ingin memberitahuku?”
Aka menghiraukan pertanyaan Ista.
Ista merasa pertanyaan nya di hiraukan berkata “baiklah, terserah padamu.”
...----------------...
Di luar hutan.
“Ista!, Aka!” teriak pak Zar sambil memegang obor api.
“Bos, hari semakin malam, sebaiknya kita mencari mereka besok saja” kata mandor yang di belakangnya sambil membawa obor.
“Baiklah, kita lanjut pencariannya besok pagi” kata pak Zar kepada mandornya dengan kecewa.
“Semoga kamu tidak apa-apa” kata pak Zar dengan melihat ke arah sinar bulan.
...----------------...
Di dalam hutan.
Beberapa saat kemudian.
“Lihat di sana ada rumah,” kata Aka yang menunjuk dengan senter handphonenya.
Melihat rumah yang di senter oleh Aka, Ista berkata “apa kamu serius ingin pergi ke sana?.”
“Apa kamu ingin tidur di sini?” tanya Aka kepada Ista.
“Tidak juga!,” kata Ista dengan kesal.
“Ayo ke sana,” kata Aka kemudian berjalan mendatangi rumah tersebut.
__ADS_1